Al Haram #Umrah 8

DSC00419copy
Tiga hari di Madinah, saat yang ditunggu tiba, berangkat menuju Haram untuk melaksanakan prosesi Umrah. Meskipun sebagian hati sudah tertambat di Madinah, the show must go on.

Sebelum berangkat, di hotel kami manasik singkat yang diajarkan oleh Hanif, disitu sedikit banyak refresh lagi, apa-apa saja yang boleh dilakukan, dan tidak boleh. Kamipun berangkat. Bismillah…
Tujuan pertama menuju miqat untuk penduduk Madinah yaitu Bir Ali. Untuk yang laki-laki sudah memakai pakaian Ihram dari Hotel, begitu juga wanita. Di masjid ini kami shalat tahiyatul masjid, dan berihram. Setalah niat diucapkan,untuk lebih amannya kami duduk sendiri-sendiri biar gak ghibah dsb. Saya menyempatkan diri menelpon Mama, minta doa restu, janjinya gak nangis, tapi nangis juga dikit, berkaca-kaca doang, beneran deh.
Selama perjalanan dari Madinah ke Makkah, kami dibimbing oleh Imam, mahasiswa Universitas Madinah jurusan syariah, asalnya Jakarta. Karena hari itu Hanif ada kuliah, sehingga tidak bisa mengantarkan. Kami sangat berterima kasih telah dibimbing selama di Madinah oleh Hanif.

100_8042
Sampai di mekah check in, dikasi nasi box nasi dialuminium foil, masakan Indonesia, senangnya🙂
Sekitar jam 10 kami berangkat ke Haram, naik bus yang disediakan hotel, sampai di Haram, sholat tahiyatul masjid dan shalat Isya. Prosesi Umrahpun di mulai, ustad beda lagi yang di Haram. Lebih tua, beliau memberikan arahan agar Umrah dilaksanakan masing-masing tidak perlu berbarengan apalagi mencari-cari teman. Fokus dengan doa-doa serta dialog kita pada-Nya, karena setiap orang mempunyai doa dan keinginan yang berbeda-beda.  Doa juga bisa disampaikan menggunakan bahasa apa saja gak musti pakai bahasa arab, intinya ngerti aja hehehe. Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan untuk dibaca, kecuali diantara rukun Yamani sampai hajar aswad disunahkan membaca doa sapu jagad yang lafalnya :

رَبَّنَااَتِنَافِ الدُّنْيَا حَسَنَةًوَفِ اْلاَحِرَةِحَسَنَةًوَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar”
(“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.) QS. Al Baqoroh 201.

Sempat baca buku Quraish Shihab dan dijelaskan juga sama Mbak Elly  waktu manasik di Jakarta, kenapa diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad disunahkan membaca doa itu. Ternyata di tempat itu malaikat hanya mengucapkan aamiin, aamiin, aamiin, doa apalagi yang paling baik selain doa kebaikan dunia akhirat? Selebihnya bisa membaca zikir, tasbih, tahmid, tahlil, ataupun membaca Al qur’an. Alhamdulillah saya sama suami diberikan rejeki shalat di Hijr Ismail juga.
Kami berjanji selesai tawaf dan shalat sunah, akan berkumpul di belakang maqom Ibrahim. Selama prosesi tawaf bersama suami, otomatis air mata ngalir, lancar, gak sangka saya bisa sampai disana. Cita-citaku, doa-doaku diijabah hari ini, alhamdulillah. Terbayang langsung anak-anak alangkah bahagianya kembali kesini bersama mereka dan seluruh keluarga besar kami, aamiin. Selanjutnya selesai sholat doa ini tak tertinggal.
Selesai Tawaf lanjut shalat sunah, dibelakang Maqom Ibrahim. Berkumpul dengan teman satu group kemudian lanjut sai. Alhamdulillah sai agak lama sehingga selesai hampir jam 2. Titik kumpul terakhir di pintu 25 untuk tahalul. Rencana awalnya yang wanita tahalul di hotel menjaga agar aurat tidak terlihat. Ternyata bisa juga tahalul di Haram dengan memasukkan gunting kedalam jilbab dipotong deh rambutnya sepanjang satu ruas jari. Saya mengikat rambut sehingga hampir semua rambut ikut terpotong Insha Allah. Kalau laki-laki sunahnya botak, karena Nabi Muhammad mendoakan 3 kali bagi yang mencukur habis rambutnya.

100_8078

Sampai di hotel sekitar jam 2 dini hari, istirahat sebentar lalu lanjut tahajud dan subuh di masjid. Ada kejadian lucu, ketika azan kira-kira pukul 4:50 saya pikir sudah masuk waktu subuh karena tidak melihat jam, sholat sunah fajar, lalu menunggu subuh berjamaah kok lama sekali. Ternyata itu azan pertama, azan kedua pas waktu subuh jam 5:30.

Selebihnya hari-hari diisi dengan, ibadah, makan,ibadah, makan,tidur. Sesekali cuci mata cari oleh-oleh buat dirumah.
Di mekah kami sehari city tour adapaun jadwal City tour kota Makkah: Jabal Tsur, Jabal Rahmah & Arafah, Jabal Nur & Gua Hira, melewati Mina, Muzdalifah.
City tour hanya melihat-lihat saja tidak lama jadi tidak banyak yang bisa diceritakan🙂
Cuma di Jabal Rahmah yang lama, turun dari coaster lalu naik keatas bukit, kecuali saya dan suami nunggu di bawah. Hari itu suami tidak enak badan. Ternyata menunggu dibawah malah berkali-kali dapat sedekah, kurma, cake, dll, alhamdulillah.

DSC00511DSC00564

Satu lagi nih yang membanggakan, pohon yang pertama kali menanam Presiden Soekarno, namanya pohon Mimba.
Subhannallah digurun ada pohon, sesuatu.
Pohon Mimba
3 hari sebelum pulang ke tanah air, temanku yang biasa bareng menstruasi, jadilah aku kebanyakan jalan sendiri di haram, berangkat saja sama suami, karena yang lain juga ada yang menstruasi, ada yang bareng suaminya, ada yang suaminya sakit. Ternyata ibadah sendiri itu asik, gak beban mau kemana aja bebas. Mau tawaf, mau pulang belakangan, pindah-pindah tempat shalat tanpa perlu janjian nanti ketemu dimana. Gak berapa lama giliran suamiku sakit, murni berangkat sendiri ke masjid, sempat risau juga karena sudah diwanti-wanti jangan jalan sendiri. Tapi sayang banget jauh-jauh ke Mekah kalau shalat di hotel, rugi gak dapat 100.000 *ngarepnya gitu aamiin.🙂

Bismillah, pakai masker pakai kaca mata hitam, berangkat. Alhamdulillah selamat dijalan beberapa kali bolak-balik ke masjid sendirian. Doa juga gak putus-putus minta dilindungi. Aku bisa kemana saja dengan aman, modalnya doa, doa dan doa. Disini saja sudah ditunjukkan bahwa kita tidak boleh mengandalkan yang lain selain Dia. Supaya terlihat samar saya ikut rombongan orang Jordan yang satu hotel dengan kami. Begitu mereka naik coaster, saya nyebrang karena bus kami beda. Pernah juga saya pulang salah naik bus rombongan orang Turkey karena keasikan bareng mereka. Alhamdulillah diomelin nenek-nenek, saya gak ngerti nenek itu ngomong apa, cuma ekspresinya saja marah ya sudahlah turun deh hihihi maaf ya Nek.
Shalat di Hijr Ismail dapat 3 kali, “tidak sengaja” mencium Hajar Aswad, tawaf di lantai dua yang ternyata belakangan saya baru tau kalau itu khusus untuk kursi roda dan pendampingnya. Shalat di Hijr Ismail yang kedua kalinya saya sempat bingung gimana caranya menerobos rombongan saya kecil gini sendirian lagi. Entah ide darimana tiba-tiba saya sedikit membungkuk, tangan kanan di julurkan kedepan lalu saya berkata, “permisii..maaf ya numpang lewat….”. Kira ini di Indonesia kali ya tapi alhamdulillah malah berhasil mereka berhenti loh memberi jalan, saya sampai takjub. Ketika shalat di Hijr Ismail untuk yang ketiga kalinya bareng Mbak Dewi, dia penasaran kok aku sudah dua kali shalat di Hijr Ismail dia belum pernah. Dia minum obat penahan haid, lumayan berhasil tuh bisa shalat. berangkatlah kami, begitu sampai di depan ka’bah saya bingung gimana menjelaskan sama Mbak Dewi cara menerobosnya. Akhirnya saya bilang, “Mbak tangan di kedepanin satu ya…. (dalam hati sambil bilang permisi….hihihi). Alhamdulillah berhasil juga kami, ketika itu aku membawa Al Quran dan terjemahan, sempat terlintas kalau hilang bagaimana karena itu Al Quran anakku. Tapi kembali tawakal kalau hilang bukan rejekiku, pasti diganti dengan yang lebih baik, ternyata tidak hilang, alhamdulillah.

Hari terakhir dengan percaya diri ngajak suami Tawaf dilantai 2 ternyata aku gak boleh masuk. Saat ini barulah aku tau bahwa lantai 2 itu khusus pengguna kursi roda. Sabar menunggu, daripada bingung nanti ketemunya dimana hp saya udah mati, pasrah saja. Gak lama nunggu, dibuka juga akhirnya, alhamdulillah. Bukan tanpa alasan aku suka tawaf dilantai 2, tawaf disitu relatif lebih sepi tidak ada rombongan yang berdoa bersama-sama, tidak berdesakan, santai dan fokus.

Hari Jum’at adalah hari yang ditunggu-tunggu karena menurut cerita semua tumpah di Masjidil Haram karena Jum’at hari libur. Shalat jumat aku dapat tempat di Marwah karena berangkatnya mepet waktu. Dinginnya minta ampun, pakai mukena, syal, masker, kaos kaki tebel, masih tetap menggigil. Aku takut jangan-jangan meriang, ya Allah jangan sakit ya, mohon, udah mau pulang. Ternyata Anak kecil disebelahku kedingian juga, oh berarti aku sehat, alhamdulillah kupinjamkan syal untuk anak itu. Usahakan jangan shalat di safa-marwa, AC-nya dingin terus dikasi kipas angin jadi makin dingin. Shalat di karpet hijau *di Haram karpet berwarna hijau. Walau terlihat penuh, jika belum masuk waktu shalat, berdoa saja diberi tempat terbaik, Insha Allah diberikan. Biasanya suka cari tempat sholat dekat yang pakai kursi roda, atau bangku, mayan bisa nyempil hehehe.
Untuk mencium Hajar Aswad, itu hanya sunah, akan tetapi aku rasa sebaiknya jangan terlalu dipaksakan, karena disana bercampur antara laki-laki dan perempuan yang berdesakan untuk mencium. Apabila kita sampai menyakiti sesama dan diri sendiri hanya karena rasa kepingin, jelas haram hukumnya.
Nanti juga ada perempuan yang menawarkan untuk membatu mencium hajar aswad, biayanya lumayan mahal berkisar 100-200 riyal, jika ingin sebiknya biaya dibicarakan dimuka daripada ditembak belakangan, syukur-syukur gak kepingin🙂 Terus terang saya hampir kena tembak bayar mahal karena saya tidak tau, tapi dengan pertolongan-Nya saya hanya membayar 20 riyal. Untuk kesekian kalinya, alhamdulillah.

Selama saya shalat di Haram beberapa kali menerima sedekah sampai saya tidak enak sendiri hanya menerima. Berpindah-pindah tempatpun kejadiannya sama selalu ada yang bersedekah. Kurma sukkari my favorite sering dapat, teh manis, kebab turki, roti isi, permen, permen khas Iran dan Cake buah khas Iran, nah yang terakhir saya paling suka, buahnya kismis, kurma dan buat kering lainnya, enak alhamdulillah.

Saya juga dikasi cendramata kipas, saya tidak tau dari negara mana, tapi sungguh menyentuh hati. Saya berjanji kalau saya dikasi kesempatan kesini lagi Insha Allah saya mau bawa oleh-oleh/makanan khas Indonesia. Aamiin, ya Allah.
Saya suka ngomong kalau rejeki gak kemana, terbukti, pernah satu kali selesai shalat magrib saya nguaannntuuuk buanget, sholat sampai gak konsen, sempat niat habis sholat jenazah langsung tidur pinjam bangku buat menompang kepala. Selesai sholat jenazah udah siap menopang kepala, sama nenek disebelah punggung saya diusap-usap waduh makin enak, lama-lama saya menoleh ternyata beliau menyuruh saya berdoa terlebih dahulu, ok Nek siap. Lalu saya berdoa sesingkat mungkin biar bisa mulai tidur, selesai berdoa rasa kantuknya hilang gone… benar-benar fresh ada apa ini? Saya gak paham.

Disebelah saya nenek-nenek baik banget, dari sebelum sholat semua makanan yang dia makan dikasi ke saya, saya mau menolak tapi ingat pesan suami terima saja kalau dikasi, mungkin dia mau sedekah. Bahkan ketika saya batal wudhu mau ke toilet saya dengan santai nitip tas, karena didalam tas ada Al Quran. Dijalan ketempat wudhu saya teringat waduh kenapa gak Al Quran saja yang dititip tas dibawa, passport dan id disitu. Nanti kalau lupa jalan seperti cerita orang-orang itu bagaimana? Ah sudahlah tawakal saja sambil berdoa. Lucunya, saya sempat terpikir passport hilang, gak bisa pulang dong, asiikk bisa lama disini hore. Kemudian sekelebat muncul bayangan anak-anak dipikiran. Gak jadi ya Allah jaga aja passport saya, kan saya akan balik kesini lagi kan,dengan cara yang wajar ya, iya kan (doa apa maksa). Masa iya sih logikanya klo passport hilang, bakalan diurusin lah sama suami atau teman serombongan, segitu pinginnya lama-lama disini. Alhamdulillah gak nyasar karena setiap pintu ada nomernya secara logika tidak akan tersasar tapi banyak kejadian yang memang nyasar tanpa ingat apa-apa, nauzubillah.
Sampai disebelah nenek itu saya disambut senyuman dan kurma dalam cangkir berisi 5 butir, saya bagikan ke sebelah kiri, ternyata ibu itu juga sudah dapat, bahkan sudah habis, semua sudah dapat kurma dalam cangkir. Rupanya sedekah dari orang, ih beneran Nenek ini baik banget. Alhamdulillah rejeki gak kemana, bukan kurmaanya tapi kasih sayang nenek itu. I love you Nek. Pengalaman disana ketemu banyak orang dari berbagai negara membuat saya bersyukur bisa ketemu banyak orang dari berbagai bangsa, berbagai karakter, begitu sampai disana semua menjadi satu, bahasa bukan kendala, kesamaan tujuan yang menyatukan. Semoga doa saya bisa kembali bersama keluarga diijabah.Aamiin ya Rabb.

Haram
DSC00461

DSC00488

DSC00479

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s