Bangkok 2nd Day Wat Arun Temple

Wat Arun (temple of the down), lokasinya sebelah barat sungai Chao Praya. Naik dari BTS National Stadium (selanjutnya ditulis NS)- Saphan Taksin kali ini langsung, jalur BTS Silom Line. Berdasarkan hasil survey Wat Arun temple ini termasuk yang direkomendasikan. Baiklah sekalian mencoba berbagai macam armada transportasi di Bangkok. Tiba di Saphan Taksin ikuti saja petunjuk kearah dermaga Namanya Saphan Taksin Pier. Lalu antri, ikutan orang-orang ke arah kanan ya antriannya kalau kearah kiri menuju Asiatique. Biasanya aku paling Hobi nanya cuma ibu-ibu yang di tourist information gak ramah bikin mengkeret sudahlah antri aja.

Di atas feri mulai lagi milih tempat duduk yang kira-kira bisa bahasa Inggris yang mana yah…hahaha cap cip cup, sebelahan dengan Mba-mba, mayan bahasa Inggrisnya sedikit banyak megertilah, cocok banget saya juga gak jago bahasa Inggris😛. Kapal berjalan, kemudian ditagih ongkos, yang managih ibu-ibu, takjub juga. Dia bawa tempat berbentuk tabung, sambil berjalan dikecrek, isinya uang logam sama gulungan karcis mungil yang nantinya disobek dikit setelah kita bayar 15 baht. Feri yang saya naiki ada bendera warna orange, yang saya amati benderanya beda-beda dan bentuk kapalnya juga beda-beda, dan memang tarifnya berbeda berdasarkan warna bendera. selangkapnya mengenai tarif kapal feri bisa dilihat . Sepanjang perjalanan bisa lihat gedung bertingkat, bangunan kuno, kuil, kantor pemerintahan bahkan hotel sheraton punya dermaga sendiri, keren. Air Sungainya sih keruh, tapi hampir gak ada sampah dan tidak berbau. Saya turun di dermaga Tha Tien Pier lalu menyeberang naik feri juga ongkosnya 3 baht saja. Jadi bolak balik nyebrang cuma 6 baht🙂.
IMG_9042
IMG_9062copy

Turun dari feri, disambut dengan burung merpati yang ngerumpi di dermaga. Berjalan masuk bertemu dengan 2 patung besar, yang warna putih namanya Sahassa Decha, dan yang warna hijau namanya Thotsakan (Rahwana). To be honest patungnya rada seram gitu ada taringnya (penakut) setelah browsing ternyata itu patung raksasa/demon pantes😀 Sepertinya kudu baca kisah ramayana. Rupanya itu Ordination Hall, tapi saya gak masuk. Saya menikmati lingkungan temple yang asri, tiupan angin bikin betah. Ada kafe kecil juga. Wat Arun, bagus memang, jadi temple nya terbuat dari potongan keramik porselen,menjulang dan cukup curam. Setiap ada yang berhasil sampai di puncak biasanya narsis melambai-lambai ke bawah hehehe. Untuk mengetahui cerita lengkap dari wat Arun bisa baca disitu
Memasuki Wat Arun ada dua pintu, lewat depan beli karcs di loket 50 baht dengan catatan untuk wanita mengenakan rok panjang. Bisa juga melalui pintu belakang tarifnya 120 baht, maksudnya??? Oww ternyata sekalian di pinjamkan sarung kalau pakaian yang dikenakan kurang “sopan”. So jika mengunjungi tempat ibadah siap-siap saja kain pantai kalau memang tidak suka pakai rok.

Sahassa Decha, dan  Thotsakan (Rahwana)
Sahassa Decha, dan Thotsakan (Rahwana)

IMG_9142

Niat saya mau menunggu sunset karena pasti bagus banget matahari di belakangnya. Sampai disitu masih jam 16.30 oh ternyata masih lama, udah muter-muter, foto-foto, mengamati orang berdoa dari awal sampai akhir.
Mereka juga memberikan sumbangan berupa air mineral yang sudah tersedia disitu tinggal membayar saja, kemudian air tersebut free bisa kita minum. Ada juga paket dalam bungkus kertas coklat gak tau isinya apa, tapi di beli dengan memasukkan uang di kotak sumbangan, lalu paket tersebut di doakan dan diletakkan kembali, setelah di beri nama.

IMG_9116
Benar-benar mengamati kegiatan disana, mengintip ruangan biksu/meditasi yang letaknya di belakang bangunan. Ngintip aja takut gak sopan kalau masuk. Sempat juga ikutan orang-orang masuk bangunan lepas sepatu ternyata itu tempat sembahyang, keluar lagi deh🙂
Ada juga patung 3 monyet bijaksana, pertama menutup mata, kedua menutup mulut, ketiga menutup telinga. Intinya gak usah liat yang buruk, bicara buruk, mendengar yang buruk *kayaknya sih gitu. Monyet aja bisa kenapa kita tidak😀

IMG_9090

Sudahlah coba ke Grand Palace aja deh sudah puas muterin Wat Arun. Lalu nyebrang lagi, di dermaga ini banyak penjual souvenir yang nyeni banget, cuma kita gak boleh foto. Gak pingin beli juga males bawanya. Dari dermaga keliatan kecenya Wat Arun secara keseluruhan, ditambah cahaya sore, keren banget. Sempat foto-foto disitu karena situasinya nyaman, terus terang saja first time solo travel membuat saya hati-hati banget mengeluarkan kamera, paranoid memang. Biasaanya saya sering lupa sama kamera kalau lagi menikmati sunset, ingat lagi pas sudah gelap🙂 biar memorinya mengendap di ingatan. Distu ada taman tempat anak-anak bermain, remaja bercengkrama, bahkan biksu asik mengutak atik HP nya biksu juga manusia🙂. Jangan ditanya berapa orang yang bersiap menunggu sunset di tepi Chao Praya, langsung kebayang kalau saja pantai di Ancol Gratis lumayan hiburan rakyat. Mau ngemil juga ada Pad Thai halal, papaya salad, kelapa muda dan lain-lain. Overall suasananya asik.
IMG_9159Wat

IMG_9165

HHmm masih lama juga nih sunsetnya ayolah ke grand palace. Masalahnya peta tertinggal di restoran di NS tadi jadi bener-bener buta pintu masuk grand palace dari sebelah mana😀 apakah belok ke kiri atau kekanan?

IMG_9149

Oke ambil jalur kekiri deh, setelah berjalan beberapa lama kok liat dua orang balik arah, hmm ok balik arah lagi, ternyata malah ketemu what Po, tuhkan harusnya tadi kuat iman terus aja ke kiri. Wat Pho Reclining Budha masih buka, tapi terpikir nanti bakalan repot kalau sudah malam gak bawa peta, mencari jalan susah dan suasana malam hari juga beda banget kan. Saya putuskan untuk menuju mall dekat penginapan saja.

Sekarang waktunya mencoba transportasi khas Thailand, tuk tuk. Sering membaca peta yang aku print akhirnya ingat stasiun kereta terdekat itu Hua Lampong. Mulailah terjadi tawar menawar dengan supir tuk tuk rata-rata minta 100 baht. Akhirnya ada juga yang mau 70 baht gak tega apa gimana gak jelas juga. Malah supirnya baik, ngobrol-ngobrol. Tapi kok gak sampe-sampe ya, haduh mulai deg-degan, doa terus sepanjang jalan takutnya bener lagi scam ya Allah tolong hamba.

P1010056copy
Setelah berdoa hati tenang asik liat pemandangan kota. Pantes saja tuk tuk mahal karena jaraknya jauh, hihihihi. Sampai di Hua lampong bingung kok kereta apinya bukan dibawah ya (asumsinya MRT) ternyata oh ternyata itu beneran stasiun kereta 555555. Syukurlah Bangkok itu Tourist friendly ada tourist information. PD tanya Mall Platinum naik apa? Dikasi tau rute bus 113, nunggu bus juga gak lama. Sama seperti di feri keneknya ibu-ibu juga bawa kecrekan yang sama. Sekarang bingung tarif bus itu berapa ya, coba-coba kasi uang 20 baht, kembaliannya banyak ternyata tarifnya cuma 8 baht. Di bus yang saya naiki sebelah kiri bangku dua, sebelah kanan bangku satu asik pilih yang duduk sendiri aja. Bertanya kepada penumpang di depan ibu-ibu yang tidak mengerti bahasa inggris, tapi ibu itu super ramah ngajakin ngobrol pakai bahasa Thai, dan saya menjawab dengan bahasa universal, senyum🙂. Cuma satu pertanyaan beliau yang berhasil saya tebak. “Kamu dari negara mana? Saya: Indonesia. Dia: Oh India. Saya: No no no In-do-ne-sia (gak terima di bilang India :D).
Sampai di Platinum sekitar jam 7 malam toko-toko mulai tutup jadi cuma liat sebagian saja. Kali ini mallnya enak adem seperti ITC dan harganya bersahabat. Semakin banyak membeli semakin murah, ada juga satu toko satu harga, masuk katagori terjangkau. Toko tutup balik ke hostel, cari lagi tourist information, menuju NS naik apa? Disarankan naik taksi lalu saya bilang mau naik bus. Rupanya bus yang sama 113 dan 93 cuma turunnya gak di depan NS tapi di MBK, ya gak masalah, dari MBK ngesot juga nyampe ke hostel :p

Naik bus kali ini ber AC tarifnya 11 baht, masih tetap murah. Asik deh hari ke 2 benar-benar irit.
Sampai di Halte depan MBK, hal rutin yang dilakukan mampir ke seven eleven beli susu merk ductcmilli bukan apa-apa cuma itu yang ada logo halalnya🙂 rasanya enak. Jadi setiap jalan disamping beli air mineral juga beli susu. Ceritanya mensugesti diri agar lebih sehat dan kuat, aposeh…

Lewat sky bridge, munculnya di MBK lantai 3, biasa mata jelalatan lagi ketemu lagi counter boots beli deh hand and nail cuma 80 baht. Cuma itu yang kemasannya 100ml yang lain lebih dari 100ml gak bakal lolos masuk kabin. Ketemu juga sandal jepit havaianas yang harganya 199 baht murah pisan. Apa daya sudah lelah besok aja kalau sempat mampir lagi deh. Langsung balik hostel. Sekian perjalanan hari kedua.

Note: walaupun saya hobi foto, tapi saya lebih suka mengendapkan memori diingatan, fotonya di rekam di otak🙂 jadi maaf saja kalau fotonya malah gak fokus. Saya memang penikmat suasana, aktifitas warga setempat,inter aksi dengan penduduk lokal, mempelajari budayanya, kuliner, dll jadi yang difoto seringnya ya itu. Makanya saya kurang cocok dengan paket wisata, disamping mahal, waktunya juga terburu-buru dan yang dituju objek wisata tourist oriented. Sedangkan saya kalau merasa cocok disuatu tempat bisa stay lama atau malah balik lagi ke empat yang sama😀. Kalau mau lihat foto wat arun bisa browsing ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s