Sabang

Selesai seminar UBePe di Asrama Haji Banda Aceh, tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Main ke Sabang, alhamdulillah Sabang salah satu my dream destination, sudah lama setiap pulkam selalu ngomporin Ayah buat ke Sabang, dan selalu  gagal karena waktu yang terbatas. Gimana gak terbatas, kalau pulang ke Medan musti dan wajib mampir ke Padang, ya waktunya cuma habis di jalan saja. Lain kali pingin pulang kampung khusus ke Medan dan Aceh saja. Aamiin.

Tuhan bekerja dengan caranya sendiri, siapa sangka aku bisa ke Aceh, dalam acara apa, kapan, bersama siapa semua Dia yang setting. Lah wong rencana kami selalu gagal tapi rencana Nya gak pernah meleset, alhamdulillah. Bersyukur banget bisa menuntaskan pulau Sumatera. Semoga doa-doa yang lain terijabah soon.

Kapal yang berangkat dari pelabuhan Ulle Lheue  menuju Balohan, dijadwalkan jam 16:00 sore. Kami menaiki kapal cepat 45 menit saja menuju pulau Weh dengan jadwal keberangkatan terakhir menggunakan kapal cepat Express Bahari.Dibawah ini data tarif kapal penyebrangan.

Tarif Kapal Aceh – Sabang | Sabang – Aceh:

Tarif Kapal Cepat Pulo Rondo : Ekonomi Dewasa Rp 60.000 | Bisnis Dewasa Rp 75.000  | VIP Dewasa Rp 85.000
Tarif Kapal Cepat Express Bahari : Ekonomi Dewasa Rp 55.000  | Eksekutif Dewasa Rp 65.000  | VIP Dewasa Rp 85.000
Tarif Kapal KMP BRR:  Ekonomi dewasa: Rp 11.500, anak-anak: Rp 18.500 | Bisnis dewasa : : Rp 27.500, anak-anak : Rp 20.500 | Eksekutif dewasa : Rp 36.500, anak-anak :Rp 26.500.
Tarif Kendaraan naik Kapal KMP BRR: Sepeda : Rp 8.500 | Sepeda Motor : Rp 21.000 | Sepeda Motor Roda Tiga : Rp 73.000 | Mobil : Rp 155.000
Khusus untuk roda empat harus lebih cepat tiba di pelabuhan sebab tempat terbatas dan berlaku sistem antrian.
Phone Kapal Bahari : 0812 6967 0643 | 0852 6058 0996
Phone Kapal Rondo : 0651 7409194

So excited, di pelabuhan beli cemilan, karena jarang ngemil jadi bingung mau beli apa…seadanya saja wafer, biskuit yang akhirnya tidak dimakan juga. Begitu kapal merapat kami sudah siap di paling depan sambil menunggu penumpang turun. Rupanya ada SOP, kapal disapu terlebih dahulu. Kemudian barang-barang didalam kardus atau tas besar dimasukkan, baru setelah barang selesai penumpang boleh masuk. Seat bebas sedapatnya, kami memilih di belakang, posisinya lebih tinggi daripada penumpang yang duduk di depan.

Masih ada waktu sekitar 20 menit sebelum kapal berangkat. Sementara menunggu ,banyak pedagang asongan keluar masuk. Penjual tissue, permen, salak yang kata penjual untuk obat anti mabuk, juga mie aceh dalam kertas coklat lengkap dengan sendoknya 5000 saja. Jika tidak sempat belanja di pelabuhan, diatas kapal juga banyak. Si Adiq bahagia sekali kerjanya bernyanyi saja, anak ini memang cinta banget sama pantai, sebelas duabelas sama emaknya. Berangkatlah kapal menuju pulau Weh, hari itu ombak besar, kapal oleng kapten, aku pikir itu hal biasa, lumayan bikin pusing juga, diusahakan tidur juga sulit. Ketika kapal  sampai di pelabuhan Balohan, penumpang ngobrol satu sama lain, hari ini ombak besar biasanya tidak seperti itu.  Oh jadi tadi itu bukan ombak normal. Alhamdulillah ada harapan semoga pulangnya ombak tidak besar.

IMG-20151129-WA0013

Turun dari kapal dengan sedikit pusing, tapi begitu liat pemandangan, wow seger lagi dan bukan mbak El namanya kalau tidak klik…klik ambil gambar. Aku yang jarang banget foto jadi banyak gini fotonya, suka saya. Mobil kijang innova  sudah menanti, siap membawa kami menjelajahi pulau paling barat Indonesia, pulau Weh. Adik sudah heboh bertanya kita nginap dimana, berenang disini, dan pertanyaan gak sabar lainnya. Petualangan  dimulai, keluar dari pelabuhan dengan komposisi penumpang yang pas kami tetap hepi. Ada spot foto I Love Sabang, mampir foto-foto , posisinya diatas bukit, dengan pemandangan dibawahnya laut, dan pepohonan. Kotanya juga bersih, beberapa kali justru melihat mobil built up yang hanya bisa ditemui disini. Melewati jalan aspal yang cukup mulus menuju penginapan, mampir sebentar ke masjid, foto pastinya.

Lanjut menuju pantai sumur tiga, kami menginap di Freddies Santai Sumur Tiga. Turun dari parkiran mobil, lalu menyebrang jalan, masuk gang kecil menuju penginapan dan voala!!! Pantai yang luas, bersih, dengan beberapa karang besar di sebelah kiri, dikanan bentangan pantai dengan pasir yang putih memanggil-manggil minta di sambangi. Air bening bergradasi, putih dan biru kehijauan didepan mata. Berjejer bangunan dari kayu tempat menginap dalam bentuk rumah panggung dengan restoran cukup luas menghadap pantai, masya Allah. Masih bengong dan belum bergeser sedikitpun. Tiba-tiba diantara 3 orang dewasa yang sedang berenang, mata tertuju pada  sosok yang cukup dikenal, kurus, berkulit coklat, memakai kolor superman. Hanya kolor saudara, baru sadar cepat-cepat meletakkan tas di restoran dan turun nyusul adik. Gak  guna bawa baju renang, kolor saja cukup.  Sambil mengawasi Adik, aku merekam dengan hp, Jawsan, Neha dan Ken pun bergabung. Tiba-tiba eva ngajak nyemplung, awalnya ragu hanya bermain-main air saja, usaha Eva cukup gigih sehingga berhasil jatuh ke air. Jilbab cuma satu pun jadi korban. Beneran gak nyesel, masa iya jauh-jauh ke Sabang gak berenang rugi banget. Thanks to Eva.

Magrib pun tiba, susahnya mengajak Adiq selesai, disuruh mandi dia naik ke restoran lalu memutar balik arah ke Pantai. Sempat bingung mencari-cari dia di restoran, gak salah pasti dia balik ke pantai, haduh bocah. Sejujurnya memang belum puas main air, apa daya ketibaan sudh sore. Mandi, dan siap-siap makan malam di taman kuliner Sabang.

Note: Foto tidak seindah aslinya, hanya menggunakan HP. Bersambung.

 

 

 

One thought on “Sabang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s