Healthy Mind, Body and Soul

Berinteraksi dengan orang tua dan anak-anak gampang-gampang susah*dibaca gampang ya karena gampangnya dua kali dibanding susahnya😉
Untuk anak kecil yang masih polos lebih mudah diatur karena wawasannya masih sedikit, bahkan bisa jadi kita panutan mereka. Alhamdulillah, kita juga pernah kecil sehingga paham waktu kecil sukanya apa, diapain. Ketika kecil sukanya dipuji, disentuh, dipeluk, dikasi hadiah, diajak bermain dan didengarkan pendapatnya walau untuk hal sepele.
Buat saya pribadi lebih suka berinteraksi dengan anak kecil gak ribet, tinggal siap mendengarkan, sabar dan berikan pujian.
Bermasalah dengan orang tua, tidak ada jalan lain selain sabar, ikhlas dan banyak doa. Harga mati itu mah, orang tua gak akan pernah salah, kalau mereka salah ingat aja satu hal :”Kita nanti akan menjadi tua juga.”🙂

Ketika mulai dewasa ehm mature maksudnya, berinteraksi dengan yang seusia seharusnya lebih menyenangkan, karena sedikit banyak lebih paham apa yang dihadapi, pola pikir yang semakin matang, pengalaman hidup, semakin banyak berinteraksi dengan orang lain semakin membuka wawasan atau mungkin pernah lebih dahulu mengalami suatu peristiwa, pernah melalui fase hidup yang jatuh bangun aku mengejarmu…..namun dirimu tak mau mengerti. Seyogyanya (sejakartanya?) senang mempunyai teman seperti itu bisa saling support dalam keadaan apapun. Tapi ternyata, tidak semua berjalan seperti itu juga. Dunia orang dewasa itu rumit, dengan segala kompleksitas permasalahannya yang kalau dibuat sabar sih ya gak rumit-rumit amat, pasti solve problemnya. Hanya saja prosesnya itu terkadang bikin lelah, dan hampir menyerah atau mungkin jenuh dengan yang dihadapi sepertinya tidak ada jalan keluar. Hanya Tuhan dan waktu yang bisa menjawabnya. Aduh kalau sudah kena jenis masalah ini mah tinggal pasrah aja deh sepasrah-pasrahnya. Biar Tuhan yang tunjukkan jalan.

Peran pasangan, keluarga ataupun sahabat sangat diperlukan. Bukan bermaksud tidak menyertakan orang tua ya, tapi sebaiknya untuk masalah tidak usah dibagi ke orang tua. Dari kecil sampai dewasa masa ngadu ke ortu terus, kalau kebahagian justru harus dibagi dengan mereka. Mereka sudah tua waktunya rileks sambil ngopi-ngopi disalah satu kafe di Paris. Asseeek.
Bermasalah dengan teman, rekan kerja, tetangga dan lain-lain, masih bisa cerita dengan pasangan, mudah-mudahan pasangan mau mendengar ya #eh. Sampai kita dihadapkan dengan kenyataan: oh ini masalah gak terlalu penting dan tentunya dengan orang yang kurang penting juga dalam hidup kita, jadi ya sudah mengalah sajalah, hemat waktu dan energi.
Bermasalah dengan pasangan, bisa cerita dengan sahabat (dengan gender yang sejenis ya, ini penting), yang kita tau dia bisa kasi masukan positif tidak ada kepentingan tertentu dan bisa dipercaya tentunya. Kalau ternyata tidak bisa juga maka carilah bantuan profesional. Lakukan sebelum terlambat.
Ada penolakan dari dalam diri sebenarnya untuk membuka aib pasangan atau diri sendiri karena agama pun mengajarkan untuk menjaga rahasia rumah tangga kita. But believe me, kadang kita cerita dengan perumpamaan atau hanya membuka sebagian kecil saja masalah kita itu cukup melegakan. Namanya kita manusia biasa dengan kadar keimanan yang biasa-biasa saja, menghadapi masalah, curhat dengan Tuhan, belum dapat jawaban, maka semakin tidak sabar, makin gelisah kok belum ada solusinya. Padahal Tuhan juga mengajarkan untuk kita selalu menambah ilmu. Gunanya masalah agar kita tambah pinter, tambah bijaksana, tambah sabar dan tambah-tambah lainnya.

Sulit jika dihadapkan pada keadaan dimana kita sendiri tidak mengerti sebenarnya kondisi kita. Tidak menyadari ada yang salah, bahkan hanya menumpuk setres berkepanjangan tanpa ada solusinya. We need help for sure.
Mencari bantuan profesional juga merupakan bagian dari ikhtiar, berdoa sungguh-sungguh, memasrahkan diri, nanti akan dipertemukan dengan orang yang tepat, entah lewat siapa, jalan mana, kapan, sabar aja pasti ada waktunya. Kalau waktunya ingin dipercepat ya pasrah, biasanya kalau sudah pasrah, menyerah kalau kita hanya manusia biasa, logika dan akal kita sudah buntu maka jalannya terbuka satu-satu. Tuhan kan kasi masalah lengkap dengan solusinya, tenang, semua akan baik-baik saja.

Balik lagi ke permasalahan menambah ilmu, sebenarnya tanpa kita sadari kita sendiripun sudah ada ilmunya, karena Tuhan gak akan kasi cobaan jika kita tidak mampu. Cuma disaat pikiran lagi ruwet kadang otak jadi tumpul, emosi dan ego yang naik hehehe.
Buat saya pribadi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk sedikit membantu mengembalikan keadaan emosi agar tidak terlalu terbawa masalah yang dihadapi.
Ini sudah saya praktekkan dan alhamdulillah menolong. Sengaja ditulis agar kalau ketemu masalah ingat SOP nya. Toh hidup hanya perpindahan masalah yang satu ke masalah lainnya *jleb.

1. Mengenal Tuhan, semakin dekat semakin tentram hati. Menanamkan pada diri untuk lebih mengenal Tuhan, sehingga kitapun paham apa tugas-tugas kita selama didunia. Kalau kata guru saya sih, setiap manusia mewakili sebagian dari 99 sifat Allah. Makanya didunia ini ada orang yang pengasih, penyayang, adil, dan bahkan dalam satu individu bisa tertanam beberapa sifat Allah sekaligus, beruntungnya Ia. Pahami bahwa Allah tidak menciptakan segala sesuatu sia-sia, apalagi manusia sebagai khalifah dengan membawa sifat-sifat Allah dalam dirinya. Meningkatkan kadar spiritual seseorang bisa meningkatkan kepercayaan, moral, nilai dan tentu saja aksinya. Segala perbuatan yang dilakukan berdasarkan kesadaran akan Ketuhanan, dikerjakan dan diniatkan untuk mencapai ridha-Nya. Pasti hasilnya akan baik karena janjiNya pasti. Masalah itu menandakan bahwa kita masih hidup, bersyukur masih hidup, bernafas gak pake masker seperti saudara-saudara kita di Riau, alhamdulillah. Saya kata kuncinya “Terserah Kau Sajalah”, itu tandanya pasrah to the max😉. Sampai poin satu ini sudah cukup sih, cukup dengan memasrahkan segala urusan padaNya, …. kalau masih kurang yuk mari dilanjutkan.

2. Hidup sehat, didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Iisshh so last year banget, tapi ini bener adanya. Gimana mau mengatasi masalah kalau sedang sakit. Untuk urusan ini banyak dapat ilmu dari Master Shifu Win.

Kalau orang bilang jauhi stress, pasti kita jawab:”orang hidup ya pasti banyak pikiran/stres.” Ya baiklah afi, teruskan saja menyangkal hal-hal yang kamu yakini. Menyebalkan itu adalah ketika kita terus-menerus mensugestikan pikiran bahwa kita baik-baik saja, semua akan berlalu, saya tidak stress, saya cuma lelah, setiap orang punya masalah dst, dsb, dll (dan lupa lagi). Memang tanpa disadari  pikiran dan badan tidak sejalan, pikiran so cool, sementara badan rontok sob, kuyus, wajah tidak segar, mucul guratan gurantan di kening, di seputaran mata *eh ini sih faktor usia. Mulai dari sekarang, akui saja kalau memang stress, nikmati dengan dikasi batasan waktu. Misal hanya boleh stress dalam waktu 3 hari, hanya boleh ngaco dihari ke 4 dan ke 5, malas dihari ke 6 dan ke 7. Setelah itu stop! Sayangi tubuh sendiri nanti kalau sakit siapa yang repot. Usahakan pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi, dimakan dengan cara dan waktu yang tepat, komposisi juga tepat, sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Oh iya piramida makanan yang selama ini kita kenal sehat *4 sehat 5 sempurna, sekarang sudah berubah. Australia Nutrition Foundation, NGO yang berfokus pada masalah nutrisi memperkenalkan piramida makanan sehat yang kekinian, halah. Yuk kita bahas:
* Sayuran dan buah berada disisi paling dasar piramida. Posisi karbohidrat yang sebelumnya ditempati oleh padi, jagung dll itu bergeser.
* Posri terbesar makanan sekitar 70% berasal dari sayur, buah, polong dll. Produk yang mendekati bentuk asli seperti oat lebih disarankan dibandingkan yang sudah diproses.
* Konsumsi herba dan bumbu-bumbu alami juga disarankan untuk menambah cita rasa namun asupan gula dan garam sebaiknya dikurangi.
* Lemak, orang diet musuhan banget sama lemak, kalau aku sih no, masih suka rasa sayur yang ditumis, masih minum sesendok minyak zaitun setiap hari *klo ingat, minyak zaitun sih baik untuk kesehatan.
Terus posisi daging kok sedikit, dan masih banyak alternatif lain selain daging, catet. Dagingnya di eksport ke negara-negara tetangga (jauh) sajalah seperti Indonesia. Ehem itu yang riset orang Australia sendiri loh, cuma kurang popular ya hasil risetnya.

Healthy Eating Pyramid
Healthy Eating Pyramid

3. Sebelum kita menganalisa masalah ada baiknya kita mengenal diri kita sendiri terlebih dahulu. Menyadari tujuan hidup kita, prinsip dan nilai-nilai apa yang kita anut, apa yang kita suka dan kita tidak suka, norma-norma yang tidak boleh dilanggar, semacam itulah. Terkadang masalah itu datang karena perbedaan cara pandang dan nilai-nilai yang dianut selama ini. Ada yang mengaitkan segala sesuatunya dengan uang sehingga keluar masuknya uang sangat diperhitungkan dan sebagainya. Wait dan sebagainya? Perasaan contohnya cuma satu deh, udah ya dimaafkan saja yang nulis lagi ngaco. Itu semua dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman seseorang dimasa kecil sampai dia bertumbuh dewasa. Jadi bagaimana kita bisa menyesuaikan nilai-nilai yang kita anut dengan nilai orang lain. Buat aku ini PR banget. Alhamdulillah aku dipertemukan dengan orang-orang yang ahli dalam bidangnya. Biar tidak ahli banget juga kalau namanya ilmu ya aku serap aja deh. Bayangin aja aku setua ini ikut tes temu bakat yang hasilnya mencengangkan wow amazing, Am I that good? Sampai aku tanya sama pengujinya :”Pak ini hasilnya beneran pak, saya sekeren ini (benerin jilbab). Kemungkinan sample error berapa persen?” No kidding beneran aku tanya kaya gitu. Dijawab sama Pak Wahyu, “Beneran mbak, biasanya hasilnya gak jauh-jauh dari situ kok, kemungkinan meleset cuma ….. (duh lupa berapa persen, pokoknya akurasinya 90% keatas). Kalau mbak pingin tau lebih jauh boleh kekantor saya, saya tes lebih jauh.” Maaf Pak belum sempat tes lagi takut saya GR dengan hasilnya…..hueeek.

Aku juga sekilas belajar hypnotherapy eits gimana nulisnya? Gratis juga diajarin sama Mr. F, *nama dirahasiakan karena biasanya dia kasi pelatihan biayanya sejuta keatas. Tuhan tau banget aku suka gratisan, alhamdulillah. Hampir saja aku ikut les kepribadian, ikut itu tuh yang lagi trend juga yang pelatihannya seminggu dapat sertifikasi intenasional, tapi gak jadi. Ambil ilmu pendekatan dengan Tuhan sajalah. Tanpa kita sadari kita sudah ada ilmunya cuma lupa dipraktekkan.

4. Pause, kehidupan orang dewasa yang terburu-buru bisa menyebabkan sesuatu yang sederhana menjadi kompleks karena ketergesa-gesaan, kurang sabar ingin mencapai hasil, mengambil kedimpulan tanpa menganalisa lebih lanjut, berbicara tanpa berfikir asal eksis,  tidak menikmati proses, kalau perlu tanpa proses yang susah-susah, ayo ngaku saja.
Sayangnya waktu tetap berjalan dan tidak ada tombol pause. Menenangkan pikiran bisa menjadi alternatif, dengan melakukan olahraga seperti yoga, self healing, meditasi oh no meditasi. Sebelum komplen dengan kata-kata meditasi sebaiknya dipelajari dulu ya apa itu meditasi, manfaatnya, caranya, nanti akan paham dengan sendirinya mengapa kita perlu melakukan itu. Saya sendiri tadinya anti dengan kata-kata meditasi,tapi sekarang lagi belajar dan masih tahap belajar prakteknya belum.😉 Belajar untuk menjadi mastermind, kita yang mengendalikan dengan apa kita “bereaksi” atas suatu kejadian. Apakah marah, kesal, terpengaruh atau cuek, abaikan, lupakan, semua tergantung pola pikir kita. Kita yang punya kontrol atas reaksi, gak perduli orang bilang apa asal kita punya kontrol diri yang baik, maka semua akan baik-baik saja. Seringnya saya sendiri sih dengan segala keisengan dan kejailan saya membuat segala sesuatu yang baik menjadi lebih berwarna, sekali lagi menurut saya. Hidup kalau lempeng-lempeng saja gak menarik.
Menerapkan tehnik-tehnik self healing yang saya dapatkan dari Master Daurie, thanks ya, membantu banget. Sering-sering bikin pelatihan dan aku diajak gitu🙂

5. Bernafas secara dalam, perlahan, dan sadar menggunakan pernafasan perut.
Sepertinya ini hal sederhana dan mudah dilakukan, kita juga sering dikasi tips ini disaat mau marah. Tarik nafas dalam-dalam selama beberapa detik lewat hidung sampai memenuhi rongga perut lalu tahan beberapa detik, kemudian dihembuskan perlahan menggunakan mulut sampai terasa perut mengempis. Yes beberapa detik saja sesuai kemampuan. Ah ini sih gampang, semua orang juga tau, cuma jarang dipraktekkan saja jadi useless. Saya kalau lagi normal sering menggunakan metode ini sebelum marah dengan anak saya, sayangnya kadar normal saya jarang banget *ngumpet, malu. Kalau ingat dan harus ingat disegala aktifitas sempatkan bernafas dalam-dalam, agar lebih terkontrol emosinya, tenang, dan badan akan semakin sehat.

6. Berbagi. Berbagi apa saja, bisa berbagi ilmu,  waktu, makanan, traktir sahabat, sentuhan tentunya dengan niat menyembuhkan ya, apa saja yang bisa dibagi maka bagikan. Kalau kata Boss saya yang dulu nih :”Apa-apa yang gak bisa bikin kita kaya maka bagikan.” Hahaha pertama terdengar lucu tapi ada benarnya juga ternyata. Saya dengan sahabat-sahabat dekat, kami belajar untuk berbagi kasih sayang, tidak perhitungan, melakukan segala sesuatu dari hati, suka dibuat joke juga. “Gue gak butuh apa-apa, cuma butuh kasih sayang.” sampai kalau lagi kesel ada yang nyeletuk ” makan tuh kasih sayang” lav ya sales panci. Deep down inside kita memang butuh kasih sayang dan sentuhan yang menguatkan. Kita hanya anak-anak dalam balutan tubuh orang dewasa. Kembalikan kecerian dimasa anak-anak dulu, mudah melupakan kesalahan dalam hitungan beberapa menit saja sudah bermain kembali seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Tersenyum dan tertawalah karena itu menular. Mulai memperhatikan orang-orang sekitar, pahami kebutuhan mereka, masalah mereka, berikan perhatian dan kasih sayang. Insya Allah kalau ini aku sudah bisa sedikit-sedikitlah. Kembali ke konsep diri tadi, apa yang ingin dicapai dalam hidup, visi dan misi, kalau saya sederhana.Ingin menjadi manusia berguna bagi nusa dan bangsa seperti cita-cita negara kita, merdeka!

7. Bersyukur, ini kok ya ditaruh dibagian bawah, padahal ini penting banget, harusnya ini dinomor satu. Sengaja juga sih biar lebih mudah diingat, biasanya saya (ngaca) kalau malas baca cuma baca sekilas lalu yang paling diingat poin terakhir. Bersyukur itu mudah, tinggal tergantung cara pandang saja. Punya mobil, bersyukur ketika melihat orang-orang mengejar bus. Walau mobil biasa saja yang penting ada AC jadi adem. Punya pasangan, bagaimanapun bentuk dan kelakuannya asal bertanggung jawab bersyukur, punya anak walaupun laki-laki semua bersyukur daripada tidak punya. Punya anak sakit, bersyukur, agar kita makin sering berdoa minta kesembuhan, agar tidak sombong menjalani hidup. Bisa bernafas, mendengar, melihat, menyentuh semua harus di syukuri karena terlahir sempurna, alhamdulillah. Bersyukur untuk semua masalah, dan kebahagian dalam hidup.

8. Bergaul dan memiliki teman baik. Mempunyai sahabat yang memahami bahwa diri ini tidak sempurna, terkadang bisa “gila” juga itu suatu anugrah tak terkira. Ah bersyukur banget saat bergaul dengan kalian aku bisa makin mengeskpresikan ke”gila”an ku. Terutama buat sahabatku yang jauh dimata namun dekat dihati. Yang pertama dengan segala kelembutan dan kebaikannya, yang satu lagi dengan kebaikan, kegenitan, kegilaan dan kepeduliannya. Sebel banget kenapa kalain harus beda propinsi dan beda pulau sama aku sih, ayo balik kota.

Sekarang tinggal konsistensi dalam prakteknya. Ini tantangannya, mampu dan harus mampu. Ganbatte! Bahagia memiliki orang-orang seperti kalian dalam lingkaran hidup aku. Jangan bosan mengingatkan kekuranganku, memaafkan kesalahanku, mengimbangi kejailan saia dan yang paling penting bisa menerima saya sebagaimana saya yang sering gak jelas ini. Awas aja kalau gak terima! Best friend forever.

 

2 thoughts on “Healthy Mind, Body and Soul

    1. Memang kalau mendekati usia 40 gampang banget kita nimbun lemak hehehe. Ganti pola maka aja fit, banyakin sayur n buah. Aku sekarang jarang makan nasi. Soalnya aku juga olah raga gak rutin sih, kalau ingat dan gak malas aja :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s