Masjid Ampel

IMG_3400Ini kunjungan kali kedua saya ke Masjid Ampel. Masjid Ampel terletak di jalan KH. Mas Mansyur, kelurahan Ampel, Surabaya Utara. Masjid ini termasuk salah satu Masjid tertua di Jawa. Dibangun oleh Sunan Ampel pada tahun 1421, lebih tua dari masjid Demak. Menurut guide di makam Sunan Ampel, Raden Patah adalah menantu Sunan Ampel. Seru mendengar ceritanya yang kalau dibahas bisa berhari-hari kata Bapak pemandu yang tidak ingin disebutkan namanya. Jadi beliau hanya menjelaskan secara garis besarnya saja. Ingatan saya yang terbatas, sulit saya jelaskan lebih lanjut, takut salah🙂
Memasuki areal masjid bisa dari dua jalan. Pertama jalan masuk yang bisa dilalui mobil, yang kedua melalui gang-gang kecil yang tersebar diseputaran masjid yang berujung pada gapura. Gapura tersebut berarsitektur Majapahit dan terdapat 5 gapura yang melambangkan rukun Islam. Dijalan masuk yang bisa dilalui mobil terdapat tempat sampah besar yang sebagian sampahnya terbang, sehingga terlihat kotor. Well mungkin benar kata Sunan, Hanya Mbah Sholeh yang bisa membersihkan Masjid dengan sempurna. Ikuti kisahnya dibawah ini🙂

IMG_3407IMG_3412

Disekitar masjid Ampel terdapat pemakaman Sunan Ampel berikut istri, anak, keturunan serta murid-muridnya, setiap nisan tidak diberi nama. Bentuk nisan hanya membedakan apakah itu laki-laki atau perempuan. Beberapa makam memiliki panjang lebih dari 2 meter. Dipisahkan oleh tembok, terdapat makam para syuhada haji yang meninggal pada saat kecelakaan pesawat di Colombo tahun 1978. Pada saat itu jamaah berencana pulang menuju Surabaya setelah melaksanakan haji.
Ada salah satu makam yang cukup besar dan berpagar bertuliskan Mbah Bolong, bernama asli Sonhaji. Konon tugas dari Mbah Sonhaji adalah menentukan posisi pengimaman agar sesuai arah kiblat. Mbah Sonhaji memiliki keahlian luar biasa yaitu dengan cara melubangi tembok ditempat pengimaman, orang sekitar bisa melihat langsung ke Ka’bah. Ini sekaligus menepis anggapan orang yang meragukan posisi imam apakah betul menghadap Ka’bah. Wallahu alam.

IMG_3416

Disebelah timur masjid Agung Sunan Ampel, terdapat satu makam berpagar dengan 9 nisan didalamnya. Itu bukan makam 9 orang, melainkan makam 1 orang, yaitu makam Mbah Soleh salah satu murid Sunan Ampel. Semasa hidupnya mbah Soleh mempunyai 3 profesi, pertama sebagai tukang bersih-bersih masjid, kedua tukang kayu dan ketiga ikut menjadi arsitek masjid Ampel. Selama Mbah soleh hidup, lantai masjid sangat bersih orang bisa langsung salat diatasnya tanpa merasakan debu.
Setelah Mbah Sholeh wafat, para santri tidak dapat melakukan tugasnya membersihkan lantai masjid sebagaimana Mbah Sholeh. Sampai Sunan berkata:” Bila Mbah Sholeh masih hidup tentulah lantai masjid ini menjadi bersih.”
Mendadak Mbah Sholeh berada di pengimaman masjid sedang membersihkan lantai dan sejak itu lantai masjid menjadi bersih sekali. Orang-orang heran melihat Mbah Sholeh hidup kembali.

Beberapa bulan kemudian Mbah sholeh wafat kembali dan dimakamkan persis disebelah makamnya terdahulu. Kemudian masjid kembali kotor lagi, sehingga Sunan mengucapkan kata-kata yang sama, dan Mbah Sholeh pun hidup kembali, kejadian terus berulang sampai 8 kali. Sehingga Mbah Sholeh mempunyai 8 nisan. Pada saat itu Sunan meninggal dunia, dan beberapa bulan kemudian Mbah sholeh meninggal untuk yang kesembilan kalinya sekaligus yang terakhir. Nisan yang paling besar itulah yang terakhir.
Tak jauh dari makam Mbah Saleh terdapat makam KH Mas Mansyur.

IMG_3417

Di masjid Ampel juga terdapat sumur yang yang dibuat sendiri oleh Sunan Ampel untuk keperluan wudhu dan sampai sekarang air sumur tersebut tidak pernah kering. Dikarenakan masjid mengalami perluasan, sumur tersebut terdapat didalam masjid. Sehingga dipasang pipa-pipa untuk mengalirkan airnya. Menurut guide tadi jika kita kehilangan benda, kita berikan orang air sumur tersebut, jika yang meminumnya pencurinya maka barang kita akan kembali. Maka tidak heran banyak yang meminum bahkan membawa pulang air tersebut dengan harapan mendapat karomahnya. Air sumur untuk diminum tersedia dalam gentong-gentong besar plus cangkirnya. Mau coba meminumnya? Datang saja ke Masjid Ampel. Di lingkungan masjid sebelum memasuki salah satu gapura masjid, banyak pedagang menjual pakaian, berbagai jenis kurma dan manisan buah, mirip suasana di Madinah. Bahkan kurma mudapun ada, mungkin untuk pemanasan sebelum ke Madinah bisa ke Ampel dulu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s