Kesalahan yang disengaja

Selama ini untuk urusan memasak, saya melihat dan meniru ibu saya orang pertama yang membuat saya hobby kegiatan memasak. Sejak usia 4 tahun *yang saya ingat, saya sudah diberi kepercayaan menggunakan pisau. Saya kebagian tugas mengupas bawang dan memotong sayuran yang tentu saja tidak simetris. Bikin sayur sop buncisnya panjang pendek,  Mengupas bawang sampai bawangnya jadi kecil, tapi itu semua tidak masalah buat beliau. I love you Mom. Sampai tibalah saatnya saya kerja ngontrak bareng adik. Saya bikin perkedel kentang, setelah selesai membulatkan kentang, saya menyerahkaan tugas kepada adik saya untuk menggoreng. Tiba-tiba dia menjerit dari arah dapur, perkedelnya hancur. Waduh… bingung berdua mikir kenapa bisa hancur ya? Kentang baik-baik saja, bahan lengkap dan belum pernah gagal sebelumnya. Berdua terdiam merenung, sampai adik saya berkata:” kayaknya tadi gue lupa nyempulingin ke kocokan telur deh.” hahahaha jadi begini toh efeknya kalau tidak pakai telor.

Selama ini meniru tanpa bertanya fungsinya apa. Generasi dulu tidak sekritis generasi sekarang. HHmm jadi tertarik membuat eksperimen yang melawan arus dalam urusan kuliner. Saya pernah membuat cake tape untuk 2 loyang tapi membuat adonannya satu-satu. Selesai adonan pertama dikocok, tanpa membersihkan tempatnya terlebih dahulu saya langsung mengocok telur dan hasilnya telurnya tidak mau kental jadi cuma telur kocok :p ok deh paham gunanya memebersihkan dan mengeringkan adonan.
Pernah juga mencoba membuat tape ketan hitam sambil ngomel-ngomel karena anak saya biasanya selalu dilibatkan dalam pembuatan kue kali ini tidak jadi dia penasaran. Hasilnya tapenya tetap manis, padahal kata mama saya, kata tukang urut saya kalau membuat tape, suasana harus tenang, jadi sebaiknya dilakukan di malam hari saat anak-anak tidur. Ok untuk kasus ini hanya mitos. Ada lagi membuat pancake tidak pakai baking powder dengan alasan mau membuat pancake dengan bahan-bahan alami. Hasilnya pancake tipis gak chubby hehehe
Saya lupa berapa banyak saya melakukan kesalahan-kesalahan lainnya yang bertujuan untuk eksperimen😛

Well menurut saya kalau ingin tau lebih dalam harus berani membuat kesalahan-kesalahan agar dapat menemukan formula yang paling sesuai. Sama seperti dalam hidup ini saya harus berani keluar dari confort zone, biar hidup semakin hidup. Membuat kesalahan berarti mendapatkan pelajaran untuk lebih baik lagi kedepannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s