City Tour Bus @Jakarta

Gak percaya baca berita bahwa Jakarta menyediakan bus tingkat untuk city tour, ah yang bener aja, gak perlu ke Singapore nih? Beneran gak sih jangan-jangan hoax hehehe. Sempat baca-baca cuitnya Ridwan Kamil bahwa di Bandung sedang diadakan kontes design Bus untuk city tour di Bandung. Sudah diumumkan juga pemenangnya, busnya berwarna merah keren, langsung identik dengan London. Tapi memang merah sangat eye catching banget. Kembali ke Bus Tingkat untuk Jakarta. Penasaran bagaimana wajah Bus City Tour Jakarta, merah jugakah atau orange metro mini😀

Ditahun 80-an Bus tingkat mulai wara-wiri di Jakarta, kurang tau  kapan pastinya namun sewaktu saya SMA awal 90an. Bus tingkat dari PPD sempat ngetrend di Jakarta menjadi alat transportasi idaman kami. Gimana enggak dari Pondok Kopi ke Pramuka cuma naik sekali sudah sampai, walau jalannya tidak terlalu cepat tapi kami enjoy, saat itu kemacetan Jakarta belum separah sekarang. Dua hari dalam seminggu kami naik  Damri, kami menyebutnya, untuk menuju tempat les di bilangan Pramuka. Kami suka duduk di bangku paling belakang, karena jika ada jalan menanjak kemudian turun maka bus akan berguncang, guncangan paling hebat ya dipaling belakang itu. Sepertinya bangku paling belakang menjadi hot seat, beruntungnya karena kami naik dari awal, kami sering duduk dibagian hot seat. Bus tingkat mulai hilang sekitar tahun 1995 dan sampai sekarang saya selalu merindukannya. Saya tidak melewatkan kesempatan naik bus tingkat tahun 2010 ketika kami ke Singapore, suami saya sempat terganggu kenapa musti maksa naik bus tingkat padahal sudah malam, kenapa gak naik taksi atau MRT saja.

Namun dengan segenap perjuangan aku usahakan naik bus tingkat menuju hotel, walau sebenarnya hotel kami tidak dilalui persis di depannya. Hey masih bisa jalan kaki toh menuju hotel🙂 Sudah bisa dipastikan norak banget diatas bus, cuma saat itu bus dalam keadaan kosong sehingga hanya sedikit yang naik ketingkat atas, horey….. Begitu membaca berita city tour Jakarta akan menggunakan bus tingkat wow, sesuatuh.

Mulailah mencari jadwal operasi bus dan lokasi haltenya. Tidak mensia-siakan kesempatan, begitu anak selesai UKK kamipun berangkat menuju Bundaran HI menaiki Trans Jakarta. Anak-anak suka naik bus asal ber AC, jadi kali ini mencoba armada baru, bus tingkat. Sayang ketika sampai di HI  jam 4 sore. Bus langsung kembali ke Monas dikarenakan akan ada penutupan jalan untuk acara entahlah mereka tidak memberi tahu. Anakku yang kecil mulai manyun, hampir ngambek di halte. Terpaksa mengeluarkan jurus ke Toko Buku kebetulan dekat dengan Grand Indonesia, masih dengan cemberut dia mengikuti juga.

Tidak menyerah sampai disitu besoknya hari sabtu kami mencoba peruntungan naik bus city tour, kami berencana parkir di Plaza Indonesia, paling dekat dengan halte. Apadaya waktu 40 menit terbuang hanya untuk mencari parkiran, kamipun memutuskan sholat ashar dimasjid Istiqlal. Meski tidak parkir dan membuang bahan bakar selama 40 menit kami dapat bonus bayar parkir sebesar Rp. 5000 hehehe. Kamipun menunggu di halte depan masjid Istiqlal. Setelah dilewati 4 bus baru kami dapat naik, ternyata setiap bus mempunyai tempat pemberhentian berbeda yang akan saya jelaskan dibawah ini.

Jam oprasi City Tour Bus dimulai dari pukul 09:00 – 19:00 setiap harinya kecuali hari Minggu dimulai dari pukul 12:00 karena suka berbenturan dengan Car Free Day. Kita juga tidak bisa menyetop Bus disembarang tempat, tapi harus di halte-halte yang ada plang gambar Bus City Tour yaitu: Halte Bundaran HI, Sarinah, Museum Nasional, Santa Maria, Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, Masjid Istiqlal, Istana Merdeka, Monas, Balai Kota.

IMG_3155

Tidak setiap bus berhenti di setiap Halte tapi ada pembagiannya, satu bus berhenti di Masjid Istiqlal, Gedung Kesenian Jakarta dan Museum Nasional. Kecepatan Bus hanya 20 km per jam, jadi bisa diperkirakan kalau sore hari sedang macet berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melewati rute tersebut.  Sangat tidak disarankan bagi yang terburu-buru mengejar waktu. Supir Bus City Tour semuanya wanita, lalu ada asistennya yang mengatur duduk penumpang, kemudian petugas keamanan dan satu pemandu wisata. Bus dilengkapi dengan CCTV, AC yang sangat dingin, overall nyaman. Sayang suara pemandu tidak terdengar jelas apabila kita duduk di bangku atas. Pemandu menjelaskan setiap rute yang kami lewati, sejarah gedung dan patung yang berdiri disitu . Kebetulan saya sudah membaca novel Adriana sehingga sedikit banyak saya cukup tau sejarahnya maka saya memutuskan untuk duduk diatas, yup apa gunanya naik Bus Tingkat kalau duduk dibawah. Bagi yang ingin mengetahui sejarah Jakarta sebaiknya duduk di bawah bisa dengan jelas mendengar suara pemandunya.

IMG_3157

IMG_3165

Penasaran saya terjawab sudah, menurut pendapat pribadi busnya terlalu pendek untuk ukuran bus tingkat, dan warnanya kurang eye catching, masih kalah sama bajaj.🙂 Antara kuning muda dan tulisannya biru gitu deh, saya foto pakai hp ternyata HP rusak foto pada ilang, maafkeun.

Ini kali pertama anakku naik bus tingkat, memang sudah menjadi targetku agar anak-anak tau segala sesuatu melalui orang tuanya, agar kelak dia dewasa selalu mengingat bahwa orang tuanya selalu ada disetiap merka mengalami hal-hal baru. Dalam dua hari itu anak-anak naik transportasi yang hanya ada di Jakarta, oke boleh bertepuk tangan pemirsa. Dan seperti biasa kebahagian seorang ibu cukup dengan melihat senyum merekah diwajah anaknya, maka segalanya tidaklah sia-sia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s