Reunion or Reuni

Belakangan ini sering ketemuan sama teman SMP, merasa klop aja. Seringnya sih ketemuan makan dimana. Lama-lama terfikir kalau cuma kita-kita aja yang sering ketemuan gak seru dong. Tercetuslah ide dari Dina R untuk membuat reuni khusus angkatan kami. Oke kami tunggu feed back dari teman-teman, kalau responnya bagus kita jadikan segera.

Semula hendak diadakan di Bumi perkemahan Cibubur dengan alasan transportasi di rubah menjadi di Ragunan. Transportasi mudah, murah meriah yang pasti adem. Tau dong cuaca di Jakarta lagi cakep-cakepnya. Sempat berfikir di Taman Mini Indonesia Indah, dengan pertimbangan biaya maka pemenangnya tetap Ragunan. Konsep acara kami bagaimana agar semua bisa ikut serta tanpa memandang ekonomi dan latar belakang. Kami sudah lama tidak bertemu tidak tau ekonomi keluarga teman-teman lain, jangan sampai acara reuni yang intinya kumpul-kumpul semua, menjadi eksklusif karena biaya yang tidak terjangkau. Ya kalau cuma diragunan yang biaya masuknya hanya 3000 bisa dong, naik transjakarta sampai depan Ragunan. kurang hemat apa coba? tinggal niat saja yang besar ikutan reuni.

Tekhnisnya sederhana, lunch box, snack tinggal pesan, tempat tinggal sewa, menghubungi teman lewat jejaring sosial gampil deh. Paling yang sibuk bendahara, sama seksi acara. Eh ternyata gak gitu juga kali, ribet euy….
Masalahnya yang mau bayar tidak langsung transfer tapi nunggu temannya dulu ikut gak, bentrok acara keluarga gak? Dan sejuta alasan lainnya yang intinya menunda pembayaran yang membuat panitia senewen hehehehe. Gimana enggak, kita bikin acara semurah meriah mungkin hanya 50 ribu saja, jadi setengah dari pembayaran sudah buat konsumsi setengah lagi buat sewa tempat, spanduk, dokumentasi, listrik dan kebersihan. Ditargetkan cuma 40 orang semua biaya tertutup. Tapi sampai 3 minggu sebelum hari H, masih belum tercapai itu kuota. Otomatis panitia nombok duluan buat pesan tempat dll. Karena semua dilakukan dengan ikhlas maka meski kelimpungan dan sempat tegang urat ada aja yang salah, akhirnya kembali ketujuan utama yaitu silaturahim, jadi kami belajar mengikhlaskan.

Ketika ditanya ini sebaiknya gimana jawabannya terserah, soal foto terserah aaarrgghhh. Begitu dibuat, ada saja campur tangan sampai-sampai kebanyakan pertimbangan.
Akhirnya diputuskan, okey, job desk sudah jelas, bendahara urusan uang dan konsumsi, foto urusan foto, seksi acara dan registrasi sudah jelas, games juga sudah ada person in charge. Jangan dicampur aduk deh, biarkan bekerja masing-masing sesuai porsinya. Yang paling krusial adalah Public Relation-nya, kudu banyak yang sounding biar tau dan rame, maka diputuskan seluruh panitia adalah PR di bantu teman-teman lain. Itu yah timeline di facebook penuh dengan ocehan kami-kami yang gak tau malu ini. Sampai-sampai saya kasi istilah “sales panci” karena kami pantang menyerah sebelum transfer. Dibantu dengan PR cabutan lain, makin banyak deh yang tau, cuma sayang mereka bimbang untuk ikut ada yang megang arisan, ada yang suaminya tugas luar kota, ada yang baru melahirkan, macam-macam deh, tapi paling tidak ada feed backnya.

Sampai 2 minggu sebelum hari H alhamdulillah kuota tercapai bahkan lebih sehingga kita bisa sewa organ tunggal. Dengan berbagai upaya juga mohon donatur doorprize yang kebanyakan dari panitia, sukarela, mayan deh bagus-bagus hadiahnya. Voucer belanja, voucher pembelian tiket, baju, tas, mukena, jersey dll. Yang beli cuma HP samsung, keren kan, padahal harganya cuma 300ribu. Acara yang dibikin sederhanapun menjadi seru. Alhamdulillah semua peserta disuruh ikut games, partisipasinya oke banget. Gak boleh ada yang keliatan bengong…bakal ditarik sama seksi acara Ati dan Dina.

Juga ada sesi menampilkan foto-foto jadoel dalam slide menggunakan proyektor. Seharusnya ini acara ditunggu banget alias pamungkas. Foto-foto juga sudah terkumpul lumayan banyak. Akan tetapi karena yang bertanggung jawab akan masalah ini salah persepsi maka hanya sebagian saja foto yang tayang. Dipikirnya setiap foto musti dikasi komentar, maka kehabisan komentarlah si Ika hahahaha. Padahal cukup menampilkan foto lalu MC atau siapa yang ada di foto ngomong menjelaskan isi foto maka balik juga kok memorinya😀

Tidak disangka konsep acara yang sederhana bisa jadi seru. Banyak yang bbm atau sms aku bilang, thanks ya, acaranya bagus, sukses. Sisa uangnya juga bisa disumbangkan kepada salah satu teman yang sedang menjalani pengobatan kanker, semoga lekas sembuh ya Irma sayang.
Terima kasih untuk panitia yang sudah pontang-panting meluangkan waktu, tenaga, pulsa, emosi, dan kebaikan demi suksesnya acara ini. Terima kasih untuk teman-teman atas partisipasinya sehingga acara makin seru.
Beberapa note yang bisa diambil dari acara reuni.

1. Pastikan penetapan tanggal reuni tidak bentrokan dengan jadwal UTS atau UAS anak sekolah karena biasanya Ibu-ibu akan susah tuh diajak hehehe…
2. Job desk yang jelas untuk setiap panitia, deadline, dan tidak boleh ada campur tangan panitia lain kecuali dimintai pendapat🙂 #penting banget.
3. Sebisa mungkin melakukan pendekatan personal dengan ketua-ketua gank ups kalau dulu disekolah kan suka nge gank tuh. Jadi satu-satu pentolannya diajak, kalau sudah diajak maka teman-teman se-gank akan lebih mudah ikut.
4. Terkadang ada yang sudah dapat berita tapi mereka gak mau kalau tidak diundang secara langsung oleh panitia. Maka panitia wajib meluangkan waktu nelpon atau mengantar undangan, agak ribet memang tapi worth it.
5. Jangan kaget apabila ada yang pertanyaannya banyak banget tapi akhirnya gak ikutan, cuma bikin ribut aja, sabar hehehe.
6. Ikhlas dan sabar deh intinya untuk panitia, minta doa yang banyak agar acara dilancarkan, dimudahkan, cuaca cerah, sukses dan semua senang.
7. Jangan terpaku pada susuan acara yang padat, disesuaikan saja dengan keadaan dilapangan.
8. Dress code yang tidak membebani, kalau kami untuk perempuan nuansa merah, untuk laki-laki biru, biar cerah kalau di foto😉 Jadi gak perlu bikin kaos karena nambah biaya, tidak akan dipakai lagi. Gayanya jadi standar, gak seru deh.
9. Karena seksi acara tob banget jadi gak ada yang nganggur tuh, sebenarnya organ tunggal rada mubazir juga. Paling pas nunggu pada kumpul aja ada yang nyanyi, selebihnya cuma musik pengiring saja. Kalau dana tidak mencukupi organ tunggal bisa di skip diganti dengan lagu-lagu dari mp3 player  (benar-benar pengiritan).
10. Jangan lupa pada saat kedatangan langsung dikasi name tag, yang gampang sih sticker putih ditulis nama *merk tom &jer**. Jadi kalau ada teman yang lupa namanya bisa sok akrab gitu, buat games juga gampang panggil namanya. Lalu setiap orang foto di foto booth, buat kenang-kenangan bo’.

11. Untuk hadian setiap games, belikan saja makanan ringan yang kita makan semasa SD/SMP dulu. Ada choki-choki, bengbeng, biskuit yang kecil-kecil yang diatasnya gula warna-warni gitu deh yang intinya siapapun yang dapat hadiah sekelompok bisa makan semua😀
12. After reuni, segera pajang tuh foto di media sosial, jangan di upload semua biar pada penasaran hehehe. Nanti euforianya berasa tuh seminggu dua minggu masih rame time line. Biarin yang gak ikut pada nyesel gak punya foto :p Semoga sukses acaranya.

Fotobooth
Fotobooth
Dihukum joget malah senang...hehehe
Dihukum joget malah senang…hehehe
Rame meskipun sebagian sudah ada yang pulang.
Rame meskipun sebagian sudah ada yang pulang.

IMG_0770

lagi cerita moment foto itu di ambil :)
lagi cerita moment foto itu di ambil🙂
Sales Panci
Sales Panci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s