Jelajah Rasa RDI, Bagian 1

Beberapa bulan lalu saya ikut acara yang diadakan oleh majalah RDI. Buka-buka Facebook muncul iklan distatus teman saya yang kerja di RDI, sayapun langsung mendaftar tergiur oleh narasinnya, nama acaranya “Jelajah Rasa”. Acara pertama coklat testing, kedua makan siang di restoran Rasane BSD, ketiga belajar mengolah makanan raw food di restoran BurgerGreen di Rempoa.

Bermodalkan 150K rupiah udah bisa makan siang dan malam plus icip-icip coklat premium quality, mau banget. Hari yang ditunggu tiba saya hampir saja terlambat, alhamdulillah masih rejeki jadi gak ditinggal. So happy ternyata teman saya ikut serta… yaiyalah dia pimrednya. Meskipun gak sempat chit chat karena beda bus, tapi mayanlah ngobrol-ngobrol kehidupan :p.

Destinasi pertama pipiltin cocoa. Disitu sebelum coklat testing kita diberi pengetahuan tentang coklat. Yang melatarbelakangi mereka memilih bisnis coklat antara lain karena Indonesia penghasil cocoa ke 3 dunia dan tentu saja ingin memperbaiki nasib petani cocoa. Mereka membeli cocoa bean kualitas bagus dengan harga yang pantas. Inilah salah satu alasan saya juga memposting tulisan ini meskipun ini iklan gratisan buat Pipiltin, saya juga berharap semoga usaha mereka semakin lancar, masyarakat semakin aware bahwa ada coklat enak produksi negeri sendiri, petani cocoa sejahtera, Pipiltin bisa go international bersaing dengan coklat produksi dari negara lain yang mereka sendiripun belum tentu pernah melihat pohon cocoa.😉

Setelah melalui proses seleksi mereka memutuskan menggunakan biji cocoa dari petani di Aceh, Banyuwangi dan Bali. Ketiga daerah ini menghasilkan cocoa dengan rasa yang berbeda-beda setelah melalui proses fermentasi. Ini yang membuat saya takjub, dari Aceh menghasilkan cocoa dengan rasa kacang-kacangan, tembakau, asap, dan eehmm hanya tiga rasa itu yang terditeksi indra perasa saya. Dari Banyuwangi tepatnya daerah Glenmore cocoa bercita rasa raisin dan yang dari Bali dominan rasa buah-buahan atau sedikit asam. Itu murni diolah tanpa penambahan rasa.

Diajarkan membedakan cocoa dengan compound menggunakan indra perasa. Alhamdulillah setelah mendapat pengetahuan kami bisa membedakannya. Untuk informasi saja coklat yang kita makan selama ini yang ada di supermarket bukan cocoa akan tetapi compound. Untuk lebih jelas dan meyakinkan ilmunya main-main deh ke Pipiltin cocoa yang di Senopati atau Barito. Ketemu pemiliknya bisa bertanya langsung dapat pengetahuan dari ahlinya.

Untuk harga cocoa batangan di mulai dari 60K, bermacam olahan coklat yang lezat-lezat ada disini penggemar coklat kudu, wajib, harus kesini. Pulangnya setelah free nyobain 3 jenis cocoa kami dibekali sekotak coklat dengan bermacam-macam rasa yang enaaaaaak banget. Sampai dirumah itu coklat dimakan satu-satu biar awet.😀

20150601_134425

Saya juga membeli sebatang coklat dari gleenmore karena saya suka rasa raisin. Kapan-kapan mau main ke pipiltin lagi, mau coba rasa yang lain.

2 thoughts on “Jelajah Rasa RDI, Bagian 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s