Ilmu yang Bermanfaat dari Khitanan Massal

Seru….

Kali ini panitia tidak hanya sales panci, tapi dibantu beberapa teman. Untuk sales panci sendiri sudah tau masing-masing karakternya, sudah tau juga kelebihan masing-masing sehingga dalam pembagian tugas lebih mudah. Akan tetapi dengan adanya additional member toleransi kita musti lebih lagi dan kekompakan harus terjaga. Sebenarnya tidak susah apabila komunikasi lancar, akan tetapi karena satu dan lain hal komunikasi terhambat, dari pihak yang bersangkutan sehingga acara bisa di bilang kurang lancar diawal.

Susunan acara sudah dibuat tapi pelaksanaannya berbeda.Jadi kami tidak sempat briefing, berdoapun tidak, hanya karena alasan peserta sudah datang jadi acara dimulai saja. Saya yang datang sesuai janji jadi bingung ini bagaimana dan dijawab dengan ketus hahaha. Ternyata panitia sudah BT duluan akibat keputusan sepihak dari salah satu panitia antrian kacau, peserta tak terkendali dan panitia lain sudah patah arang karena yang satu ini tidak bisa dinego. Tugas saya officially selesai karena saya bendahara, tetapi dikarenakan teman saya bagian dokumentasi belum datang maka saya sebagai back up. Alhamdulillah berkat ketegasan dan bantuan dari teman-teman yang datang awal semua bisa terkendali. Ini sebagai catatan kami saja jika nanti buat acara lagi, harus ada pihak yang berani speak up jika tidak setuju dengan keputusan sepihak, ini kerja tim, jadi semua harus di diskusikan.

1. Mematuhi susunan acara yang telah dibuat, bagaimanapun situasi dilapangan, tidak peduli peserta sudah datang tapi acara harus sesuai dengan yang sudah disusun. Tidak lupa memberikan informasi yang jelas kepada peserta mengenai jam kedatangan.

2. Pembagian jumlah peserta, peserta kemarin ada 22 orang, rencana mereka dibagi 2 kelompok. Kelompok pertama nomer 1-11 mulai jam 08:00-09:30. Kemudian peserta kedua nomer 12-22 mulai jam 09:30 – selesai. Estimasi pengerjaannya setiap anak 15 menit. pada kenyataannya ada anak yang benar-benar selesai dalam waktu 15 ada yang hampir 30 menit, karena ketakutan🙂  Alternatif kedua tetap dimasukkan dalam sekali pendaftaran tapi panitia memfasilitasi anak dengan ruangan ber AC, DVD film anak-anak, agar mereka betah dan mengurangi rasa ketakutan. Karena pada kenyataannya yang sunat satu orang yang mengantar rame😉 jadi ruangan penuh dengan anak, orang tua, adik bahkan kakek nenek, tante, om rame. Rencana dibikin dua shift pun tidak berjalan lagi-lagi gara-gara beliau ini, dia “bilang gampang itu semua bisa diatur.” Maka terjadilah penumpukan peserta plus keluarga, kami hanya bisa berucap “yang sabar ya dik, pak, bu…..”.

3. Penjagaan ruangan agar steril dari orang-orang yang tidak berkepentingan, hanya dokter dan asistennya saja yang bisa memasuki ruangan. Kemarin penjaga sekolah ikut masuk, keluarga pasien rame deh hihihi. Positifnya anak yang ketakutan jadi agak tenang didampingi keluarga besar. Negatifnya banyak yang mencoba-coba menyalip antrian, karena kita tidak paham apakah ini keluarganya atau pasien berikutnya. Susah sekali bernegosiasi dengan orang tua. Anak sabar tetapi orang tua tidak sabar dengan berbagai alasan ingin didahulukan.

4. Untuk urusan antrian, siapapun orangnya yang datang terlebih dahulu itu yang dilayani, tak terkecuali guru. Bukan hanya peserta panitia juga butuh kesiapan, dan berkaitan juga dengan masalah penjemputan konsumsi yang sudah disepakati jam nya. Kesiapan tenaga medis, kedatangan tamu dan lain sebagainya.

Disetiap acara, justru yang membuat seru itu prosesnya, beragumen, mengeluarkan ide sampai menemukan kesepakatan. Yang membuat sebagian besar panitia kecewa hanya karena satu orang mengambil keputusan sendiri dan ketika keputusannya tidak berjalan maka kita yang kebagian membereskan. Itu gak enak banget, makanya saya paham mengapa pada jutek. Dengan adanya kejadian ini kita juga bisa melihat siapa saja yang dapat diandalkan dalam situasi yang tidak terprediksi, siapa yang rela turun tangan membereskan keadaan, siapa yang easy going mengerjakan tugas yang bukan menjadi bagiannya, wah banyak banget deh ilmunya. jadi besok-besok sudah bisa diprediksi siapa bertanggung jawab atas apa. Selama ini alhamdulillah acara lancar-lancar saja, karena sudah didiskusikan sebelumnya, pembagian tugas jelas dan saling membantu. Jadi belum terlihat karakter aslinya, akan tetapi pada situasi terjepit seperti ini masing-masing orang mewakili karakter aslinya. Biasanya sesuatu yang diluar prediksi itu yang menjadikan kenangan istimewa saat dingat-ingat kembali🙂

Ah senangnya mempunyai kawan yang ringan tangan ,melakukan kerja sosial, semoga amalnya menjadi catatan khusus untuk menambah berat timbangan kebaikan di akhirat nanti, aamiin. Semangat kawan.

IMG_5930

2 thoughts on “Ilmu yang Bermanfaat dari Khitanan Massal

    1. Pinginnya sih yang bikin kacau itu yang beresin kita nonton aja, tapi nanti dibilang “panitia ” gak becus kerjanya jadi kena semua deh…. alhamdulillah ybs diakhir acara minta maaf, sukur klo sadar😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s