45th Anniversary

Lebaran kali ini benar-benar tanpa rencana bahkan sampai detik-detik terakhir. Saudara-saudara yang jauh sudah pada nanya lebaran kemana? Jawabannya menggantung : “mungkin dirumah saja, tapi tidak menutup kemungkinan jika diberi rejeki lebih mungkin akan pergi juga…tapi gak tau kemana.” Cih….jawaban apa pula itu, walhasil adik, abang berkali-kali nelpon. Sampai sebelum puasa adik mengabarkan bahwa Mama dan Abah akan ke Jakarta, antara awal puasa atau akhir puasa liat tiket murah saja. Over excited langsung browsing liat-liat tiket, alhamdulillah selama puasa Garuda promo, lumayan harganya beda tipis sama maskapai lain.
Dibelilah tiket, jadilah mereka lebaran bersama kami. So yang di Jakarta tidak jadi pulkam hore.

Tema lebaran kali ini adalah kemana saja ortu ingin pergi, sesuai kondisi fisik beliau-beliau. Jadilah liburan yang tidak terencana. Sabtu minggu puasa pergi keluar. Abah masih galau pingin ikut Abang ke Solo, tapi kami eh saya gak sanggup kalau ke Solo pada saat lebaran. Gak kuat macetnya, mending kalau tour jawa pas liburan tahun baru, aman. Cara agar Bokap gak tersinggung karena tidak ke Solo adalah dengan mengajak beliau ke rute-rute agak jauh lalu dilihat apakah pulangnya kecapean? Tentu saja capek, sudah tua hehehe. Tapi setidaknya beliau tau bahwa tidak sanggup pergi jauh naik mobil, daripada kami yang melarang bakalan rempong urusannya.

Orang tua semakin tua semakin sensitif, nyokap yang biasa tegar saja sekarang mudah kecil hati. Jadi tugas kami para anaknya adalah saling mengingatkan satu sama lain jika ada yang berbicara kurang sesuai langsung di cut sama yang lain, mayan deh saling mengingatkan. Walau masih ada kebocoran disana-sini hehehe.
Orang tua kami cukup gaul, kalau mereka salah anak-anak boleh protes. Jadi kami terbiasa sampai tua gini masih suka protes, tapi sekarang ketika kami sadar bahwa orang tua kami sudah uzur kami tidak boleh bersikap seperti dulu. Apa saja yang mereka mau turuti, usahakan, make it happen.

Alhamdulillah malah lebaran silaturahim plus jalan-jalan ke gunung, laut, pantai…ya namanya niat baik buat ortu hepi, dikasi saja jalannya. Bersyukur pada Allah masih dikasi waktu bersama orang tua lengkap. Anak-anakpun tidak ada yang main diluar, nempel terus sama neneknya. Alhamdulillah ya Allah, semoga mereka dalam keadaan sehat, panjang umur, bahagia, dan Allah ridho. aamiin.

Selamat Ulang Tahun Pernikahan yang ke 45 Mama dan Abah. Barakallah.

IMG_6225

2 thoughts on “45th Anniversary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s