love our earth

Hari itu paket mukena datang dengan di bungkus lakban sekelilingnya, aman gak basah gak sobek. Kebetulan hari itu juga mau maketin barang, alhamdulillah hemat deh buka paketnya pelan-pelan lakban dipakai untuk pengiriman barangku. Rupanya Abang merhatiin Bundanya langsung komplen. Abang: “Bunda ya kalau bungkus barang pakai lakban bekas, kalau ngasi kado pakai kertas kado bekas, hemat banget sih.”

Sebenarnya saya tau kalau dia sudah tau jawabannya, makanya saya mendiamkan saya. Benar saja tak berapa lama dia lanjut lagi. Abang:” Alasannya supaya hemat bang, mengurangi sampah dibumi….kalau kado kan yang penting isinya bukan bungkusnya….malu-maluin aja.”

Hohoho sudah besar sekarang hobinya komplen.
Me: ” Memangnya Abang malu punya Ibu kayak Bunda?” Kalau Bunda sih bangga banget punya anak seperti Abang, apapun kondisinya. Jangankan Bunda, Ibu yang anaknya penjahat aja masih sayang sama anaknya. Di besuk dipenjara padahal dia tau anaknya jahat.”

Kemudian hening, lama. Tidak ada suhatan sama sekali. Well this is the end of our conversations.

Sedikit flash back, sejak SD saya suka membaca, kebetulan daerah rumah saya dekat dengan gramedia matraman. well kalau dulu terasa dekat dari rumah di condet tinggal naik PPD 40 turun depan gramed😀

Setelah smp mulai jadi anak rumahan hobinya dirumah belajar, les, udah jarang keluar. Kebetulan Babe langganan majalah Tempo. Paling suka baca majalah tempo dari bagian belakang sampai ke depan catatan Goenawan Mohamad save the best for last. Kalau dibagian belakang tuh sering ada issue lingkungan, kesehatan nah kalau sudah baca itu semangat go green tuh tinggi banget. Gak buang sampah sembarangan, menanam tumbuhan, menggunakan listrik dan air sehemat mungkin, mengurangi sampah plastik. Malah ada satu kejadian lucu semasa SMA, ketika lagi booming mini market seperti Indomart saya membawa tas kain dari rumah sehingga tidak perlu memakai plastik. Mbaknya malah senyam-senyum sendiri. Ada yang lucukah?
Dalam hati saya menjawab cepat atau lambat saya yang akan tersenyum watch me.
Sampai di buku les, buku sekolah semboyan go green ditulis penuh sampul buku. Kebetulan ada teman yang bisa menulis dengan bagus, dia langganannya. Green peace, save the earth, say no to plastic bag, dan sebagainya. Beranjak kuliah lebih parah (kata Mami) setiap membeli sesuatu komposisnya dibaca seteliti mungkin. Mami:” kalau ngajak dia belanja milih selai aja bisa setengah jam.” Dasar anak bader tetap dijawab: “Hanya untuk 2-3 bulan aja kok, selanjutnya sudah tau semua.”

Kalau ngepel curi-curi gak pakai pewangi, kalau dikomplen selalu jawab. “Zaman dulu juga orang ngepel cuma pakai air.” Kalau dicemberutin baru deh pake pewangi. Paling suka bersihin kamar mandi, bela-belain disikat biar gak pakai hhmm apa itu namanya pembersih kloset (gak mau sebut merk). Diomelin lagi, udah biasa emang nasib😀

Ternyata apa yang menjadi kebiasaan pasti ditiru anak-anak. Saya mewajibkan selesai makan, sisa makanan dibuang ke tempat sampah, lalu piring diletakkan di sink. Bahkan di restoran cepat sajipun selesai makan saya mengumpulkan piring san sisa-sisa makanan, melap meja dengan tissue bekas, jadi pelayang tinggal mengangkut nampan aja. Sambil melakukan itu saya ngomong:”Aduh namanya ibu-ibu kebiasaan dirumah lap meja sehabis makan jadi susah dihilangkan.” Biar gak dikomplen aja sih sama Abang. Ternyata ketika saya dan teman-teman ketemuan, nostalgia masa SMA haha hihi di BeGor Sla*** selesai makan kami ngobrol, anak saya yang kecil mengumpulkan piring-piring, membuang sisa makanan ke tempat sampah lalu meletakkan di dekat meja etalase. *hadoh* I’m really proud of him. Anak Bundaaaa.

Sesuatu yang seharusnya kita lakukan, jika diperjuangkan pada akhirnya akan membuahkan hasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s