Tipe Manusia di Dunia Menurut Hasil Penelitian

Isshh judulnya agak-agak intelek gitu. Tapi lumayanlah dibandingkan headline media online yang provokatif dimana judul tidak sesuai dengan kontennya hehehe curcol bo’.
Pertemuan dengan sin she di Bogor ternyata cukup membuka wawasan, dimana dia senang membagikan ilmunya dan saya senang mendapatkan ilmu. Walaupun menurutnya ilmu itu tidak berkembang hanya seputaran situ-situ saja, menurut dia loh ya saya juga belum paham apa maksudnya. Keterbatasan waktu konsultasi dengan jumlah orang yang antri untuk berkonsultasi membuat saya harus fokus pada point-point yang akan disampaikan. Ditunjang dengan pengetahuan dan cara berkomunikasi yang baik, sedikit banyak lumayan mengendap juga ilmunya diotak.
Agar tidak lupa sebaiknya saya menuliskan catatan tujuannya untuk menyegarkan ingatan juga dalam rangka melatih otak biar lebih fresh. Selama ini kegitan saya bersifat rutin dan ditambah dengan aktifitas kurang penting lainnya, menyebabkan saya hanya menggunakan 10 persen dari kapasitas otak kiri saya dengan alasan takut overload :p

Here we go.
Menurut hasil penelitian *gak tau siapa yang meneliti belum sempat bertanya* manusia didunia terbagi menjadi dua, jika ditinjau dari kemampuan dan keinginannya menyerap ilmu.
Pertama sebanyak 80% dari total populasi 7 sekian milyar manusia yang hidup di bumi ini enggan menyerap ilmu pengetahuan. Coba dihitung berapa tuh jumlahnya. Banyak kan, sebanyak itulah manusia yang tidak ingin menyerap ilmu pengetahuan. Alasannya bermacam-macam, bisa jadi karena merasa sudah pintar, lebih pintar, sok pintar, malas, atau hanya karena dia terlalu keras kepala untuk menerima ilmu baru dll dsb. Bedakan antara menyerap ilmu dengan orang yang sekolahnya tinggi. Alasan orang bersekolah sampai jenjang tinggi juga bermacam-macam, disamping ingin menambah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak hanya didapat dari makan bangku sekolah.Ish ish ish memangnya kita rayap makan bangku sekolah.

Kedua sebanyak 20% dari total populasi manusia mau menyerap ilmu pengetahuan dan mampu.
Masya Allah cuma 20 persen, hellow dimanakah kalian berada wahai 20 persen total populasi manusia penyerap ilmu pengetahuan? Kita bikin arisan yuk😀

Disini saya tidak lagi merasa heran jika ada seseorang yang berbagi ilmu yang menurut dia penting untuk diketahui orang lain, bermanfaat buat orang banyak, tapi ketika dia menyebarkannya di media sosial tanggapan pun beraneka ragam. Apakah itu riya, sok alim jika menyangkut ilmu agama, sok tau a.k.a sotoy, dan yang 80% itu sangat menikmati untuk menyangkal dan berdebat. Syukur alhamdulillah kita disuruh meninggalkan perdebatan oleh Nabi. Saran dia pun sama, sebaiknya yang 80% itu cuekin saja, buat apa membuang waktu dan energi melayani orang-orang yang memang jelas-jelas “menolak” ilmu pengetahuan. Tetapi berbagilah dengan 20% lagi dari total penduduk dunia yang dengan terbuka bisa dan mau menyerap ilmu.

No hurt feeling yah😉

2 thoughts on “Tipe Manusia di Dunia Menurut Hasil Penelitian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s