Cemilan Sehat

Sebenarnya saya tidak suka ngemil, kalau ngemil hanya untuk yang sudah jelas enaknya, seperti molen Karti** Sa**, Bakpia, bika ambon itu aja. Makanan pokoknya rujak dan pempek. Nah karena sekarang belanja mulai mahal, maka saya punya kebiasaan baru ngabisin makanan anak-anak…haduh, sebelumnya saya gak gini, ini juga yang menjadi biang kerok berat nambah 4,5 kg.

Musim hujan nih, iseng banget pingin ngemil, jalanlah saya ke minimarket dekat rumah. Sampai di mini market mulai pilih-pilih biskuit, tidak ada yang menarik, dan lebih parah kandungannya banyak pewarna, msg, pengawet. Dan kejupun lebih banyak bahan “ajaibnya” daripada susu. Ish… jadi ingat keju yang dibawakan adik saya, keju tanpa pengawet rasanya beda banget. Maka sayapun kembali pulang.
Selang beberapa hari penasaran, pergi lagi ke mini market, dan kembali pulang dengan tangan hampa. Akhirnya saya buka kulkas ketemu timun, ya sudah saya bikin bumbu rujak yang bahannya tersedia di kulkas. Jadilah saya makan rujak timun segar dan sehat🙂

Desember akhir Hatta liburan ke Indonesia, base camp dirumah saya, Hatta biasa sarapan biskuit dan susu, lalu biskuit yang dia bawa habis. Belanjalah ibunya di Supermarket dekat rumah, pulang dengan membawa biskuit rasa srikaya dan satu lagi rasa apa ya lupa. Sampai dirumah dicobain rasanya ehmm gak usah diungkapin deh. Secara kami orang Medan tau banget rasa srikaya. Ternyata pas diliat komposisinya pakai perisa srikaya…hihihi pantesan.

Aku protes sama adikku, dia bilang:” mau bagaimana lagi itu dipilih yang paling sedikit mudharatnya yang lain mengandung msg, pemanis buatan dll. Memanglah produsen makanan ini mau untung aja gak mikirin efeknya buat konsumen. Gimana nanti anak-anak Indonesia 20 tahun kedepan? Mudah-mudahan tetap pada sehat….”
Akhirnya ketemu juga orang satu visi. Selama ini kayaknya yang paling ribet saya soal komposisi bahan di makanan. Bahkan dulu waktu masih tinggal sama nenek, nenek suka sebel kalau belanja di supermarket bareng saya. Saya suka lama, milih selai aja sejam kata beliau alm. Tapi itu hanya berlaku pada dua bulan pertama, selebihnya tinggal comot-comot saja sudah hapal. Nah sekarang masalahnya apa-apa mau murah, minuman yang tadinya komposisinya yougurt sama perasa buah, sekarang dengan merk yang sama berubah komposisi ditambahi ini itu. Susu cair juga gitu tadinya komposisinya susu eh ditambah-tambahin macem-macem bahkan dikasi aspartam. Jadi ulang dari semula lagi deh milih barang konsumsi. Tidak mengapa urusan emak-emak memang begitu, memastikan dan mengusahakan yang terbaik dari berbagai macam pilihan yang ada.

Anak-anak saya ngemil kenalnya buah-buahan, yougurt, biskuit merk tertentu, susu sama minuman yaku**, jadi kalau diajak om/tantenya ke minimarket gak habis 20ribu jajannya. Pernah lagi tanggal tua anak saya yang kecil nyeletuk minta buah, iya…beli deh buah. Sempat terpikir kalau saja saya membiasakan mereka seperti anak-anak lain, jajan 3 ribu juga udah seneng. Tapi tidak apa-apa deh, toh saya sekarang sedang membentuk pola makan mereka agar terbiasa makan makanan bergizi,investasi masa depan, meski mahal *elap keringat. Makanya saya hobby nanam pohon buah-buahan biar klo ngerujak tinggal metik. Mudah-mudahan produsen makanan semakin peduli sama anak-anak sehingga bikin produk yang juga berorientasi gizi bukan hanya keuntungan. Atau ya emak-emak kembali ke dapur bikin cemilan sendiri. Semangat kakak…..

4 thoughts on “Cemilan Sehat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s