Persiapan Sebelum Keberangkatan #Umrah 4

Perlengkapan sudah, VISA sudah sekarang tinggal menunggu hari H.
Deg-degan, pastinya, lumrah kok. Semua pasti mengalaminya. Bagi yang banyak dosa seperti saya sudah pasti galau :p. Belum lagi mengikhlaskan anak-anak di rumah. Banyak banget deh yang bikin suasana hati campur aduk.
Balik lagi ke niat awal, luruskan niat, ikhlaskan yang ditanah air. Sebelum berangkat ada baiknya untuk pamit dengan keluarga, tetangga, saudara, dll. Agar ibadah kita plong disana, segala sesuatu yang menganjal disini ditinggal disini dan diselesaikan. Memang terkesan aneh, norak ataupun bisa jadi pamer, tapi kalau kita niat lillahi ta’ala, Insha Allah kita bisa kok.
Pamit gak musti bikin acara ratiban besar-besaran, cukup sedekah saja memberi makanan kepada 2-3 orang, tergantung dana yang tersedia. Bisa pamit melalui telpon, media sosial dan lain sebagainya. Terus terang saya juga berat mau pamitan, takut riya hilang berkahnya, tapi mikir lagi. Iya kalau saya kembali berdua dengan selamat, kalau cuma tinggal nama? Ya sudahlah bismillah, pamitnya juga sama tetangga sekomplek yang ikut pengajian saja. Beneran berat deh konsekuensinya gak pamitan bagaimana, pamitan bagaimana, tapi mantepin aja niat karena Allah. Sama seperti saya menulis artikel tentang Umrah ini, malu, masih banyak dosa. Tapi saya ingin berbagi ilmu semoga ke Mekah bukan sesuatu yang mustahil buat yang “jajannya” terbatas seperti kami. Ayo kamu bisa, fighting!

Pendelegasian tugas yang jelas untuk yang ditinggalkan, misal jadwal antar jemput anak, lesnya, jadwal minum obat dll. Memberikan catatan nomer telpon penting. Yang tidak kalah penting adalah scan passport dan VISA kemudian simpan di e-mail. Tujuannya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Misal passport hilang, tentu pengurusannya akan lebih mudah jika ada data-data tersebut. Juga di foto copy passport selipkan disetiap tas yang kita bawa, sebagai identitas.
Kalau biasanya Umrah reguler mereka mempunyai seragam khusus agar mudah di identifikasi, kita juga bisa kok janjian sama teman menggunakan jilbab warna biru misalnya. Atau menyematkan pita pada jilbab, banyak cara mudah, murah dan praktis.

Banyak menghapal doa shalat sunah, terutama tata cara shalat sunah jenazah, karena hampir disetiap waktu shalat akan ada shalat jenazah.

Dan terakhir yang paling utama adalah mengikuti manasik, jika di kelompok kita tidak ada manasik, kita bisa ikutan jemaah umrah lain. Atau coba aja main-main ke islamic center atau Asrama haji untuk Jakarta di Pondok gede, pasti ada saja kegiatan manasik, ikutlah gabung. Kalaupun masih sulit, download aja tata cara umrah dari internet banyak banget😀. Ilmu itu penting, agar ibadah kita berjalan lancar dan sesuai sunah Rasul. Kami manasik di Asrama Haji Pondok Gede , thanks to Mbak Elly yang mau luangkan waktu buat kita.

Manasik

1618663_10152201139299729_1870502449_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s