Dongeng

Panasnya….jam 10 pagi di Bekasi panasnya sudah menyengat bisa sampai jam 4 sore. Bukan mengeluh bukan, sekedar info saja, entah di bumi Indonesia bagian lain panas juga gak?

Selesai UN, UKK, mulai libur, nah emak siap-siap full stamina buat ngurusin anak dua biar akur, aman, tentram dan terkendali…in my dream.  Abang masih sekolah cuma ngotor-ngotorin seragam aja gak belajar. Adik sudah gak sabar mau main diluar, cuaca panas begini takutnya pada hitam lagi eh, maksudnya takut mimisan. Main gadget dibatasi emaknya, jadilah si emak mengeluarkan jurus jadul ngajak cerita dikamar ditemani AC dengan modus supaya tidur siang.

Ceritapun dimulai..eng-ing-eng.

Emak:”Pada zaman dahulu hiduplah seekor kerbau yang baik…… ”

Adik:”Tau-tau…adik udah tau, kerbau itu nolong buaya yang terjepit batang pohon kan? Ah Ade mah udah tau itu ceritanya ada di film Pada Zaman Dahulu…*sambil senyum-senyum.”

Emak: “Oh udah tau ya…kalau gitu ada cerita lain lagi ini kisah tentang Komodo pasti belum tau adik ceritanya. Emakpun putar otak mengarang cerita tapi hingga disaat-saat kritis yang terpikir cuma kisah Kancil, Kerbau, Buaya, Kura-kura, Srigala, Domba, Kelinci dan kalau pun pemeran utamanya diganti Komodo tetap ceritanya gak jauh beda. Pasti akan dilanjutkan sama anak ini.

Emak.:” Ganti cerita deh, tentang anak kecil yang berasal dari Turkey yang bercita-cita menjadi pemain bola kelas dunia, mau dengar tak?” Nah kalau ini gampang ngarangnya secara emang dihati Sepak Bola, Turkey dan selebihnya mengarang bebas :p

Adik:”…. Adek mau main diluar……”

Emak:”Iya kita akan main tapi nanti cerita dulu aja sambil ngadem, diluar panas banget. Sebentar saja paling lama 10 menit.”

Adik:” Ya deh …ya deh… 10 menit ya.”

Mulai deh mengalir cerita karangan bebas si Emak, dengan tokoh-tokoh yang namanya berasal dari nama Nabi. Selang beberapa menit Abang pulang sekolah. Kalau Abang dari kecil sudah dicekokin dongeng pengantar tidur yang murni cerita turun temurun dan sebagian besar di improvisasi. Bersyukur ketika Abang kecil belum ada Film Kartun Pada Zaman Dahulu. Lanjut Abangpun bergabung.

Emak:” Sepulang sekolah Adam selalu bermain bola bersama Daud dan Malik di salah satu bukit di Turkey, pemandangannya indah dan sejuk.” -Emak pun menvisualisasikan Turkey sesuai dengan foto-foto yang didapat di internet. Gak apa-apa ya mak, mimpi dulu samdey juga ke Turkey, fokus mak fokus.- Suatu hari datanglah seorang pelatih terkenal dari Italia bernama Arrigo Sacchi, dia mencari bibit-bibit unggul calon bintang sepak bola yang akan dilatih dari kecil biar jago main Bola, ya seperti U-19 lah kalau di Indonesia. Kalau sudah dewasa bisa ikut piala dunia.”

Haduh mengarangnya kudu make sense secara Abang di akhir cerita pasti banyak pertanyaan, kalau adik tidak terlalu peduli. Benar saja disela-sela cerita Abang nyeletuk: “Itu temannya Abang tau siapa saja namanya, Idris, Saleh, Sulaiman…iya kan, sebut aja semua nama Nabi”

Emak:” Ya iyalah secara mereka orang Turkey, ya kali namanya Joko, Bambang…..” kemudian hening. Cerita pun berlanjut, tapi ini bocah dua belum ada tanda-tanda mau tidur, lanjut babak ke dua, belum juga mengantuk, oke perpanjangan waktu sampai sang Emak kehabisan kosa kata mau tidak mau cerita diakhiri dengan pinalti.

Di akhir cerita Abang sudah siap dengan pertanyaan-pertanyaannya.

Abang:” Bun, ini cerita kisah nyata atau dongeng?”

Emak:” Ada dua kemungkinan, bisa jadi ini kisah nyata salah satu pemain Bola dari Turkey, dipadukan dengan dongeng. Abang tau gak pemain Bola yang terkenal asal Turkey?”

Abang:” Ehhmm kayaknya gak deh.” -Alhamdulillah ternyata pemilihan negara Turkey adalah tepat :p –

Emak:” Tapi Arrigo Sacchi itu beneran loh, dia pelatih sepak bola dari Italy yang cukup terkenal pada masanya, coba aja search di google.”

Ho ho ho ternyata Adik senyap saja karena sudah tidur, alhamdulillah. Selesai juga tugas negara yang cukup berat ini. Gimana gak berat, mau diceritain dongeng dimasa kecil, dia sudah nonton semua di film. Cerita tentang putri yang ketemu pangeran, ah cheesy banget dan gak cocok dengan zamannya. Zaman sekarang ada gitu pangeran berkuda putih -no offense ya Dik Catur-.Kalau pengusaha sukses dengan ferrarinya masih masih masuk diakalah. Cuma gak deh anakku gak cocok dicekokin cerita seperti itu. Beli buku cerita Seribu Satu Malam, ealah ternyata ceritanya buat orang dewasa, terus kenapa Bokap dulu cerita bisa seolah-olah itu cerita anak-anak ya? Canggih Bokap, kasi jempol dua. Oh iya sekalian pengumuman, yang pinjam buku Seribu Satu Malam saya balikin dong, sudah cari bukunya tuh.😀. Diceritakan kisah Abu Nawas anak-anak juga tau dari film P Ramlee yang sering ditonton Ayahnya. Beli buku dongeng dari berbagai negara ujung-ujungnya ya love story lagi. Didongengin kisah Nabi, ibunya gak berani ambil resiko kalau ceritanya melenceng, ujung-ujungnya beli DVD dan buku. Ternyata dibalik kemudahan-kemudahan yang ada saat ini justru menjauhkan kedekatan dengan anak-anak. Orang tua yang dulunya mendongeng dan anak dengan imajinasinya bisa full konsentrasi mendengarkan, sekarang tidak lagi. Mau cerita dongeng buka youtube. Mau cari istilah kata-kata yang tidak dipahami buka google. Dan yang paling susah bagian mengarang indah, tapi make sense….berat pemirsa.

Sekelumit cerita sebelum mereka beranjak ABG.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s