Jujurlah Padaku…

IMG_8983

Judulnya gak asik banget, pakai lirik sepenggal lagu band Radja.

Mungkinkah kita menuntut seseorang untuk jujur, didunia yang penuh dengan sandiwara ini? Ya enggaklah, setiap orang mempunyai beragam kepentingan. Teringat kata-kata sahabat lama, “sekarang yang penting pencitraan fi…”. Tadinya kata-kata itu seperti lelucon, tetapi ternyata ada benarnya.

Ketika saya dituntut untuk lebih peka, dan berlaku sebagaimana orang dewasa, memilih reaksi yang sepantasnya orang dewasa lakukan, huuufff mampukah melawan ego? Seorang sahabat lain menyarankan, untuk jadi pengamat. Ternyata seru juga jadi pengamat. Hal-hal kecil yang biasanya luput dari perhatian, sekarang terlihat lebih jernih. Sesuatu yang disembunyikan bisa terlihat dari bahasa tubuh, nada bicara dan tatapan mata. Bener banget kata orang kalau mata tidak pernah bohong. Belajar memilah, menyaring, apakah perkataan sesuai perbuatan? Bahasa tubuh yang tidak singkron dengan perkataan. Beneran ya dunia cuma panggung sandiwara. Awalnya kaget, hal yang menurutku remeh temeh dan gak penting, ternyata big deal buat orang lain. Mungkin ini kelemahannya orang yang berfikir simple dan gak mau ribet seperti aku, jadi apa-apa dibawa santai. Ternyata gak bisa gitu juga.

Permasalahan lainnya adalah ketika kita sudah jenuh dengan sandiwara itu dan mulai membuka kedok masing-masing pertama terasa menyenangkan lepas dari beban berat. Kepalsuan, semakin kesininya makin terlihat aslinya hanya untuk menemukan bahwa kepalsuan lebih menyenangkan dibanding kenyataan. Konsekuensi dari setiap tindakan apakah ingin dalam kondisi “nyaman” dengan kepalsuan? Atau belajar kompromi dengan keadaan. Pilihan orang dewasa pastinya kompromi dengan keadaan sepahit apapun itu nikmati saja. Pelajaran pentingnya adalah perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Tapiiiiii jangan pernah  berharap orang lain memperlalukan kita sama. Terus giman dong? Ya gak gimana-gimana juga, simple aja karena kita tidak bisa mengaharap orang lain berprilaku sama, maka ikhlaskan saja apa-apa yang telah kita perbuat. Kalau tidak ikhlas jangan lakukan! Secara saya bukan politikus dan tidak berniat menjadi, jadi gak penting juga pencitraan.

Dibuat gampang aja deh, kalau ikhlas apapun itu lakukan, kalau berat dihati, jangan. Percuma dilakukan hanya akan medapat capek saja, gak ada pahalanya. Melakukan sesuatu karena faktor tidak enak sama si A si B dan lain sebagainya. Aduh udah deh cukup, cukup mengikuti standar orang lain. Menjadi lebih paham bahwa segala urusan hanya boleh bergantung pada-Nya, semua tindakan juga akan dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya. Sedikit saja kita membuat orang lain sakit hati, tunggu saja cepat atau lambat kita akan mendapatkan balasannya. Begitu juga sebaliknya, melakukan sesuatu atas dasar ikhlas tanpa memusingkan pandangan manusia, semata-mata karena-Nya, insya Allah urusan kitapun akan dipermudah. Semoga tindakan kita selalu diarahkan menuju kebaikan, aamiin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s