Kuliner #Umrah 10

Selama di Mekah, Madinah, Jeddah kami makan bebas bisa kuliner apa saja, alhamdulillah. Seringnya kuliner makanan Turki. Makanan Indonesia juga banyak cuma nanti saja kalau sudah sampai Jakarta hehehe. Jika di Madinah semua serba dekat, maka hotel di Haram tempat kami nginap, resto bisa dihitung dengan jari tidak banyak pilihan. Kalau mau kuliner ya seputaran Haram.

Pertama sampai di Jeddah sambil menunggu rombongan air asia kami kuliner di rest area Ar Rahaili. Disitu minum teh susu 2 riyal, kentang goreng 3 riyal, untuk kentang goreng saya akui di sini murah banget, porsi lumayan, rasa enak, ditempat lain kentangnya biasa aja.
Perjalanan menuju Madinah kami dikasi snack roti shakshuka dan air mineral enak rotinya isi telur, keju dan sayuran.
2014-03-06 06.50.18

Berhenti sebentar sholat dzuhur dan ashar, dan dapat makan siang Nasi + Ayam Bakar, saya lupa nama nasinya apa. Tapi rasanya enak, tidak terlalu berempah, apalagi ayamnya yummy.
DSC00244

Selama di Madinah tidak terlalu banyak kuliner karena bekal masih banyak, bekalnya mbak Dewi sih saya nebeng😀 sambel juga penuh dari Mbak Denny. Paling cuma beli kebab dan beberapa kali nasi+ayam. Sulit mencari sayuran, pernah saya makan sayur kacang okra, atas nama sayur ayolah, mba Dewi susah nelannya hihihi. Mau masak sayuran adanya cuma timun, tomat,kentang dan sesekali terong, ternyata sulit makan terong direbus tanpa embel-embel. Overall yang paling enak makannya di rest area menuju Madinah.

Ada satu fried chicken yang sebelum berangkat sudah digadang-gadangkan di group Umrah, must try katanya.
Ternyata lokasinya lumayan jauh dari Nabawi. Janjian sama Mbak Titi dan Mbak Rini, makan di Al Baik. Belinya antri, dipisah yang khusus cowok lantai 1 dan family lantai 2. Itu beli ayam antrinya ratusan, syukurlah pelayanannya tidak terlalu lama. Alhamdulillah setelah menunggu dapat tempat duduk juga, padahal udah niat kalau gak dapat tempat mau ngampar aja hihihi. Satu porsi berisi setengah body ayam (4 potong) kentang goreng, roti, sambal garlic, dan saus tomat dibandrol 12 riyal.
Rasanya lumayan hanya mengandalkan rempah-rempah saja, karena mungkin tidak pakai msg makanya saya kuat makan 2 potong. Kalau fried chicken di Jakarta 1 potong sudah cukup blenger.

Ketemu orang Indonesia penjaga toko, malah dikasi tau yang enak itu fried chicken AL Furooj, jadi coba lagi makan di Al Furooj, harganya 13 riyal untuk ayam rasa pedas. Rotinya dikasi dua, kasian mungkin liat kami cuma pesan satu porsi :p lumayan enak karena lebih pedas. Pokoknya puas kuliner semua yang di rekomendasikan dicoba. Gak rugi ikut paket tanpa makan.
Satu yang belum kesampaian, Hanif ngajak kami makan nasi Bukhari, belum kesampean sengaja biar bisa balik lagi, amiin ya Rabb.
DSC00346

DSC00484

Minuman saya suka Yoghurt plain disana namanya Laban dan suami minum susu enak juga cuma kisaran 1-4 riyal tergantung ukuran. Agar laban nya enak dikasi potongan buah sunkist. Buah-buahan juga murah dan kualitas bagus, karena stock sunkist saya masih banyak pass dulu deh.

2014-03-09 07.33.33 P1010511 Nasi + Kari kambing favorite suamiku, dagingnya lembut porsinya jumbo, cukup untuk berdua. Belakangan baru tau jika makan di resto, free salad dan roti. Cuma kami tidak pernah mengambil roti, gak kuat ngabisinnya. Jika dirupiahkan hitungannya murah 18 riyal gak sampai 60.000 dengan daging sebesar itu plus salad yang boleh ditambah olive oil sesuka hati🙂. Sejak itu saya dan suami lebih sering makan di resto biar dapat salad. 2014-03-13 15.15.46

Ini nih pegawai restoran Turk Lokantasi, lokasinya dekat perhotelan Al Aseel, ramah banget dan bisa berbahasa Indonesia. Pertama pesan ayam setengah, nasi satu untuk berdua dia terheran-heran, belum lagi rotinya gak diambil. Dia lagi pose didepan tungku pemanggang ayam.
Bakar ayamnya langsung gitu, gimana gak yummy rasanya, aaahhh kangen. Paling depan itu rotinya, rasanya tawar cocok dicocol dengan kuah kari. Waktu saya harus membeli makanan sendiri karena udah kenal saya tinggal tunjuk-tunjuk aja gak bicara sama sekali ada perasaan takut. Sepertinya mereka mengerti, mereka juga tidak bicara langsung membungkus saja. Biasanya kalau sama suami suka ditanyain macam-macam sama dia, ngobrol.
DSC00500

Temannya gak mau kalah minta foto juga😀
DSC00502Hari terakhir kami wisata kota Jeddah. Kami dapat makan dari kementrian agama RI isinya nasi, capcai, tahu goreng dan semur daging enakkk tuntas kangennya dengan masakan Indonesia. Berhenti 15 menit di Masjid terapung, Laut Merah yang airnya, bebatuannya, gak merah sama sekali.🙂
Saya membeli delima disitu, ukuran besar 2 buah 17 riyal. Dilaut merah banyak penjual asal Madura , mereka menjual kurma masih hijau, bakso, sate, gorengan bakwan dan pecel. Seandainya pesawat berangkatnya masih lama, saya sarankan beli makanan disini. Karena jajanan di Bandara Internasional harganya 2,5x lipat dan rasanya jauuuh. Kalau mahal enak ya sudahlah, klo ini rasanya standar banget.

Ini yang tidak boleh dilewatkan Ice Cream, rasanya enak, 2 scoop harganya 5 riyal. Saya pilih rasa vanila cherry, sama rasa gak tau tapi isinya segala macam kacang, warnanya hijau enak..enak..enak. Lokasinya pertokoan didepan Haram dibawahnya clock tower, nama tokonya Corninacup. Selain jual ice cream jual jus, roti, donat, dll
DSC00497copy
Seandainya saya tau dari awal ada toko ice cream disitu, bakalan bolak balik kesitu deh. Buat yang ngakunya ice cream lover, must try nih🙂
Selesai sudah laporan untuk kuliner, kita lanjut ke oleh-oleh yuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s