2nd Day Trip @Bali

Kalau sedang diluar kota, tidur menjadi kurang penting, waktu sangat berharga untuk menjelajah setiap tempat. Bangun subuh jam 05:00 WITA, melihat ke jendela masih gelap bahkan jam 7 pagipun masih gelap. Kami turun sarapan,rencana jalan-jalan ke pantai sebentar sambil nunggu krisna jemput, sampai dibawah hujan deras, ealah pantes gelap. Bertanya sama resepsionis mereka bilang hujan sejak jam 3 pagi. Okey skip jalan-jalan ke pantai. Sepertinya rencana akan berubah haluan, siapa yang berani arung jeram dengan cuaca seperti ini? Arung jeram coret, tapi tetap tujuan utamanya ke daerah Ubud.

Rute pertama ke pusat kerajinan perak salah satu toko UC Silver, ya Allah sampai disitu cuma bisa ngences aja, mereka punya koleksi dengan tema dragon fly, beneran keren banget, dibelikan yang mana saja juga mau. Harganya juga untuk konsumen mancanegara. Dengam melihat-lihat saja cukup bisa membawa kealam mimpi kok😉. Melihat kami yang mupeng si Krisna tanya, “Mba, klo saya lamar pakai cincin itu mau gak?” Kami: “MAUUUUUUUU….hihihihi”.
Mungkin Krisna gak enak hati maka dibawalah kami ke toko lain, dan UC Silver membuat selera kami patah, setiap milih terbayang cincin dragon fly tadi uuuugghh jadi gak klop, ujung-ujungnya gak jadi beli.

Lanjut ke Sukowati cari oleh-oleh. Pertama-tama kurang tega nawarnya karena sudah murah dan lumayan bagus. Lama-lama makin pintar nawarnya dress dan daster Batik Bali harganya dimulai dari Rp.20.000,-🙂 Kaos yang ada tulisan Balinya 20-35 rb itu kaos yg bahannya katun bagus ya. Murah deh asal pintar nawar. Untuk gantungan kunci murah tapi kualitasnya kurang bagus. Untuk lukisan, hmm sudah pasti murah dan bagus-bagus. Beli mukena, harga lumayan, sandaal jepit murah sangat. Sempat salah waktu beli salak Bali. Aku suka salak bali karena ada rasa sepet-sepet gitu, sama yang jual dikasi salak madu, dia bilang ini lebih manis bla-bla-bal…akhirnya beli tuh 3 kg sekaligus, pas dimobil nawarin krisna, dia bilang apa? Krisna:”Mba ini bukan salak Bali ini salak madu.” me:” Oh bukan ya kirain salak madu itu salak Bali kualitas super (ngarang), eh iya kok rasanya seperti salak pondoh, manis?” krisna:” Iya di jawa namanya salak pondoh.” Kesiyan jauh2 ke Bali belinya salak Jogja hahahaha. So beda ya salak Bali sama salak madu🙂
cuma beli salak doang yang gagal selebihnya lumayan deh dapat murah.


Next destination: Kintamani.
Aktivitas yang dapat dilakukan disini adalah mengagumi ciptaan Tuhan. Bagus banget viewnya, gunung batur, danau batur, indah. Sambil makan siang dengan menu prasmanan super lengkap plus cemilan satu harga. Lumayan perorang 100 ribuan belum termasuk minuman. Cuacanya dingin bikin lapar🙂 Enaknya kesini memang disaat lapar dan benar-benar spending time aja mau ngemil bisa ngambil bolak balik duduk berlama-lama boleh banget. sayang aku bukan tipe ngemil, makan, buah teh manis sudah cukup. Alhamdulillah kenyang. Selebihnya ya menikmati view yang bagus banget deh, enak kali ngocok arisan disini hehehehe.



Dari Kintamani turun ke Ubud, sudah kenyang jadi cuma melewati saja, kebetulan juga belum Ashar. Baiknya salat didaerah Kintamani ada mesjid Al Muhajirin. Mau lihat rumah tempat syutingnya eat pray and love juga gak jadi karena sibuk cari mushola gak ketemu. Jadinya numpang di Pom Bensin ya sudahlah darurat, makasi Bu sudah memberikan tumpangan. Sepanjang perjalan deretan toko/art shop bikin mata gak berkedip, cantik-cantik banget rasanya kalau Bali dekat dari rumah maka dirumah isinya barang-barang dari sini.🙂 Gak tahan juga meskipun sudah membeli 2 cermin dari Sukowati tetap beli lagi😀. Bingkai, mangkok kecil, itu juga dipilih seefisien mungkin agar tidak sulit membawanya. Sempat juga melihat upacara adat. mampir ke tegalalang liat terasiring, bagus pemandangannya. Duh saya benar-benar betah, kerasan disini dengan semua benda seninya, hijaunya sawah, bersih. Ya, diusahakan kembali kesini dan nginep. Insya Allah.


Dari Ubud turun ke Kuta, cari makan malam, RM. Lombok Bersaudara, belum kesampean ke Lombok nyobain makanannya aja dulu. Pelecing kangkung, terong bakar dipotong-potong terus dikasi sambal enak banget, ayam bakar taliwang seekor ayam utuh yang ukurannya mini. Roma pesan ayam suir yang pedasnya mantap suratap banget. Yang kurang enak hanya es cendolnya. Kisaran harga 6000-30.000 an
Sayang aku kurang enjoy karena mendadak sakit. Tapi beneran cocok nih sama makanan Lombok. Selesai makan langsung ke Hotel. Jam 9 malam di Sepanjang Kuta square dan legian masih rame tapi Roma tidak jadi jalan karena aku sakit, maaf ya Roma. Nonton Tv sampai tertidur.

Sekian petualangan hari ke dua di Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s