Keep moving forward…

Premium naik lagi ya… hhmm sudah biasa ini mah di Indonesia apa-apa umumnya naik jarang yang turun. Untuk antisipasinya ya menambah income, mau tak mau. Cuma dengan daya beli yang otomatis menurun, apa mungkin kita jualan mukena misalnya. Apalagi mukena kalau belum lusuh jarang orang yang ganti. Ah sudahlah hanya masalah mind set. Mungkin kita bisa jualan yang lain yang lebih mempunyai nilai jual.

So life must go on. Jalani sajalah, toh tidak punya pilihan lain. Sebelumnya saya sudah mulai belajar mandiri, hemat energi, agar tidak terlalu tergantung dengan pasar. Mungkin ada beberapa contoh yang bisa diambil manfaatnya disini, yang tidak baik jangan ditiru ya.

1. Hemat energi, mematikan lampu, menggunakan AC hanya pada saat dibutuhkan (ini suka ngalah sama anak), memanfaatkan penerangan alami dari cahaya matahari, menggunakan toren/tandon untuk menampung air agar kerja listrik tidak terlalu berat. Ini terasa banget loh manfaatnya, sebelum saya memakai toren biaya listrik saya lebih besar sekitar 50.000 rupiah. Coba saja dihitung, pagi cuci baju, cuci piring, wudhu 5 kali dikalikan 4 anggota keluarga, cuci tangan, masak. Ah sering banget deh menghidupkan pompa air. Dengan menggunakan toren cukup pagi sekali mengisi bisa dipakai sampai malam.
Selain itu bisa dengan menghemat AC, caranya, kamar yang bersebelahan bisa di bobok sebagian temboknya untuk diletakkan AC diantara 2 ruangan. Lumayan hemat banget. Memang nanti ada salah satu kamar yang tidak sedingin kamar satunya tapi tetap masih terasa kok dinginnya. Selamat mencoba.

Penerangan dari atas
Penerangan dari atas

2. Menanam tanaman yang bermanfaat.
Saya suka bunga/kembang, tapi belakangan tanaman bunga saya ganti dengan tanaman lebih bermanfaat. Dimulai ketika menyusui anak kedua sangat susah mencari daun katuk. Sehingga batang yang tidak terpakai saya tancapkan saja ke dalam pot. Alhamdulillah sampai sekarang daun katuk masih bertahan dan mulai saya tanam di tanah komplek. Bukan saya saja yang memanen, tapi ibu-ibu lain juga merasakan manfaatnya. Daun jeruk depan rumah juga banyak bermanfaat bagi tetangga, belakangan adik saya suka mengambil buahnya untuk pengobatan penyakit maag. Katanya kalau beli jeruk purut dipasar satunya 5000, wow super sekali. Pohon pepaya, mangga, daun sirsak banyak yang sudah merasakan manfaatnya. Kompleks juga lebih asri, adem. Mulai sekarang daripada beli mulai deh menanam tanaman bermanfaat. Gak punya halaman? Di pot, saya sudah beberapa kali bikin cah ginseng dan daun katuk, tanaman sendiri. Rasanya dijamin lebih fresh dan organik, pupuknya cuma kotoran kambing. Tanaman di taman komplek, daripada ditanami pohon palem lebih baik ganti yang lebih bermanfaat….hehehe kompor.
IMG_4256

3. Masak sendiri lebih hemat.
Daripada jajan diluar lebih baik masak sendiri, lebih bersih, bergizi dan hemat. Maaf untuk urusan yang satu ini saya gak bisa terlalu banyak kasi masukan karena saya sendiri masih suka jajan *menundukkan kepala.

4. Mencari peluang usaha
Daya beli menurun tidak masalah, asal daya juang naik. Kalau kita lebih memperhatikan, maka kita akan tau barang apa yang dibutuhkan orang. Coba deh mengamati, nanti akan timbul inovasi-inovasi yang tidak disangka-sangka dari bahan sederhana, gak perlu modal besar kok. Rejeki gak akan tertukar😉

5. Mengurangi rekreasi diluar
Bisa kok having fun dirumah saja dengan anak-anak minus gadget. Olah raga dipagi hari, bisa jalan santai muterin komplek, main bulu tangkis, naik sepeda atau main sepak bola. Lebih sehat dan bonding dengan anak-anak lebih kuat. Mengerjakan tugas rumah bersama-sama. Anak jadi punya memory lebih tentang orang tuanya dibandingkan main di area bermain di mall. Saya sendiri merasakannya ketika masih kecil sering diajak kakek ke ladang, menanam jagung atau kacang, mancing di sungai, menangkap udang. Kalau malam giliran Abah mendongeng cerita abu nawas atau seribu satu malam. Sampai sekarang yang paling dirindukan anak-anak adalah Atoknya datang, jadi sebelum tidur bisa dengar dongeng. Kalau sama bundanya ditengah cerita suka tertidur atau cerita ngelantur. Pernah suatu malam saya mendongeng tentang binatang tiba-tiba dibangunin sama Abang. Abang:” Bunda, stop deh ceritanya, masa gajah naik lift.” hihihi
Jadi orang tua memang capek, tapi nikmati aja mereka gak lama kok kecilnya. Tau-tau sudah besar, sudah tidak bisa dipeluk-pelukin lagi, sudah gak tidur bareng lagi. Bila saat itu tiba pasti kangen banget sama masa kecil mereka.

Melatih Motorik
Melatih Motorik

6. Mungkin ada tambahan dari yang lain silakan dibagi di komen. Daripada mengeluh yuk ah keep moving forward….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s