Menelusuri Kejayaan Nusantara di Masa Lalu

Cerita yang masih tersisa sewaktu liburan ke Jawa Timur kemarin, salah satunya adalah kunjungan kami ke situs Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto. Saya suka sejarah, meskipun tidak pandai, tapi saya sangat tertarik untuk mempelajari sejarah Indonesia. Saya tidak akan melewatkan kesempatan mengunjugi tempat-tempat bersejarah di Indonesia.

Kerajaan Majapahit mempunyai peranan penting dalam sejarah Bangsa Indonesia, salah satunya adalah berhasilnya Kerajaan Majapahit menyatukan wilayah-wilayah Nusantara. Pengaruhnya bahkan sampai ke negara-negara tetangga. Didaerah Trowulan sisa peninggalan yang tanpak di permukaan berupa candi, arca, gapura, makam, kolam dan benda-benda lainnya yang disimpan dalam sebuah mesuem Purbakala Trowulan yang dibangun pada tahun 1920 .

Penelitian terhadap Situs Trowulan pertama kali dilakukan oleh Wardenaar pada tahun 1815. Ia mendapat tugas dari Raffles dalam bukunya ‘History of Java’ (1817), yang menyebutkan bahwa berbagai obyek arkeologi yang berada di Trowulan sebagai peninggalan dari Kerajaan Majapahit.

Setibanya kami di Trowulan hari sudah mulai petang, sehingga kami tidak sempat mengunjungi museum, seharusnya untuk menambah pemahaman, hal pertama yang dikunjungi di Trowulan adalah Museum Trowulan. Buka pada Selasa-Minggu, pukul 7:30 – 15:30 Senin dan hari libur nasional tutup. Alamat: Pusat Informasi Majapahit, Jalan Raya Pendopo Agung Trowulan, Jawa Timur .

Tujuan pertama kami adalah Sleeping Buddha, tepatnya di Maha Vihara Mojopahit, desa Bejijong, Trowulan. Untuk mencapai tempat ini tiadaklah sulit dari jalan antar kota Surabaya-Solo, jika naik bus umum bisa menaiki Bus antar kota dari terminal Purabaya menuju Solo, turun di perempatan Trowulan kemudian bisa dilanjutkan  naik minibus dan turun di Balai Perlindungan Benda Purbakala Trowulan, dari situ lalu berjalan kaki menuju Maha Vihara Majapahit. Alternatif lain sewa ojeg karena dipastikan kita akan mutar-mutar mengelilingi situs yang luasnya diperkirakan 11 x 9 km. Untuk tarif nego saja sama Abangnya kebetulan kami menggunakan mobil pribadi. Sebagian wilayah jalannya sedikit berbatu, makanya saya sarankan naik ojek. Naik becak juga bisa asal tahan saja sama guncangannya🙂.

Begitu masuk parkiran di Vihara saya sempat terkesima dengan tulisan di salah satu pohon, dibutuhkan beberapa detik untuk mencernanya hehehe. Masuk kedalam Vihara ini sebenarnya Gratis karena tempat ibadah akan tetapi dikarena pengunjung yang banyak di hari libur lebaran maka dikenakan tarif 2000 rupiah perorang untuk kebersihan. Semula saya ragu karena itu tempat ibadah, tapi kami tidak memasuki ruang utama melainkan terus kebagian belakang disanalah patung tersebut berdiri eh tidur, yaiyalah namanya sleeping Buddha.

Patung Buddha Tidur berwarna kuning keemasan dibuat dari beton yang dipahat oleh pengrajin patung asal Trowulan, posisi tidur melambangkan Sidharta Gautama pada saat wafat. Dan diletakkan di tengah kolam yang melambangkan bahwa Budha pada saat wafat abunya di buang kelaut. Patung menghadap ke Selatan karena Selatan dianggap sebagai kiblatnya orang Buddha.

Berfoto-foto sebantar, kemudian seperti biasa kerjaan saya mengamati sekitar, ternyata banyak yang kesitu dengan tujuan narsis agar terlihat seperti foto di Thailand oh please….😀. Positifnya gak perlu ongkos yang mahal ke Thailand, di Trowulan juga ada. Buat para Ababil yang ingin berkunjung disini, pesan Mbak *gak mau dipanggil Tante* cuma satu, jangan berisik ya, ini tempat ibadah. Narsis boleh asal jangan sampai mengganggu orang beribadah.

IMG_3771
Sleeping Buddha @Trowulan
IMG_3789
Bagian bawahnya terdapat kolam
10524355_10152582789779729_6745764461786414616_n
Absurd😀

Lokasi kedua kami mengunjungi Candi Brahu, tidak jauh dari vihara, terletak diantara sawah-sawah dan perkebunan tebu, saya sempat berfikir kalau dilakukan penggalian besar-besaran, tidak menutup kemungkinan di area persawahan tersebut banyak ditemukan peninggalan-peninggalan lainnya *dominan otak kanan jadi suka menghayal. Rumah-rumah penduduk sekitar masih asri masih banyak pohon, saya suka saya suka.

Sampai di Candi Brahu pemandangan di pintu masuk adalah gerobak penjual rujak, gerobak bakso yang menutupi sebagian penampakan candi dari pintu masuk. Tolong ya pemda ditertibkan, dikasi lokasi yang agak kepinggir gitu. Jadi mau foto penampakan dari luarnya saya kurang sreg. Biaya masuknya kalau tidak salah 3500 perorang. Candi tak hanya berfungsi sebagai tempat pemujaan atau penyimpanan benda-benda pusaka, tetapi pula menjadi tempat bagi pembakaran mayat ataupun penyimpanan abu jenazah. Candi Brahu diduga kuat merupakan salah satu candi dengan fungsi sakral tersebut. Candi Brahu terbuat dari tanah liat/batu bata, yang saya sendiri kurang paham bagaimana cara menyusun batubata tersebut, merekatkannya menggunakan apa? Kami tidak menemukan brosur ataupun keterangan mengenai hal ini, ataupun kami yang kurang teliti. Disalah satu baigan candi terdapat ruang kosong yang membuat saya bertanya-tanya mengapa ruang tersebut dibiarkan kosong? Memang terdapat sesajen tapi itupun tidak tepat dia ruang tersebut tapi dibawahnya. Seperti biasa jiwa saya yang “labil” kembali mengingatkan jangan banyak pertanyaan berdoa saja. Biasanya semakin penasaran maka saya akan semakin fokus. Untuk itu rasa penasaran saya sengaja saya tinggal dirumah. Kalau dibawa-bawa repot, ini mengunjungi situs sejarah yang usianya sudah 700 an tahun.

Rutinitas biasa foto-foto dua gadis model eh dua kakak ipar saya yang mau saja disuruh pose😀. Tidak lama disitu karena masih banyak tempat yang ingin kami kunjungi.

IMG_3798
Untuk apakah ruang yang kosong itu?
IMG_3813
Detail candi,  mbak geser dikit, menghalangi keeper deh :p
IMG_3820
Candi Brahu dilihat dari pintu masuk

Destinasi ketiga, Kolam Segaran

Kolam Segaran luas keseluruhan menempati areal 6,50 ha. Bangunan memanjang dari utara ke selatan sepanjang 375 m, lebar 175 m, tinggi tembok 2,88 dengan ketebalan dinding 1,60 meter. Dengan ukuran tersebut, kolam Segaran ini dianggap sebagai kolam kuno terbesar di Indonesia.  Konon ceritanya pada zaman kerajaan Majapahit, jika da tamu dari luar kerajaan datang, maka di jamu di pinggir kolam ini. Dijamu dengan hidangann terbaik dan menggunakan peralatan makan yang terbuat dari emas dan perak. Sehabis jamuan makan, maka peralatan tersebut langsung dibuang kedalam kolam. Gunanya untuk show off saja, agar terkesan kerajaan Majapahit kaya raya, peralatan dari emas/perak setelah dipakai langsung dibuang. Sebenarnya setelah tamu tersebut pulang maka akan ada penyelam yang mengambil kembali peralatan makan tersebut kedasar kolam Segaran. Mungkin masih ada satu atau dua buah sendok yang tertinggal didasar kolam, anda berminat untuk menyelam? Untuk penduduk lokal kolam tersebut termasuk sakral sehingga tidak ada yang berani berenang, aktifitas yang dilakukan adalah mancing ikan., dan bersantai sambil menikmati hidangan Mojokerto. Salah satunya Sambel Wader, ikan sungai yang berukuran kecil-kecil digoreng dikasi sambel dan lalapan, minumannya kelapa muda, sesuatuh.

Cerita ini saya dengar dari Abang saya, dan abang saya mendengar cerita ini dari penduduk sekitar.  Oh iya saya lupa foto kolamnya tapi mungkin ada disalah satu Hp Kakak ipar saya.

kolamsegaran
Nyomot foto dari http://www.ambhen.wordpress.com

Destinasi ke empat Pendopo Agung Trowulan

Disini Abang numpang ke toilet hehehe, kami hanya mampir sebentar melihat-lihat, banyak yang sedang berisitirahat disana. Seperti biasa narsis foto, mumpung lagi kumpul.Selanjutnya kami meneruskan perjalanan menuju Candi Tikus.

Dinamakan Candi Tikus karena waktu itu terjadi wabah tikus dan setelah diselidiki banyak tikus yang bersembunyi dibawah gundukan tanah. Setelah digali ternyata tikus-tikus tersebut bersembunyi didalam bangunan yang terbuat dari batu bata yang kemudian diketahui sebagai candi yagn terpendam. lokasi candi tikus memang dibawah permukaan tanah.

Hari sudah menjelang magrib kami hanya melihat dari luar, hanya Abang saya yang masuk kedalam dan mengambil beberapa foto.

Masih banyak lagi situs-situs yang belum sampat kami kunjungi karena keterbatasan waktu, sebaiknya mengalokasikan waktu satu hari penuh untuk mengeksplorasi tempat ini. Dimulai dengan berkunjung ke museum Trowulan.

IMG_3825
Pendopo
IMG_3836
Candi Tikus
IMG_3826
sampah oh sampah

Referensi :

1. http://nrmnews.com/2012/10/10/keagungan-kerajaan-majapahit-terekam-di-situs-trowulan-mojokerto/

2. http://candinusantara.com/candi-brahu-teka-teki-ritual-pembakaran-mayat/

3. https://www.facebook.com/CeritaPariwisataNegerikuIndonesia/posts/498777743572195

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s