Pekerja Sosial

Cita-citaku sederhana, setelah menikmati masa kerja di kantor, menikah kemudian mengurus anak dan suami, lalu membuat bisnis sendiri dan usia 40 tahun menjadi pekerja sosial. Alhamdulillah berjalan dengan baik. Seperti kebanyakan orang muda ternyata dibalik pilihan-pilihan itu banyak banget konsekuensinya. Seperti menjadi Ibu Rumah Tangga, biasa bekerja 9-5 tau-tau bergelut dengan segala urusan rumah tangga. Sudah terbiasa sih cuma ternyata musuh paling beratnya adalah mengatasi kejenuhan. Up site down menemukan formula mengatasi kebosanan. Mulai dengan memasak, baking, menjahit, berkebun dan terakhir belanja. Untuk yang terakhir ini cukup menguras kantong dan memang yang dibeli juga gak penting :p
Mulai putar otak ngapain ya, oh ya belanja terus dijual kembali. Maka berjalanlah beberapa tahun bisnis jual beli pakaian dan ujung-ujungnya kalah sama pemodal besar yang bajunya bisa dikredit 10 kali hehehe. Balik lagi utak atik formula, alhamdulillah agar modal tidak mengendap maka aku menjadi reseller, resiko barang mengendap sedikit. Jika feeling mengatakan barang bakalan laku maka gak segan menyetok barang, alhamdulillah berjalan lancar. Semoga seterusnya tetap berjalan lancar, aamiin.

Alhamdulillah anak-anak pegangan sendiri, masak sendiri, asisten taunya mengurus rumah. Sejak yang kecil TK sudah tidak pakai asisten sama sekali yey… Mengevaluasi kehidupan sekarang mendekati 40 tahun loh, anak-anak juga bukan baby lagi, musti ada yang dilakukan. Mengingat cita-cita terakhir menjadi pekerja sosial, tapi sampai sekarang belum kaya banget hehehe. Dalam pandangan menjadi pekerja sosial itu harus mempunyai kestabilan ekonomi bahkan lebih sehingga bisa berbagi dengan yang lain.

Tapi sebagai orang Islam malu, kalau nunggu kaya baru sedekah kapan kayanya dong? Memangnya ada kepastian bakalan kaya diusia sekian? Bukankah dengan berbagi kita akan menjadi kaya?.
Hal pertama yang musti dilakukan sederhana, Fokus pada tujuan. Dengan fokus yang terarah, pelan tapi pasti segala daya upaya, pikiran akan tetuju kesitu. Lambat laun jalanpun terbuka dari sisi-sisi yang tak terduga.

Memberanikan diri mengajak teman-teman alumni SMP untuk menyisihkan sebagian rejekinya untuk anak-anak yatim, pada saat bulan puasa 2012. karena kurangnya koordinasi dan waktu yang sangat sempit hanya sedikit yang partisipasi. Sedikit dimata kita tapi sangat berharga dimata mereka. Untuk sumbangan berupa baju mereka sampai berebutan, subhanallah. Sementara baju kami 1 lemaripun masih terasa kurang, ampun ya Allah, semoga kami menjadi hamba-hamba yang bersyukur. Lalu sembako, alhamdulillah bisa disumbangkan kepadaa yayasan. Semoga sedikit dari kami bermanfaat untuk mereka.
Puasa 2013 Alhamdulillah mulai terorganisir dengan lebih baik, kami mengadakan buka puasa bersama di yayasan tersebut. Membagikan sedikit amplop untuk anak-anak, dan untuk keperluan yayasan. Alhamdulilah panitia bertambah dan partisipan juga bertambah, subhanallah.
Semoga tahun ini bisa dilaksanakan dengan semakin banyak lagi partisipan. Yuk berbagi, bisa kok berbagi yang sedikit, jika digabung akan semakin banyak, tidak perlu menunggu kaya dulu🙂. Sekarang teman-teman setiap ada rejeki lebih suka nitip untuk yayasan, saya hayuk aja. Yayasan tidak menerima sumbangan lewat transfer hanya boleh diantar, tidak mengapa saya yang antar naik angkot bisa. Walaupun hanya sebagai penyambung niat baik, saya amat bersyukur bahwa masih banyak yang peduli. Dengan membantu orang lain kita mendapatkan kebahagian karena kita bagian dari yang memberi bukan yang menerima. Semoga apa-apa yang kita usahakan memperberat timbangan kebaikan diakhirat kelak.Aamiin.

Pesan ustadnya, mbak tolong ya foto-foto kami dipublish dimedia sosial, bukan untuk pamer tapi diniatkan untuk mengajak, menginspirasi orang lain agar mau berbagi sebagian rejekinya kepada anak-anak kita ini.
Masih tetap ragu apakah dengan mempublish tulisan ini berarti saya ikut menginspirasi? Apa ada sedikit riya dihati? Ah sudahlah ilmu saya belum setinggi itu, saya hanya menyampaikan amanah saja, semoga dapat diambil hal-hal baik dari sini. Insha Allah.

Relawan :)
Relawan🙂

IMG_9720

IMG_9812 y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s