Pohon Jeruk Depan Rumah

Pohon jeruk yang ditanam di depan rumah itu usianya lebih tua sedikit dari usia Abang. Ketika hamil Abang sukanya berkebun, memasak, baking dan semua kerjaan tangan dilakukan, sampai pada mengira calon bayinya perempuan. Gak pernah bisa diam, bahkan sempat ngecat rambut mama pakai hena hahaha. Jangan heran kalau Abang gak bisa diam. Cuma belakangan ini setelah 12 tahun usia pohonnya, tiba-tiba batangnya mulai rusak, benalu juga nempel dan gak sempat dibersihkan. Pelan-pelan sebagian cabangnya mengering. Sebenarnya sayang juga karena gara-gara pohon jeruk itu jadi famous, gimana enggak kalau setiap beberapa hari sekali,dan paling rame di bulan puasa ada aja yang minta daunnya buat masak-masak. Memang sudah lama itu daun jeruk dan buahnya diikhlaskan, yang mau ambil bebas. Gara-gara pohon jeruk juga jadi banyak kenal sama tetangga di lain dari komplek lain. Sempat beberapa kali dicangkok juga, pokoknya setiap yang main kerumah pasti metik cabangnya, seketika punya ide aja mau masak apa. Belakangan tetangga sebelah rumah juga menanam pohon jeruk akhirnya, cuma karena Pak Saiful kerja mereka lebih suka metik daun dirumah saya. Pernah suatu hari ada anak kira-kira usia SMA kerumah membawakan peyek, dari mama katanya. Saya sok kenal aja:” Oh iya salam sama mama ya. Aduh Tante lupa deh rumahnya dimana?” *sambil berusaha mengingat-ingat, kenal dimana sama anak ini? Dia: “Diatas tante…mama yang jualan peyek yang sering minta daun jeruk tante” Oh okey ini pohon jeruk tenar bener, hehehe. Memang belakangan saya udah state ke tetangga biar saya gak dirumah kalau mau daun atau buahnya ambil saja bebas. Jadi saya gak ngeh lagi siapa saja yang mampir kerumah. Mungkin memang sudah saatnya dia pensiun melayani tetangga-tetangga sini, biasanya saya akan mencoba melawan dengan memberikan sugesti pada pohon itu supaya tetap kuat, seperti ketika dia menghadapi serangan ulat putih yang membuat daunnya mengering. Tapi kali ini saya relakan mungkin masa berlaku dia sudah habis didunia ini hehehe. Ikhlaskan saja. Lagi mandangin gitu saya petikin buahnya yang memang lagi banyak-banyaknya, bagiin tetangga. Mungkin dia ingin memberikan yang terbaik sebelum berpisah. hebat ini pohon selama hidupnya bermanfaat bagi banyak orang. Jadi pingin seperti kamu wahai pohon jeruk. Beneran ini bukan curhat atau apalah-apalah gitu. Ini benar kisah si pohon jeruk yang bermanfaat bagi orang banyak, ini kisah nyata bukan dongeng.šŸ˜€

IMG_5261
IMG_5264

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s