Trip 3 Pulau: Kelor, Cipir, Onrust

Jeng..jeng..jeng..

Hari yang ditunggu tiba, nge-trip bareng, sales panci plus Diandra dan Mbak Dewi…ah senangnya Mbak Dewi bisa ikutan, karena sebelumnya kami sudah chit chat agar kalau dia ke Jakarta nginap dirumahku dan kita nge-trip 3 pulau yang termasuk dalam gugusan pulau seribu. Alhamdulillah jadi kenyataan, ya nginep, ya ngetrip. Tujuannya 3 pulau yaitu, pulau Kelor, tempatnya Rio Dewanto nikah sama Atikah H, lalu pulau Cipir dan terakhir pulau Onrust.

Berangkat dari rumah pagi jam 6, kumpul di shell M.T Haryono, dari situ sekitar jam tujuh kurang, meluncur ke Kamal lewat tol menuju Seokarno Hatta. Keluar pintu tol Kamal, putar balik lalu kekiri, ikuti jalan sampai mentok pertigaan ke kanan lurus aja sampai ketemu pelelangan ikan, nah naik perahunya dari situ. Kita trip murah meriah jadi naik perahu nelayan bermotor yang jalannya pelan saja. Lumayan sampai Kamal sudah banyak yang menunggu perahu diberangkatkan. Namanya pasar Ikan di Indonesia ya begitu deh, “harum” karena got mampet, jadi usahakan pakaian kasual, sepatu atau sandal yang bisa diajak ke pantai.

10672223_10202964710894295_2279740883734166139_n

Berangkat dari Kamal sekitar jam 8:50 sampai di pulau kelor jam 9:40, sepertinya jarak pulau tidak terlalu jauh, akan tetapi kecepatan perahu yang sama seperti naik sepeda membuat perjalanan lama. Sampai di kelor ada masalah dengan perahu susah parkir, sempat juga tuh beberapa menit berusaha merapat, dalam hati berdoa saja, mungkin kebanyakan ketawa nih, alhamdulillah bisa juga merapat. Langsung mupeng liat pasir putih, pulaunya kecil, terdapat benteng peninggalan zaman VOC namanya Benteng Martelo, yang kata ial, mirip tungku tempat masaknya Hercules😀 Masih kokoh Bentengnya walau banyak bagian yang telah rusak, terbuat dari batu bata.

10629585_10202964755575412_3146592441092573424_n

Pengunjung cukup ramai, jika ingin dapat spot foto yang bagus, antri berfotonya. Kebetulan tiga hari sebelumnya Dewi ulang tahun, jadi dibelikan 2 cake mungil sebagai simbolis, tadinya mau beli yang besar cuma ngebayangin bawanya ke pulau, takut gak berbentuk. Biar kecil berkah kok semua kebagian kecuali Dina yang sedang pilek sama Mbak Dewi yang memisahkan diri. Kalau sudah berkumpul, suka gak ingat umur jadilah kita foto-foto dengan kebanyakan gaya. Ternyata malah seru dibandingkan gaya foto keluarga. Biaya restribusi masuk pulau 5000 rupiah saja. Apa 6000 ya gak jelas juga melihatnya dari jarak jauh.

@Pulau Kelor
@Pulau Kelor

Dewi's

Pulau kedua pulau Cipir, disini tempat karantina jamaah haji dari zaman dulu banget, yang naik hajinya masih naik kapal laut. Banyak terdapat sisa bangunan, bekas asrama haji. Biaya masuknya juga 5000. Disini palaunya lebih adem banyak pohon, cuma herannya tidak ada pohon kelapa, kenapa gak ditanam ya kan keren tuh. Ada beberapa orang yang camping, mereka mancing, lalu bakar ikan disitu. Lumayan lama juga disini kita istirahat sambil makan siang. Tadinya saya niat mau main air, makanya saya tidak membawa kamera, memang saya kalau ke pantai rugi bawa kamera mending nyemplung sekalian. Baju ganti sudah dibawa, tapi ketika diingatkan hati-hati bulu babi, oh no thanks. Ingat zaman SMA trip ke pulau Rambut dan pulau Untung Jawa, beberapa teman kakinya terkena bulu babi, terpaksa dikencingi anak-anak kecil agar bulu babi keluar. Nama lain bulu babi adalah landak laut, bentuknya mirip rambutan tapi dengan duri-duri yang panjang. Jika terkana bisa bikin demam, dan bulu babi ini ada yang beracun ada yang tidak.

Kaka Ati paling belakang ya temans...
Kaka Ati paling belakang ya temans…

10615513_10202965087343706_6037980249282462299_n

Afrial berenang, baru saja berenang tiba-tiba terinjak bulu babi, katanya rasanya seperti tersengat, lemas, rupanya ada metode baru selain diberi air seni (amoniak alami), bisa juga di ketok-ketok lokasi yang terkena dengan batu, agar hancur duri-durinya. Mau bantu juga gak bisa, jadinya kita cuma ngeliatin dari jauh. Akhirnya Ika atas dorongan dari teman-teman bersedia menyumbangkan sesuatu buat Ial hehehe. Disini banyak lokasi foto-foto yang keren, asal rajin mengelilingi pulau. Setelah selesai kita mengambil rute berbeda menuju perahu ke pulau ke tiga, pulau Onrust. Seharusnya pulau Onrust ini pulau kedua dikunjungi, akan tetapi karena rame pengunjung, jadi kita putar haluan ke pulau Cipir terlebih, pilihan yang tepat.

Dahulu pulau Onrust dinamakan pulau Kapal karena banyak kapal berlabuh disini sebelum menuju Batavia. Sebelum Karakatau meletus pulau Cipir dan Onrust merupakan satu gugusan pulau. Nama ‘Onrust’ sendiri diambil dari bahasa Belanda yang berarti ‘Tidak Pernah Beristirahat’ atau dalam bahasa Inggrisnya adalah ‘Unrest’. Disini juga sekitar tahun 1930-an tempat karantina asrama haji. Di pulau Onrust suasananya juga agak-agak spooky ya, begitu sampai dermaga dalam hati langsung berdoa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapakan. Pulau ini banyak peninggalan sejarah Arkeolog, ada sebuah banguan arsitektur Belanda yang dijadikan museum, juga terdapat penjara, yang bangunannya sudah direnovasi sehingga lebih rapi. Terus terang sejak kejadian di Jogja dan bebrapa kali masuk museum bulu kuduk merinding, jadi agak-agak malas masuk museumnya dan tidak tertarik melihat kedalam penjara *takyut…

Terdapat makam Belanda yang ukurannya cukup besar (sayang gak foto) juga ada dua makam pejuang DI/TII. Kedua makam ini terletak di sisi barat pulau Onrust. Menurut keterangan quide yang bawa kita, hampir dipastikan, salah satunya adalah makam pemimpin Darul Islam, Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, yang dieksekusi di Pulau Onrust pada masa pemerintahan presiden Soekarno tahun 1964. Ah sekali lagi maafkan aku tidak membawa kamera. Dari beberapa keterangan yang saya baca di plang yang di pasang disitu, dulu pernah mewabah penyakit leptospirosis sehingga pondasi rumah juga dibuat sedemikian rupa agar sulit dimasuki oleh tikus. Pinter yah orang zaman dulu.

Syukur juga tidak membawa anak-anak kesini. Anakku yang bungsu sensitif banget, bisa merasa kalau ada sesuatu yang “beda”. Pulau Onrust juga dipenuhi pepohonan, pohon beringin, pohon saga dan beberapa pohon khas pantai lainnya cuma sekali lagi tidak ada pohon kelapa satupun. No wonder harga kelapa muda 14 ribu rupiah. Tau gini kan aku bawa bibit kelapa hehehehe. Ketemu juga beberapa orang Bapak-Bapak sedang memancing ikan, membawa cool box, ih mantaps banget ikannya masih hidup-hidup dikasi es, pastinya enak banget tuh dibakar. Si Bapak tau banget hasrat ingin narsis kami, disuruh foto dengan ikan Layur, fotonya sama Mbak Dewi. Ternyata kita bisa sewa kapal untuk ngantar kepulau pagi-pagi, sore hari dijemput kembali balik ke Kamal. Intresting🙂

Akhirnya gak tahan juga melihat air bening, batu-batuan, karang,  turunlah main air sebentar, berani karena transparan jadi bulu babinya bisa terditeksi. Sah sudah main kepantai kalau sudah nyemplungin kaki ke air. Pulangnya ombak agak besar jadi lumayanlah goyangannya, alhamdulillah gak sampai mabuk laut. Kami menggunakan jasa salah satu teman dalam pengurusan tripnya, jadi gak pusing-pusing cukup membayar 99 ribu all in sudah sama makan siang, meeting point di pelabuhan Kamal. Makan siangnya Nasi Bakar plus Ikan dengan bumbu pepes, bisa juga pesan ayam sih.

Pulang dari Kamal mengantar Mbak Dewi sampai pintu tol nyambung taksi. Mengejar pesawat jam 8 malam tuk kembali ke Makasar.  Save trip ya Mbak Dewi, jangan kapok loh. Sementara kami lanjut cari makan malam di Bandar Djakarta Alam Sutra biar pulangnya mudah. Lama juga ngobrol-ngobrol, lebih tepatnya dengerin Kakak Fanny curcol hihihi. Makanan di BD seperti biasa ikan bakar, alhamdulillah ikan kue nya segar, jadi beli dua dibakar ala Bandar Djakarta satu lagi ala Saos Teluk (pakai wijen) enak-enak-enak. Cumi-cumi dimasak saos Padang. Lalu ikan sebelah baru banget masih berlendir insangnya itu dibuat pepes edan yang rasanya beneran peuuduweeess edan. Semua rasanya enak, yang menurut rekan-rekan kurang enak cuma tahu isinya, saya gak cicipi.  Pas mau foto-foto eh batre kamera habis, cuma foto sekali pakai HP Dewi kayaknya kurang terang deh. Pulang kerumah dengan kebaikan Kakak Fanny kami diantar satu-satu, alhamdulillah. Mudah-mudahna diberikan rejeki bisa ngetrip bareng lagi sama sales panci sama Mbak Dewi, aamiin.

1461118_10202965224747141_7520642263763144964_n

Note: semua foto yang ada akunya berarti Diandra yang mengambil, thanks ya Diandra, berkat kamu foto tante jadi banyak hehehehe.

One thought on “Trip 3 Pulau: Kelor, Cipir, Onrust

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s