Surabaya dan sekitarnya

Sekilas foto-foto menjelajah Surabaya. Saya memulai tulisan tergantung apa yang ada diingatan saya, maklum aja kalau ceritanya melompat kesana kemari, sesuai karakter yang nulis😀

Made from Kayu Jati

 

Who’s paying?🙂

Dalam perjalanan pulang dari Surabaya, di daerah Mantingan diantara hutan jati terdapat beberapa buah kios yang menjual segala bentuk kerajinan terbuat dari kayu jati, etnik banget. Sebagai penggemar jati tidak mungkin melewatkan kesempatan ini🙂. Kapasitas kendaraan jualah yang membatasi diri untuk hanya membeli barang-barang paling diinginkan dan yang bisa dibawa saja hiks. Nyesal pasti karena harganya supeeer murah. Tempat kosmetik ukiran dari jati seharga Rp. 40.000,- harga ini juga karena ibu saya panik jadi nawarnya asal aja. Bandingkan dengan di Plasa Semanggi untuk barang yang sama harganya Rp.120.000,-. Yang lain tidak usah di rinci yah bikin gak bisa tidur nyenyak hehehe.

Sunan Ampel

Entah kenapa wisata sejarah selalu menarik perhatian saya, kami ke Mesjid Sunan Ampel, suasananya beda banget seperti di kampung Arab (memang iya). Sepanjang jalan kecil menuju mesjid terdapat orang berdagang souvenir, makanan seperti kurma, kacang Arab semua oleh-oleh orang pergi haji ada disini, sandal Bakiak, peci macam-macam. Disitu juga terdapat makam Sunan Ampel, murid dan kerabatnya. Makam Raden Muhammad Ali Rahmatullah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel, terletak di belakang masjid. Untuk mencapai makam harus melewati sembilan gapura, sesuai arah mata angin, yang melambangkan wali songo atau sembilan wali. Tiga gapura merupakan bangunan asli peninggalan Sunan Ampel. Sayang sekali wisata sejarah dan religi yang menarik ini juga disertai dengan kehilangan sandal😦 bagi yang ingin shalat di mesjid dan mengunjungi makam sebaiknya menitipkan sandal atau membawa sandal didalam kantong plastik. Yang kehilangan sandal Abang saya.

Zangrandi Ice Cream

Beberapa kali melewati jalan Yos Sudarso melihat tulisan Zangrandi. Penggemar ice cream tidak boleh melewatkan kesempatan ini. Untuk yang kesekian kalinya kami tidak hanya lewat tapi mampir. Susana di restoran tempoe doeloe banget, agak-agak mirip di restoran Ice Cream di Braga Bandung. Akan tetapi karena Jl. Yos Sudarso jalan yang cukup besar dan sibuk suasana jadi asik, makan ice cream dipinggir jalan. Membuka halaman pertama menu terdapat gambar Zangrandi di masa lampau.
Disini tertulis bahwa Zangrandi telah ada sejak tahun 1930, wow dari Indonesia belum merdeka restaurant ini sudah berdiri. Pendirinya orang Italia. Ice cream disini rasanya natural, ice cream tradisional, bisa jadi karena tahun 1930 belum ditemukan bermacam-macam bahan tambahan yang tidak perlu🙂. Untuk penggemar ice cream natural bisa kesini, cuma untuk anak-anak yang sudah kenal ice cream di mall mungkin kurang suka rasanya. Siang hari dengan suasana restoran tempoe doeloe, nyaman sekali menikmati ice cream yang enak sambil memperhatikan mobil lalu lalang. Can you imagine? Ah kangen Surabaya.


Belum ke Surabaya kalau belom makan Rujak Cingur, pilihan kami jatuh pada Cingur di Jl. Genteng Durasim No.29 Surabaya lokasinya di belakang Hotel Weta International. Tempatnya terletak di jalan kecil, berbentuk depot. Begitu mengambil tempat untuk duduk, terlihat di tembok depot terdapat potongan-potongan artikel koran dan majalah yang membahas tentang rujak cingur ini. HHmm terkenal toh😀. Menu selain Rujak juga tersedia Sop Buntut dan minuman. Kami hanya pesan cingur dan es jeruk. Penasaran pingin liat pengolahannya maka saya kembali ke depan melihat proses peracikan rujak.

Dapurnya terletak di paling depan. Heran juga melihat ada 3 jenis petis yang digunakan dari yang berwarna agak coklat tua sampai hitam pekat. What is the maksud? Baru sekarang setelah browsing paham ternyata mereka menggunakan 3 jenis petis, yaitu petis udang, petis biasa, dan petis ikan. Melihat penampakannya, kurang menarik hanya hitam. Oke saya beritahu sedikit isinya yaitu perpaduan antara rujak dan gado-gado. Sayur: kangkung, toge, kacang panjang di tambah cincangan mangga muda, timun, buah lain dan potongan cingur. Rasanya enak, bagi penggemar sayur dan buah seperti saya jadinya enak banget🙂

Kepiting Asam Manis Cak Gundul

Ke Surabaya belum afdol kalau belum ke Malang. Mampir ke Selecta, iya selecta yang dulu dikenal hanya lewat permainan Monopoli. Tempatnya bagus banget, rapi, sejuk, ada kolam renangnya bagus deh untuk kumpul-kumpul keluarga seru. Pulang dari Selecta lewat Pandaan, kami makan malam di Kepiting Cak Gundul, pesannya kepiting asam manis. Nyam-nyam banget deh, kami semua penggemar seafood kepiting/rajungan khususnya. Kalau sudah makan kepiting pada tekun banget, mencari dagingnya disela-sela cangkang ih masih kerasa enaknya sampai sekarang…hehehe lebay.

Masih banyak yang lain ceritanya, akan tetapi fotonya hilang hua hua hua… Trend sekarang kalau tidak pakai foto means HOAX! hehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s