Catatan Kecil # Umrah12

Beberapa catatan kecil hasil pengamatan saya selama disana, dan beberapa hal yang menurut saya pribadi cukup penting, saya rangkum dalam tulisan ini.

# Membawa buku tuntunan sholat lengkap
Penting banget karena hampir setiap waktu shalat sesudahnya akan ada shalat jenazah, dari tanah air bisa dipelajari bagaimana tata caranya,niatnya, doa-doanya dst. Juga berbagai shalat sunah dapat dilakukan disana, niatnya bisa dihapal atau paling praktis membawa buku saku🙂

# Membekali diri dengan ilmu
Pada saat kita melaksanakan ritual Umrah akan sangat terasa geregetnya jika kita telah membekali diri dengan ilmu. Pada waktu sai, melelehlah air mata mengingat perjuangan Hajar mencari air untuk anaknya. Dibukit tandus, panas terik, bolak-balik kesana kemari huaaa nangis deh. Bayangin sekarang kita sai, pake AC, lantai kramik gak ada apa-apanya. Itu cuma contoh kecil, masih banyak contoh lainnya yang membuat kita lebih banyak bersyukurnya daripada mengeluh.
DSC00601

# Perpustakaan Makkah
Sempatkan diri mampir di perpustakaan Makkah lokasinya disebelah Timur Haram. Tidak sulit mencapainya karena posisinya lebih tinggi dari jalan. Ketika saya kesini perpustakaannya tutup, hanya melihat-lihat dari luar saja. Disebelahnya ada kantor yang dijaga petugas, kami dipanggil kemudian diberi terjemahan Al Qur’an juz 28-30, alhamdulillah. Belakangan saya baru tau bukanya setelah sholat magrib. Kita dapat melihat isi perpustakaan dari luar karena ditempel spanduk-spanduk foto bagian dalam perpustakaan. Disitu juga terdapat larangan dalam berbagai bahasa diantaranya Arab, Inggris, Turkey dan Indonesia.
Bunyinya seperti ini:
Saudaraku se Islam : Tidak ada dalil shohih yang menentukan tempat lahirnya nabi Muhammad SAW. Maka mengambil barakah di tempat ini, atau mengkhususkannya dengan sholat atau doa adalah perbuatan yang dilarang menurut syariat.
Terlepas dari kotroversi itu adalah tempat dimana Rasullullah dilahirkan, sebaiknya luruskan niat, sekedar ingin menambah ilmu pengetahuan.

Perpustakaan
Perpustakaan

# Membeli/membawa Petroleum Jelly
Cuaca panas terik tapi sejuk membuat kulit dan bibir pecah-pecah, teman saya membawa pelembab dari Indonesia tidak mempan. Mempannya pakai petroleum jelly merk Vase***. Untuk ibu-ibu yang suka memakai kosmetik yang bisa menipiskan kulit wajah juga harap berhati-hati, karena saya ketemu jamaah dari Bandung wajahnya luka-luka, akibat kulitnya terlalu tipis😦

# Membawa travel cooker
Lumayan menolong banget, baik dari segi menghemat biaya juga selera, jika kagen masakan Indonesia bisa masak sendiri. Bahan-bahan banyak dijual, cuma cabenya berwarna hijau belum ketemu yang berwarna merah. Minimal membawa sambel instan deh bagi yang tidak bisa lepas dari sambal.

# Membawa Plastik
Membawa plastik yang cukup kuat untuk tempat sandal ketika ke Masjid. Di masjid juga tersedia plastik tempat sandal, tapi tipis hanya bisa dipakai beberapa kali saja sudah sobek. Bayangin berapa banyak sampah plastik yang dibuang perharinya?
IMG00786-20140313-0746

# Membawa tempat minum
Ini dalam rangka agar setiap saat bisa minum air zam-zam, di masjid disediakan cangkir tapi jika ingin membawa ke hotel butuh tempat juga kan. Juga dalam misi mengurangi sampah gelas plastik, maka bawa sendiri ya tempat minum🙂
20140307_000633

# Kran Air untuk Wudhu
Keran air yang digunakan disetiap masjid yang kami sambangi cara kerjanya mirip shower, mengeluarkan sekitar 4 titik air tidak deras tapi cukup untuk berwudhu, persis seperti shower, kira-kira kebayang gak? Hebat, salut, begitu banyak air yang bisa dihemat dengan mengunakan keran seperti itu. Berharap nanti pemimpin dan pengambil keputusan dinegara saya mau mencontoh keran seperti itu. Saya tidak sempat foto karena gak mungkin bawa kamera saat wudhu. Oh ya bawa kamera pocket saja jika beruntung tidak diperiksa, jika ketauan tidak boleh masuk masjid, shalat diluar. Bagitu juga dengan makanan dan barang belanjaan.

#Tepat Waktu
Dari semuanya yang bisa kita contoh adalah, sebelum memasuki waktu shalat semua aktifitas dihentikan. Toko-toko tutup dan orang-orang bergegas ke masjid. Subhanallah, andai bisa diterapkan di Indonesia, alangkah indahnya.

#Sedekah
Semua orang disana berlomba-lomba sedekah, kita juga dong, membawa sesuatu dari sini yang khas Indonesia bisa berupa makanan atau cendramata. Indonesia tempatnya makanan enak🙂. Kalau tidak mau repot bisa juga beli kurma. Mau yang pahalanya agak lama, waqaf. Waqaf Al Qur’an, atau kursi kecil untuk duduk orang tua yang sudah sulit jika sholat berdiri. Di Nabawi penjual Al Qur’an banyak dipintu gerbang masuk masjid. Di Haram belinya di toko. Nanti Al Qur’an yang diwakafkan dicap tulisan Arab yang berbunyi: waqaf lilahi ta’ala. Keren, memang seharusnya waqaf karena Allah. Harga Al Quran kecil kisaran 10-15 riyal, yang ukuran sedang 50-55 riyal. Untuk yang ukuran sedang, kertasnya lebih bagus, lebih tebal dan tulisannya lebih jelas.
Al Qur’an covernya ada beberapa macam warna, ada hijau, biru, merah, hitam, jadi sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu produksi Madinah yang mana. Kursi harganya kisaran 25-35 riyal, belinya di toko. Kursi roda yang saya tidak paham harganya berapa.
Sedekah dengan binatang juga bisa, memberi makan burung. Kalau di Haram burungnya pada kenyang jadi pakannya banyak yang terbuang, disapu.

Ada beberapa kejadian yang diceritakan orang yang sudah berhaji atau umrah, saya saksikan sendiri, pertama bikin ciut seterusnya tawakal saja. Diantaranya mobil nyerempet, supirnya adu mulut setelah itu salaman, damai. Ketemu juga kakek-kakek pisah dari cucunya, gak pakai identitas, lupa nama travelnya, lupa hotelnya, intinya gak ada yang bisa kita bantu selain mendoakan semoga segera bertemu rombongannya. Ada juga yang sedang shalat kehilangan tas. Di bandra mau pulangpun sementara nunggu boarding ada kejadian aneh. Banyak-banyak berdoa semoga Allah menjaga kita dari hal-hal buruk, aamiin.

Sepertinya catatan perjalanan saya paling panjang mengenai Umrah ini, biasanya malas nulis tentang perjalanan sedetail ini. Namun rasanya saya tidak ingin melupakan pengalaman-pengalaman selama disana sampai kapanpun makanya semangat menulis sampai 12 seri.
Saya hanya berdoa, semoga catatan ini bermanfaat bagi saudaraku yang ingin mengunjungi Baitullah dan Nabawi, selamat menjalankan ibadah, semoga mabrur. Aamiin

4 thoughts on “Catatan Kecil # Umrah12

  1. Assalamualaikum, Mba layalli salam kenal. Postingan perjalanan umrohnya yg super lengkap 12 jilid ini saya bolak -balik sampe paham, hhehe.. membantu banget, khusus nya buat saya yg baru mau pergi umroh, insyaalloh senin besok 13 Mei berangkat.
    Makasih udah mau berbagi, ditambahin jilid 13 dong mba, seputar sim card yg dipake disana, saya masih bingung untuk tab saya nantinya pake simcard apa.
    Salam hangat

    Citta

    1. Wa’alaikumussalam. Alhamdulillah, selamat citra semoga ibadahnya lancar, diberi kemudahan dan mabrur. aamiin.

      Jika turunnya di bandara International King Abdul Aziz, setelah proses Imigrasi keluar ada beberapa counter resmi yang menyediakan sim card, ada mobily, STC. Kemarin saya pakai mobily dia promo paket Umrah, untuk paket BB 7 hari sekitar 30-40 real kalau tidak salah, maaf lupa pastinya. Untuk tab saya kurang paham, langsung ditanyakan ke counter resmi saja. Kalau beli di counter resmi, petugasnya bisa berbahasa Inggris,sekalian saja minta diaktifkan. Kemarin saya beli sama tukang bersih-bersih di Bandara Internasional dan diaktifkan oleh Mutawif kami Agak repot yah🙂

      Ditunggu ya ceritanya sepulang dari sana.

      1. Alhamdulillah, terimakasih infonya mbak,, akhirnya disana saya menggunakan simcard zain, karena kata muthawif mobily kebetulan sedang gangguan, saya beli sekitar 30real, di tempat makan hotel madinah, dan untuk tab langsung bisa di pasang oleh mereka. Tetapi ketika akan isi ulang, saya jadinya agak kesulitan karena kebanyakan mereka menjual isi ulang min 50 real. Alhamdulillah di mekah, di tempat makan pegawai nya mau membantu mencari kan isi ulang yg 10 atau 20 real. Tapi ternyata ribet juga untuk isi ulang itu kita tidak boleh kehilangan no serial kartu perdana (bukan no telpon seperti di indonesia) melainkan no yg tertera di packaging kartu perdana nya ga boleh hilang. Selebihnya sungguh pengalaman yang luar biasa, dan ingin sekali segera kembali Baitulloh.

        Salam hangat🙂

      2. Alhamdulillah…. iya pingin segera berangkat lagi ya, semoga di ijabah aamiin. Lupa nulis ya saya bahwa tempat sim card jangan dibuang, karena memang perlu untuk isi ulang. Saya takut lupa segala sesuatu yang bentuknya struk bahkan passport atau apalah saya langsung foto. Jadi kalau ilang ada back up.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s