Riba?

Interest-Riba
Kamis minggu lalu, mengikuti kajian disekolah SD nya Abang. Walaupun Abang alumni alhamdulillah masih boleh ikut. Sebelumnya belum pernah sekalipun mengikuti kajian karena Adik sering pulang kerumah, tidak ada kendaraan dll dsb. Tapi kalau ada kemauan pasti ada jalan, pinjam mobil ayah.

Pembicaranya Peggy Melati Sukma, karena bertepatan dengan tahun baru hijriah maka topiknya Hijrah. Senang juga mendengarkan sharingngya Mbak Peggy kelihatan banget cerdas, bahasanya tertata, mudah dipahami, dan sesuai dengan kejadian yang kita alamai sehari-hari. Bagaimana dia dulu selama 21 tahun dimudahkan Allah dalam segala hal, dari mulai karir, bisnis, yayasan, dunia artis. Sampai Akhirnya hidupnya berbalik diberi cobaan bertubi-tubi, bisnis, rumah tangga, sampai dia tidak punya pilihan lain selain Hijrah. Hijranya gak tanggung-tanggung, semua segi kehidupannya yang tidak sesuai syariah ditinggalkan. Menutup aurat, menutup semua perusahaannya yang terindikasi ada unsur merugikan pihak lain, menghindari perkerjaan yang 21 tahun digelutinya, dan mulai berbalik arah bekerja untuk mencapai ridhaNya. Masya Allah.
Dia bilang:”… kalau Ibu-Ibu sampai sekarang masih diberi kemudahan, belum dicoba, maka bersyukur, dan semakin taat, semakin tawadu, atau mau saya doakan musti seperti saya dulu baru berubah? Nanti saya doakan nih semoga Ibu-ibu dapat cobaan agar tobat.” ujarnya sambil tersenyum.

Tertohok sekali rasanya, selama ini cuma mengerjakan yang wajib-wajib saja sunahnya jarang, padahal segitu banyaknya nikmat yang sudah diberikan, astaghfirullah hal azim. Tanpa disadari saya dan suami telah melakukan praktek riba sejak kami menikah. Nyicil rumah, mobil dll. Sepertinya ini hal biasa saja, setiap rumah tangga pasti mengalaminya. Namanya baru menikah keperluan besar tapi penghasilan masih terbatas. Ketika itu Bank Syariah belum dikenal luas.

Singkat cerita ketika 4 tahun sebelum rumah kami lunas, kami berniat untuk melunasinya agar tidak repot dan siapa tau mengurangi bunga yang kami bayar. Ternyata cicilan di BTN itu yang dibayar selama ini adalah bunga dimuka. Bahkan ketika ingin melunasi hitungannya jadi rugi banget, pokok cicilan hanya berkurang hanya sedikit dari pokok pinjaman, jadi sisa hutang masih banyak. Nyesek deh. Akhirnya gak jadi dilunasi disabar-sabarin sambil disyukuri, syukurin siapa suruh nyicil di bank konvensional…hiks.

Semakin kesini mulai belajar sedikit-sedikit urusan riba ini jadi semakin takut euy, takut nanti di akhiratnya perhitungannya bagaimana? Alhamdulillah rumah sudah lunas, tapi sempat nyicil rumah baru lagi, cicilannya kecil gak berasa tapi mikirin ribanya jadi berasa juga. Berasa ketar-ketirnya. Katanya yakin Allah Maha Kaya, yakin segala sesuatu ada waktunya, tapi implementasinya mana? Mungkin sekarang belum tepat saatnya untuk punya rumah dua, mungkin setahun lagi dengan pembelian secara cash, Insya Allah yakin akan ada waktunya. Aamiin.

Asal ikhtiarnya kuat, doanya kuat, sedekahnya kuat, Insya Allah akan tercapai, Allah sebagaimana prasangka hambanya. Sudah mantap nih hati agar terhindar dari riba mulai yang sederhana saja dulu. Beberapa hari lalu sempat menutup kartu kredit, dengan alasan yang dibuat-buat bahwa limitnya kecil sementara biaya iuran tahunannya besar. Ternyata cara itu gak efektif, bank yang gensinya tinggi sekelas BCA aja yang biasanya gak mau kasi gratisan iuran tahunan, eh sama meraka di gratisin. Kalau boleh jujur kartu kredit masih perlu, untuk beli tiket, untuk dapat diskon makan dirumah makan. Yang pasti tidak dipakai dulu kartu kreditnya, masih perlu tuk beli tiket, alasannya setelah beli langsung dilunasi kok. Ya pemirsa alasan yang dicari-cari.
Pelan-pelan saya sudah mulai menutup tabungan di Bank Konvensional dan beralih ke Bank Syariah yang tidak ada potongan dan tidak ada bagi hasil. Fair juga namanya numpang nabung secara aman, bersyukur saja walau gak dapat bagi hasil kan tidak rugi juga dengan potongannya.

Tambah dulu deh pengetahuannya, tentang riba, jadi ketika nanti melakukannya tidak setengah hati melainkan sepenuh hati karenaNya. Wish me luck, semakin cepat semakin baik, dan mudah-mudahan sepaham sama suami, didoakan ya Bu suaminya biar sepaham. Aamiin ya Allah.

Foto saya ambil dari http://www.zakat.com.au

3 thoughts on “Riba?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s