Madinah al Munawarah Tour #Umrah 7

Pada hari Jumat, sebelum shalat Jumat kami tour seputaran Madinah. Tour ini memang tour standar yang sudah termasuk dalam paket Land Arrangement, bahkan ada yang ke peternakan Unta, sama ke tempat pembuatan Al Quran. Kami hanya ke 4 tempat ini saja:

1. Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW ketika pertama kali beliau tiba di Madinah, pada tahun 1 Hijriah atau 622 Masehi di Quba.

Pembangunan masjid ini terekam dalam Alquran surah At-Taubah ayat 108. Masjid Quba disebut dalam kitab suci Alquran sebagai masjid yang dibangun atas dasar takwa.

‘’… Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.’’

Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bersuci dari rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba, lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala sebagaimana ganjaran umrah.” (HR Tirmidzi)
Maka disini kami shalat tahiyatul masjid. Tidak berlama-lama, hanya melihat bagian belakang tempat shalat wanita sambil sekilas memperhatikan rombongan tour lain.

Banyak yang berdagang disini ada bumbu dapur, pacar, sajadah dan lain-lain.
Quba

2. Kebun Kurma

Disini beraneka ragam kurma ada, sampai lupa ada berapa jenis. Harga jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang di jual diseputaran masjid Nabawi, tapi karena keasikan mencicipi akhirnya beli juga. Uniknya kurma disini mempunyai rasa yang berbeda-beda satu sama lain. Kalau di Indonesia saya hanya tau dua rasa yaitu yang manis dan manis bangeeet.
Favorite saya adalah kurma Sukkari, kurmanya itu fresh, basah, lembut dan manis. Saya ajak Mas Catur dan Mbak Silvi mencoba mereka langsung suka dan beli. Sukkari dates is my favorite. Belakangan saya tau di Masjidil Haram banyak yang sedekah kurma sukkari.
Jangan lewatkan minum teh manis yang disediakan di kebun kurma, tehnya kental, enak deh🙂
DSC00314

Kebun Kurma

3. Gunung Uhud

Gunung Uhud terbentang sepanjang 7 km.

Disini terasa bahwa peran mutawif itu penting sekali, selama perjalanan menuju Uhud di Bus Hanif menjelaskan sejarah perang Uhud dengan syahdu. Kita dengan mudah dapat membaca sejarah perang Uhud, akan tetapi dengan penjelasan disertai ilustrasi dan berada ditempatnya, sedikit banyak hati bergetar membayangkan peristiwa tersebut. Ini sebagian cerita yang saya ingat *dan kebetan yg dicatat* yang diceritakan oleh Hanif.

Perang Uhud adalah perang antara tentara Islam dengan tentara kafir Quraisy. Tentara Islam berjumlah 1000 dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW bergerak munuju Uhud, tapi hanya 700 orang saja yang tetap melanjutkan perjalanan sementara 300 orang lainnya kembali ke Madinah karena dihasut oleh Abdullah bin Ubai ketua orang munafiq.
Sedangkan tentara kafir Quraisy berjumlah 3000 orang dipimpin oleh Abu Sufyan ibni Harb.

Sebanyak 50 orang pasukan pemanah di tempatkan diatas bukit, dan Nabi Muhammad berpesan agar mereka tidak turun dahulu sebelum ada perintah dari beliau. Akan tetapi ketika pasukan pemanah melihat tentara kafir quraisy bergerak mundur, ada sebagian turun tanpa menunggu komando dari baginda. Hanya 14 orang yang bertahan tetap diatas bukit. Mereka yang turun tergoda oleh harta rampasan perang. Melihat hal ini tentara berkuda kafir Quraisy berbalik arah mengambil jalan memutar dari arah belakang kemudian mencoba menguasai bukit. Akan tetapi tentara berkuda tersebut gagal menguasai bukit.

Dalam peperangan ini sekitar 70 orang tentara muslim terbunuh salah satunya Hamzah bin Abdul Muttalib. Para syuhada ini dikuburkan ditempat pemakaman Uhud dengan cara satu lobang berisikan 2 jenazah (ditumpuk). Yang paling bawah yang menyentuh tanah adalah yang paling pertama menghapal Al Qur’an, Sehingga sempat terjadi perdebatan diantara sahabat yang masih hidup, siapa yang paling dulu menghapal Al Qur’an.Subhanallah. Sebegitu besar keutamaan bagi penghapal Qur’an.
Diceritakan pula ketika banjir melanda Madinah jasad para syuhada muncul keluar dalam keadaan utuh.

Untuk teman-teman pria, Hanif mengajak berdoa bersama di pemakaman uhud. Sementara wanita hanya melihat keadaan sekitar. Dan kami tidak diizinkan oleh Hanif naik ke bukit. Pertanyaannya simpel, untuk apa panas-panas naik ke bukit?

Kami yang lebih tua, kembali nurut sama mahasiswa 24 tahun ini.😀
DSC00315

Pemakaman Uhud sebelah kanan yang dipagar, sebelah kiri bukit tempat pasukan pemanah.
P1010433

4. Masjid Qiblatain,

Kami hanya melewati saja, tidak berhenti karena mengejar shalat jumat.

Sempat diskusi didalam Bus, apabila kami ingin mengunjungi peninggalan Nabi Saleh dia bersedia mengantar, itu tidak termasuk dalam paket tour. Kami yang wanita semangat sekali, ternyata hasil diskusi dengan para pria akhirnya batal ke Madain Saleh. Pertimbangannya jarak yang jauh sekitar 440 km dari Madinah. Optimis kok Insha Allah akan balik lagi ke kota Nabi ini semoga Allah ridho kami berkunjung ke Madain Saleh.aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s