Pekan Baru – Solok

Cerita yang tertinggal di saat mudik kemarin🙂

Niat pulang kampung memang untuk menghadiri acara 100 hari meninggalnya Ibu mertua di Solok. Jadi begitu hari kedua lebaran langsung berangkat menuju Solok dari Binjai. Singkat cerita sampailah di Pekan Baru jam 8 pagi, kami cari sarapan di pasar bawah, sarapan nasi goreng, rasanya so so lah. Tujuan ke Pekan Baru adalah Pasar Bawah mencari perabotan lenong hihihi emak-emak banget deh kelakuannya. Lumayan dapat taplak meja vintage, lalu piring puding. Intinya aku suka membeli segala sesuatu yang unik ciri khas suatu daerah. Cuma sejam mutar dengan sigap sudah ditelponin ternyata Om aku yang tinggal di Dumai sedang berada di Pekan Baru. Mampirlah kerumahnya silaturahmi dan akhirnya ngobrol-ngobrol sampai waktu makan siang dan makan disitu. Anak-anak party karena disediain minuman bersoda dan segala macam minuman import dari Malaysia. Biasanya gak boleh akhirnya dibolehin juga karena gak enak sama yang punya rumah.

Setelah Pekan Baru menuju Solok itu melewati Bangkinang, disini banyak duren dan durennya enak rugi kalau dilewatkan. Mampir dijalan beli duren, hitungannya masih jauh lebih murah dari Jakarta dan rasanya sudah pasti enak. Lanjut perjalanan melewati kelok 9 yang baru jadi jembatannya, tapi belum diresmikan. Wah rame disitu jadi tempat wisata banyak yang berjualan makanan, sayangnya menjadi kotor karena sampah berserakan. Ikutan foto-foto juga disitu🙂 ternyata tidak berapa jauh dari kelok sembilan ada sebuah restoran namanya Bandrek House, masuk disitu harum banget wangi soto Padang, tapi kami masih kenyang jadi numpang pipis aja :) Boleh banget tempatnya, pemandangannya keren, mungkin suatu saat bisa dicoba makan disini.

View @Badrek House
View @Badrek House

 

 

 

 

 

 

IMG_0098

Sekitar jam 4 sore sampai Payakumbuh, saya tidak pernah tidur jika melewati payakumbuh, pemandangannya ok banget. Belom laper banget tapi anak-anak liat sate padang danguang-danguang makan lagi hihihi aku gak pesan cuma gangguin mereka aja, ternyata satenya enak, ukuran dagingnya besar, bumbunya berasa, sampai licin kuah-kuahnya. Saya pikir, ini di Padang dimana-mana bisa ketemu sate yang enak, santai. Ternyata itu adalah sate terenak diantara sate yang saya coba di Padang hiks.

Kelok 9
Kelok 9
Payakumbuh
Payakumbuh

Sesal kemudian tiada berguna, makan sate di Pasar Solok, kuahnya enak cuma dagingnya biasa rasanya.

Sate Padang yang enak di depan Water Boom, bumbunya kerasa banget, tapi jangan terlalu siang kesananya karena suka kehabisan.

Di Solok cuma 3 hari, pengajian almarhum mertua. Selebihnya jalan-jalan seputaran Padang Solok. Meskipun orang bilang makanan Padang enak, menurut saya masih lebih top makanan Medan😉. Es tebaknya biasa banget lebih enak es campur kalimantan, Nasi goreng juga biasa aja, full bumbu tapi kurang cocok dilidah. Martabaknya bersainglah, kalau di Medan terkenal martabak India di Padang martabak Kubang.

Selebihnya kuliner biasa aja, keripik balado gak ketinggalan, belinya di kota Padang di jalan Nipah atau di Bukit Tinggi. Seperti biasa kalau libur lebaran Bukit Tinggi full mobil, macet total. Benar-benar gak bisa enjoy deh kalau ke Bukit Tinggi pada waktu lebaran. Sebaiknya main ke Padang hari-hari biasa saja lebih puas, gak pakai macet. Sekian sekilas info mengenai kuliner di Sumatra Barat🙂

One thought on “Pekan Baru – Solok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s