Gagal Fokus

Belakangan ini kembali lagi ke awal, sesuatu yang telah di ikhlaskan kembali dipertanyakan. Perkara sepele banget, hampir tersulut emosi karena sikap seseorang. Untungnya masih dalam lindungan Allah jadi tidak sampai melakukan tindakan yang mempermalukan diri sendiri. Benar banget jika ada yang bilang selagi emosi sebaiknya diam.
Ada beberapa orang dalam kehidupan kita memang khusus didekatkan pada kita agar kita sadar, jangan berbuat konyol seperti dia, agar kita waspada dan agar kita lebih bersabar dalam menjalani takdir_Nya.
Semua itu sudah menjadi ketetapannya, orang baik sebagai berkah dalam kehidupan kita, orang antagonis sebagai ladang pahala buat kita😀
Ada 3 langkah yang bisa kita ambil untuk meresponnya:

Pertama, hanya masalah mind set, ketika kita hendak marah kita sadar jangan berkata apapun yang akan disesali dikemudian hari, gak level, gak penting, siapa dia, yang waras ngalah, dan terakhir saya lebih bahagia daripada dia. Yes that’s it. Selama periode menanamkan mind set itu nafas diatur, istighfar. Selesai gak butuh waktu lama kok hanya 2 menit menahan amarah, merubah pola pikir dan istigfar. Setelahnya semua menjadi tidak penting dan tidak berharga untuk diperdebatkan.

Kedua, fokus pada solusi bagaimana menyelesaikannya. Oh ternyata ada tipikal orang tertentu yang belum dewasa “sedewasa” umurnya. Forget it wasting you energy. Berdoa pada Allah mohon diberikan kekuatan, kesabaran dan ditunjukkan mana yang benar. Sabar gak lama kok nanti akan terbuka juga kebenarannya. Gak mesti dari mulut kita tapi pelan-pelan hanya menonton apa-apa yang menjadi hak kita. Jika kita sudah sampai level expert maka apa-apa yang tidak membuat kita maju dan bertambah baik, harus dapat dikesampingkan. Payahnya saya belum tahap level expert, masih mencari teman, tempat curhat yang pada kesimpulan di akhir acara jawabannya sama : Sabar dan Ikhlas, ya semua urusan dunia kuncinya itu aja, justru itu yang sedang diusahakan.

Tahapannya:
1. Tenang, jangan terpancing.
2. Fokus pada solusi.
3. Berubah.

Yes berubah jangan melakukan kesalahan yang sama, jika tidak berhasil dengan cara A rubah strategi menjadi B, gak berhasil ganti C. Gak berhasil juga tentukan skala prioritas, penting dan mendesakkah hal ini sehingga harus menguras emosi dan menyita waktu? Pasti jawabannya TIDAK.
Karena orang-orang yang penting dan berarti dalam hidup kita tidak akan melakukan tindakan yang secara sengaja menyakiti hati kita.

Pindahkan ke recycle bin, finish.
and keep smiling……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s