Bukan Hak Kita

IMG_4179copy

Kalau melihat foto diatas apa yang terlintas dipikiran kamu?
Foto yang biasa-biasa saja, sebuah pipa bocor kemudian air yang terbuang ditampung dengan ember, sederhana. Pipa itu mengalirkan air dari sekolah ke Toren Masjid Al Kautsar *ternyata ke toren TK.

Menjadi tidak sederhana ketika Abang bertanya.
Abang:” Bunda itu ember siapa?”
Bunda:”Ember kita”
Abang: “Air itu bukan hak kita loh Bunda.”
Bunda:” Iya memang bukan hak kita, cuma Bunda memanfaatkan saja untuk tanaman daripada terbuang mubazir membasahi aspal.”
Abang: “Tanaman mana?” *masih dengan nada curiga.
Bunda:”Tanaman di komplek lah Bang.Kalau pakai selang kita tidak sampai capek bunda ngangkatnya jauh, mending air itu aja. Lagipula sebenarnya komplek kita dirugikan dengan mengalirnya air tersebut pagar komplek jadi karatan kan.”
Abang:”Iya sih daripada membasahi aspal sampai becek gitu.”

Ffuuhhh legaaa…., kalau beragumen sama anak satu ini musti tuntas dan make sense. Alhamdulillah dia mengerti.Kalau bukan hak kita tidak boleh diambil apapun bentuknya. Jadilah Bunda menyiram tanaman jauh-jauh sampai depan rumah bu Galih demi konsistensi omongan sama Abang. Sampai mau nyiram aspal depan rumah juga gak berani gegara diaolog sama Abang. Mayan kalau dirasain, tapi kalau dianggap olah raga angkat beban sih gak masalah🙂.
Makasi ya Bang sudah mengingatkan Bunda.

Note: paginya Bunda sudah lapor sama Guru TK kalau pipanya bocor, diperbaiki seadanya jadi bocor lagi. Sebenarnya tidak usah laporan harusnya Guru TK tau karena jendela kantor dilewati pipa bocor. Sorenya Bunda ngomong sama penjaga masjid mas Rudi, biar segera diperbaiki. Alhamdulillah sudah dibalut pakai karet ban. Mudah-mudahan awet.

11/10/2014
Bunda masih ada ganjalan persoalan ini, lalu cerita ke Ayah, kata Ayah: Haram. Terus solusinya musti minta izin sama penjaga masjid. Malam-malam setelah Isya kami berempat ke masjid untuk minta izin, adanya mas Ari. Bunda minta maaf telah memakai air tanpa izin. Mas Ari bilang :”gak apa-apa Bu, drpd mubazir.” Mas Ari juga bilang pipa itu ke toren sekolah bukan ke Masjid. Mas Ari bilang kalau masih ada tetesan besok dia lapor kesekolah sekaligus minta izin Bunda udah pakai air. Ah leganya….. Sudah clear juga sama Abang, bahwa yang benar Abang bukan Bunda.

2 thoughts on “Bukan Hak Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s