C’est la vie

Pagi-pagi sekali disamperin oleh Bu RT, Bu Vivi dan Bu Brawid diajak membesuk tetanggaku yang katanya sedang kritis. Deg….kaget banget bagaimana bisa, dua rumah dari rumahku tapi aku gak tau? Buru-buru berangkat membesuk, alhamdulillah beliau masih bisa duduk, aku sampai Bu RT pun pamit. Cerita-cerita penyakitnya yang sudah kronis, ternyata sakit Kanker Pangkreas, ya Allah. Selama ini sering bolak-balik sakit dikira hanya sakit biasa, ternyata sejak Februari lalu baru terditeksi. Sama sekali tidak paham mau berkata apa hanya bisa berkata : “minta yang terbaik saja Bu menurut Allah, semoga sakitnya Ibu menjadi penggugur dosa, aamiin.” Beliau setuju sudah paham dengan manis, masam, pahit, asin dan getirnya kehidupan. Tampak tawakal dan tenang sekali, kebetulan beliau habis Umrah Ramadhan kemarin, sudah curhat securhatnya kepada Sang Pemilik Kehidupan ujarnya.

Ketika kami masih berdua pembicaraan hanya seputar itu saja, kemudian datang tetangga yang lain memberikan semangat bahwa apapun bisa terjadi harus tetap semangat. Kembali aku tertegun, mulai bingung what should I do? Memberikan semangat, tapi tetap tawakal, berusaha tapi tetap ikhlas akan ketetapan-Nyad an semuanya menjadi tidak jelas. Dihati berkecamuk bahwa Ibu ini masih muda baru 51 tahun, anak masih di bangku Kuliah dan SMA. Dipikir pakai logika ini berat sekali, tapi ada suara dari hati kecil berkata, bahwa hidup ini kita cuma bisa menjalani, menikmati prosesnya, apakah itu gembira atau sedih yakin saja itu yang terbaik. Yang Maha Berkehendak sudah mengatur sedemikian rupa dan baiknya sesuai kebutuhan kita. Justru menjadi pelajaran berharga bahwa hidup ini singkat, tidak perlu menunggu tua untuk mengalami sakit. Ya Allah apa yang telah aku lakukan selama hidup? Adakah yang bermanfaat bagi diriku, orang sekitarku, masih minim modal untuk bertemu dengan-Mu. Ya Allah berikan yang terbaik buat Ibu Ir, semua yang terbaik menurut-Mu, angkat penyakitnya, ringankan rasa sakitnya, tabahkan beliau menjalani semua proses ini, peluklah dia dengan segenap kasih sayang-Mu ya Rahman. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s