First day trip @Bali, July 2012

Sejak bulan April, saya sakit-sakitan terus dari demam, batuk, pilek sebulan gak sembuh-sembuh, setelah sembuh, segar sekitar 3 minggu sakit amandel radang, setelah sembuh amandel terkena campak pada saat bersamaan Abang kena cacar. Sembuh campak gantian deh semua kebagian jatah kena cacar dan saya kontestan terakhir yang kena cacar sekaligus paling parah🙂.
Tiket sudah dibeli, sementara cuti suami sudah habis, yah pasrah aja deh, kalau memang rejeki gak akan kemana.

Ternyata masih rejeki pergi juga ke Bali sama teman SMA si Butet. We had a lot of fun. Itinerary yang sudah disusun rada meleset, disesuaikan dengan tour girls only halah…😀
Day 1st.
Sampai bandara jam 9 pagi, kita sengaja gak ada bagasi, koper juga masih lowong banget jadi cepat keluar pesawat. Renovasi Bandara Ngurah Rai membuat perjalanan ke tempat parkir cukup jauh, tapi kalau liat gambarnya bakalan keren banget deh bandara Ngurah Rai. Disambut oleh rental mobil plus Krisna driver langganan kantor, teman-teman kantor plus keluarganya si Butet, jadi santai mau kemana saja tinggal sebut gak pakai nyasar. Kita berangkat jam 4 subuh dari Jakarta first flight, meskipun sudah sarapan jam segitu, laper lagi, daripada buang waktu cari makanan lanjut ke McD dekat Kampus Udayana, searah tujuan kami GWK dan sekitarnya. Berkat penyakit maag yang kami derita sehingga makan tepat waktu itu musti🙂

Selesai makan tujuan pertama adalah GWK, cuaca saat itu bersahabat sekali, mendung, anginnya sepoi-sepoi sejuk,pas deh. Biasanya jam 10:30 cuaca sedang panas-panasnya sempat mantau twitter rata-rata mengeluh panas di Jakarta, alhamdulillah di Bali mendung. Di GWK aktifitas yang kita lakukan main gokart, flying fox, nonton pertunjukan tari,dan biasa narsis foto-foto, bagusnya memang ke GWK malam hari karena banyak lampu-lampunya dan bisa melihat bali dari atas. Menonton tarian jadwalnya kebetulan yang pertama jam 11.00 WITA. Sempat juga ditawari naik gokart sama Krisna, saya bilang: “no thanks, udah capek kena macet Jakarta jadi gak mau pegang kemudi di Bali :p”
Buat yang first time ke Bali harus ke GWK karena itu Icon, ibarat ke Jakarta harus liat Monas. Tiket masuknya kalau tidak salah 35 ribu, lupa😀
Roma @ GWK

Beranjak dari GWK tujuannya apalagi kalau bukan Pantai my favorite, biar tengah hari bolong ke pantai hayuk aja. Tujuannya ke Padang-Padang Beach, tempat si Julia Roberts syuting Eat, Pray and Love. Memang rejeki air sedang pasang dan ada kontes surfing oleh Rip Curl, jadi pantai cukup ramai. Airnya yang pinggir hijau, setelahnya biru, pasirnya halus berwarna putih suka berjalan disitu tanpa alas kaki, dan ombaknya cukup tinggi wow…bagusssss banget. Saya sampai berkali-kali bilang Subhannallah dan langsung jatuh cinta sama pantai ini. Saya deskripsikan pantai yang saya suka yah, pantai, ada gunungnya, ada villa atau rumah di atas tebing kalau bisa jalan raya berkelok-kelok juga terlihat. Yup hampir mendekati impian saya malah lebih bagus bukan jalan yang terlihat tapi jembatan. Memasuki pantai kita melewati celah tebing seperti tebing dibuat jalur setapak keren banget. Jadi yang mau turun ke pantai sama yang mau naik kembali ke jalan raya musti bergantian. No wonder kenapa mereka pilih syuting disini secara pantai di Bali banyak banget. Pantainya juga bersih dari bangunan permanen, cuma ada tenda-tenda menjual kain dan baju pantai, asesoris kebutuhan di pantai lainnya. Selesai jualan bisa di bongkar tendanya tidak mengganggu. Teman saya sampai bingung, terakhir kesini Januari lalu gak sebagus ini airnya surut sehingga karang-karang bermunculan dan sepi, mungkin karena ada event jadi seru dan rame, memang rejeki. oh ya masuk Pantai ini gratis.
Padang-Padang

Subhannallah…

Gak mau check in dulu masih betah🙂 cuaca cukup terik juga membuat kami “terpaksa” meninggalkan Padang-Padang dengan menatap iri ke Tourist asing yang santai berjemur. Menginap di Amaris Legian, letaknya cukup dekat dengan pantai Legian lumayan besok pagi buta kami akan menyusuri pantai, niat banget deh. Sampai di Hotel masukin koper, mandi, wuih segar dan tidak mau membuang waktu bersantai di hotel lanjut ke Uluwatu mau melihat Samudera sekaligus nonton tarian kecak jam 18:00 WITA. Ini juga pertunjukan wajib, tiket masuk uluwatu 15 ribu, tiket pertunjukan tarian kecak 70 ribu. Worthed banget 80% penontonnya tourist asing, dan mereka takjub dengan tarian kecak, sama seperti saya hehehe. waktu terbaik datang kesini adalah sore hari.
Pemandangan di Uluwatu tidak usah dipertanyakan lagi ya, keren, indah, beautiful….
Mereka menari sementara di samudra terlihat matahari terbenam, kombinasi yang pas. Selesai tarian turis-turis asing itu berkomentar positif, salah satunya:”By Uluwatu…see you next year.” Wow pingin balik lagi tahun depan, sip deh banyak-banyak belanja ya Mister.🙂
Di Uluwatu banyak monyet-monyet liar, sebaiknya segala macam asesoris dan kacamata tidak usah dipakai ya. Monyetnya jail suka ngambilin kacamata pengunjung, walau bisa dikembalikan setelah membayar sejumlah uang biasanya kondisi kaca mata tersebut sudah tidak sempurna. Lebih baik disimpan, dengan pertimbangan ini juga krisna yang biasanya tidur selama kami berwisata jadi ikutan masuk. Alhamdulillah ada pawangnya hahahaha… peace ya krisna.
Berfoto juga dengan juru kunci Puranya.

Menjelang Sun Set


Kecak Dance @ Uluwatu
Tarian kecak di waktu sunset

Sampai disini dulu ya kapan-kapan lanjut lagi Duty call😀

Oke kita lanjut lagi, dari Uluwatu, Roma penasaran banget mau mencari sandal jepit merk Havaianas, lalu kami menuju mall discovery dan benar dapat disitu, padahal sebelumnya kita sudah state gak mau menginjak mall selama di Bali😛. Dari Discovery menuju seafood Jimbaran makan malam. Nyam sudah lama dicita-citakan makan malam disini, dulu sudah sekarang pengulangan. Rindu sama Es Kelapa Mudanya yang disiram pakai jeruk sunkist. Sampai di resto bukan pesan es kelapa malah pesan es jeruk. Karena sudah jam 9 malam jadi yang terlihat hanya ombak, selebihnya gelap. Waktu terbaik datang kesini adalah jam 17.00 WITA sambil menunggu sunset indah sekali. Kekurangannya cuma disini banyak anjing berkeliaran, yang bikin ilfil. Mau cobain jagung bakar setelah makan tidak jadi karena perut full, bayangin pesan ikan 1,7kg dimakan bertiga, plus cah kangkung, lalapan timun dan 2 mangkok sambal bawang matah. Sambal yang telah disediakan perorang masih kurang sehingga harus ditambah 2 mangkok kecil lagi, dan memang sambalnya yang bikin semangat makan. Nasinya bersisa karena kami makan ikan lauk nasi, bukan makan nasi lauk ikan😀. Note meskipun Ikannya terlihat baru, tetap di pilih juga yang terbaik dari semua🙂 Over all puas deh, cuma gak bisa lama-lama jam 10 restorant sudah tutup, jika datang di awal maka banyak pertunjukan tarian yang disajikan sambil menikmati hidangan. Tiaptiap resto memiliki tarif berbeda. Untuk yang ikan hidup harganya lebih mahal.
Harga makan bertiga Rp.300.000,- pesan 1 ekor ikan kuek 1 kg dibakar, dan 1 ekor ikan kakap merah 7 ons di saus padang. Jadi harga makanan tergantung pesanan ikannya apa, sambal dan sayurnya gratis. Okeh balik ke hotel istirahat.
This is our first day trip.

Jimbaran Seafood

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s