Padang Panjang

Rencananya sehabis mudik lebaran kemarin mau bikin story perjalanku di Sumatera, ternyata sampai sekarang belum kesampaian padahal sudah ganti tahun. Disibukkan dengan kegiatan rutin, non rutin, organisasi dan kegiatan sok sibuk lainnya akhirnya saya memutuskan menulis pengalaman yang paling berkesan diliburan kemarin. Beberapa kali sejak SD sudah berpetualang lintas Sumatera karena keluarga kebanyakan masih tinggal di Medan, Binjai dan sekitarnya. Kali ini berbeda, mampir di Padang Panjang yang pemandangannya Subhannallah onde monday tuesday…terpana sayah.

Setelah acara pengajian di rumah Solok, kami mengantar kerabat yang hendak pulang ke Padang, berangkat pagi sekitar jam 8 lewat danau Singkarak kemudian masuk Batu Sangkar lanjut terus mampir di Istana Basa Pagaruyung. Sepanjang perjalanan di Batu Sangkar hamparan sawah, bukit ah sesuatuh banget. Saya langsung teringat Ubud dan dalam hati saya langsung state, ok Ubud gak ada apa-apanya hehehe maaf ya warga Bali kalian harus berkunjung kesini untuk membuktikannya. Bedanya cuma kemasan Ubud yang di design wisatawan friendly. Kalau ini masih asli blas super keceh hehehe.

IMG_0323
Hasil Jepretan tukang foto, dibelakang Istana.
IMG_0343
Jepretan Lia, hasil kursus singkat DSLR.
IMG_0376
Detail ukiran istana Basa Pagaruyung, dari depan Istana.

Foto-foto di Istana Basa Pagaruyung, saya memang suka foto dan kebetulan sepupu suami 3 orang gadis yang lumayan kooperatif untuk difoto jadilah klik klik, keseluruhan istana tidak saya foto, terik banget dan pengunjung rame karena hari ketiga lebaran. Jika ingin difoto menggunakan pakaian adat bisa menyewa disini. Saya tidak menyewa karena suami dan anak-anak paling malas diajak foto. Memang rejeki ketika saya sedang asik moto tukang foto yang banyak beredar disitu salah satunya menawarkan jasa untuk memoto kami berlima, hehehe sempat narsis jugalah. :p

Dari Pagaruyung sudah lepas dzuhur kita lanjut lewat Padang Panjang. Suami promo ada rumah makan enak namanya Pak Datuk cabang dari Dumai, sepupu juga kerja di Padang Panjang dan dia tau persis daerah situ. Meski sudah lewat jam makan siang dibela-belain nahan lapar agar bisa makan di Pak Datuk dan nyobain sate Mak Syukur yg famous itu.
sekali lagi saya takjub liat pemandangan di Padang Panjang, Allah menciptakan Indonesia dengan penuh cinta, cantik banget, pure.

IMG_0420
R.M Pak Datuk
IMG_0426
Dendeng Lambok, yang bikin makan nambah🙂

Menyebalkannya sepupu suami ketawain saya, kata mereka saya norak liat sawah foto, liat sungai foto. liat monyet foto…kami sudah biasa, liat Gedung bertingkat baru kami foto :p. Aduh beneran deh kalau gak ingat di mobil rame saya pasti mapir sana sini karena dari awal sebelum mudik udah perjanjian sama suami kalau pulang jalur darat harus wajib mampir-mampir, kalau gak mau mampir kita naik pesawat ajah. Kebayang kalau sore hari foto disini bagus banget pastinya halah menghayal terus. Saya sampai susah berkata-kata, sebelumnya saya lewat payakumbuh saja meskipun sering lewat saya tidak pernah tidur, I don’t want miss a thing. Sekarang liat Padang Panjang saya langsung berkata:”Bersyukur banget ya orang yang kampungnya di Padang Panjang, mau nih saya pensiun tinggal disini…”
Foto yang saya upload sebagian kecil saja biar penasaran datang langsung kesana.😀

IMG_0403 copy
Somewhere near Padang Panjang
IMG_0430
Rel Kereta Pengangkut Batu Bara dari Sawah Lunto
IMG_0455
Air Terjun Lembah Anai

Lembah Anai, air terjun persis dipinggir jalan.

Sampailah di RM Pak Datuk jam 2 lewat aduh lapernya gak kira-kira restaurant padang pelayanannya cukup cepat tapi tetap saja saya bilang ke udanya:” Ga pake lama ya da…lapar berats.” Dan semua terhidang di meja. Sepupu yang kalap saya larang menyentuh makanan dulu, ritual khusus, foto dulu bentar menunya hihihi. Bingung mau pilih makan apa akhirnya mata saya tertambat pada irisan daging dendeng dengan cabe hijau dan irisan bawang merah diatasnya. Suami saya bilang ayam gulainya nomer satu, tapi saya sudah sering bikin ayam gulai lumayan eneg juga. Maka tertambat pada dendeng lambok namanya, sempat tanya Lia saya makan apa? Lia bilang semua enak kak, coba dendengnya. Oke here we go dendeng. OMG enaaaakkkkk pake bengeeett heaven on earth, Mama saya aja belom tentu bisa bikin dendeng seenak ini, gurih, empuk, seger dengan irisan cabe bawangnya…yang pasti kami semua makannya tambo ciek eh ada yang duo sih hahaha. It’s a must makan di RM Pak Datuk cabang. Padang Panjang *iklan gratis.

Saya gak gitu fokus coba-coba menu lain hanya dendeng, standar sayur nangka eh salah, sayur nangka rasanya gak standar tapi enak abis, sayur sampe berebut pesan lagi, tapi suami colak colek sana sini katanya semua enak, akur deh. Biasanya klo lewat jam makan udah eneg perutnya ini sih gak pakai mual tancap gas pol hahaha.

Gak jadi mampir sate Mak Syukur yang letaknya berdekatan, udah full perutnya. Lanjut perjalanan melewati air terjun Lembah Anai, ih air terjun di pinggir jalan can you imagine di Jakarta lagi macet pemandangannya monyet lewat diatas kabel listrik dan pohon-pohon, terus ada air terjun, sungai kecil hohoho hayalan tingkat tinggi. Beneran betah disini, ternyata yg bikin rada macet banyak yang mandi di air terjun dan mungkin sebagian mengambil gambar. Gak pingin ke Padang pingin main air aja, cuma Abang saya ada janji mau ketemuan dirumah temannya ya sudahlah ngalah aja. Tapi saya bilang: I’ll be back soon *biasanya someday ini ganti jadi soon.
Sayang karena saya mengambil foto didalam mobil berjalan gak semua hasilnya bagus, tapi di memory saya masih nempel tuh indahnya Danau Singkarak,Batu Sangkar, Padang Panjang dan kota selanjutnya di halaman setelah ini.

2 thoughts on “Padang Panjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s