Souvenier #Umrah 11

Rencananya saya hanya akan membawa oleh-oleh berupa kurma, air zam-zam, dan sajadah. Intinya hanya membawa oleh-oleh yang khas. Rencana hanya tinggal rencana, kenyataannya hasil diskusi dengan Hanif membuat saya berfikir ulang. Zam-zam biasanya dapat dari travel 10 liter, tapi jika mau beli dibandara International King Abdul Aziz ada.

Pashmina
Lumayan banyak diskusi kami, cuma ada satu yang membuat hati gimana gitu. Hanif sempat bertanya, apakah saya mempunyai teman dekat yang belum mengenakan hijab? Kemudian teringatlah teman-teman SMP saya yang selama ini sering jalan bareng, mereka sebagian belum berhijab, ada 4 orang. Ternyata kita sebagai makhluk mempunyai keterikatan dengan sekitar, minimal kita harus memberitahu sekali seumur hidup agar mengenakan jilbab, maka gugurlah kewajiban kita. Bukan tidak mungkin nanti yang menjadi penghalang kita masuk surga teman-teman kita itu karena mereka mempunyai hak untuk diberitahu. Maka jadilah membeli oleh-oleh pashmina untuk mereka, kalau di Nabawi begitu keluar dari masjid banyak tuh kaki lima yang menjual pashmina buatan India, bagus-bagus. Saya neci ulang di rumah jadi lebih rapi.
DSC00301

Kurma.
Atas petunjuk Hanif juga urusan oleh-oleh diselesaikan di Madinah, pertama lebih murah, kedua dekat hotel, dan agar di Haram bisa fokus ibadah, karena pahalanya dikalikan 100.000x itu tadi *aduh jadi malu ngomongnya🙂
Rejekinya memang membeli kurma yang lebih mahal di kebun kurma, sampai Jakarta pada bilang kurmanya enak alhamdulillah. Pertama niatnya beli ajwa saja yang lain nanti beli di toko seputaran Nabawi. Memang infonya membeli kurma dikebun kuram jauh lebih mahal. Lama-lama kebanyakan nyoba dari ujung ke ujung dicobain entah ada berapa jenis kurma disana. Begitu berasa enak beli, coba lagi, enak beli lagi, begitu seterusnya…hehe gaya banget, belinya cuma 1/2 kilo :p. Setelah sampai dirumah ajwa yang terlihat besar disana, menjadi variasi banyak yang kecilnya, juga kurma lain kok jadi mengecil, cuma sedikit yang besar. Jadi kalau mau beli kurma kalau boleh kita pilih sendiri biar besarnya sama, kalau boleh ya. Saya rekomendasi kurma yang dikemas plastik satuan. Kurmanya enak, biji kurma diganti dengan kacang almond. Lupa nama kurmanya, gambar di plastiknya masjid Nabawi dan Haram. Mudah untuk dibagikan.
P1010399

Tentu saja wajib beli kurma nabi Ajwa, warnanya hitam ukuran kecil-sedang, ada yang kering ada yang lebih basah. Di kebun kurma harganya rata 80 riyal, kalau di toko seputaran haram harganya variasi dari 50 – 120 riyal gak ngerti juga bedanya dimana gak beli lagi cuma menemani teman dan survey😀

Toko Penjual kurma murah diujung pemakaman Baqi, Madinah
Toko

Penjual kurma murah diujung pemakaman Baqi


Toko dibawah clock tower banyak menjual kurma, salah satunya menjualan kurma kemasan kotak. Satu kotak ukuran sedang isinya, selusin kotak kecil. Didalamnya ada 3 buah kurma yang sudah dikemas plastik, ingin menambahkan kismis masih bisa muat didalam kotaknya. Lumayan untuk oleh-oleh teman pengajian, tidak perlu repot mengemasnya. Harganya variasi tergantung jenis kurmanya, dimulai dengan harga 15 riyal, beratnya 480gr, sedikit sih, intinya kita beli kemasan.
IMG_2446copy

Sajadah
Titipan teman dekat minta dibelikan sajadah made in Turkey, sajadahnya memang belum pernah liat di Jakarta sih. Kalau untuk sajadah juga beli di Nabawi lebih murah tapi pilihannya terbatas. Di toko seputaran Haram banyak banget pilihan, kalau beli di toko yang besar harganya otomatis lebih mahal walau barangnya sama. Kalau beli di toko kecil bisa lebih murah. Kenalan sama penjaga toko orang Bandung namanya Kang Andi, harganya dikasi miring tapi cuma boleh beli 2 potong. Diborong malah dia rugi hehehe.
Hati-hati membeli sajadah sebaiknya diperhatikan benar gambarnya, karena saya hampir membeli sajadah yang gambarnya abstrak tapi setelah diamatai seperti wujud monster yang kalau dilihat pasti paham gambar apa, itu sajadah karpet buatan Belgia. Ada lagi lambang-lambang yang bukan islami, bisa dilihat di foto. Make sure to check every detail. Amannya beli yang produksi K.S.A atau produksi Turkey, Insha Allah aman.

Kang Andi yang baju putih ya :)
Kang Andi yang baju putih ya🙂

Perhatikan dengan seksama.
Perhatikan dengan seksama.

Karpet
Beli di Madinah murah-murah asal pintar nawarnya, jangan sampai jauh-jauh ke Arab beli buatan China ya😀. Waktu wisata ke Gunung Uhud jangan lupa belanja minyak zaitun harganya paling murah cuma 5 riyal, kemasan kaleng kecil. Teman-teman cari di toko seputaran Nabawi paling murah 7 riyal. Di Uhud juga banyak aneka jenis obat-obatan herbal dan kurma, beli deh.
Perjalanan pulang, masih tersisa riyal, dibelikan delima di masjid terapung, besar-besar harganya 15 riyal 2 buah, ternyata delima dan jeruk laris manis sampai rumah. Alhamdulillah.
Sekian saja info belanjanya, Happy shoping, jangan lupa banyakin tawaf di masjid, daripada tawaf di Mall🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s