Tsunami Museum Aceh

Sebelum bertolak ke Sabang, kami mampir ke Museum Tsunami Aceh. Lokasi museum bersebrangan dengan lapangan Blang Padang, di Jalan Sultan Iskandar Muda, Aceh 23125, Indonesia. Bagian depan museum terdapat parkiran motor, sebelum masuk ke museum kami menuju loket. Ternyata diloket hanya untuk membaca tulisan bahwa masuk museum ini gratis. Keren memang yang design museum, Mr. Ridwan Kamil. Didepan pintu masuk museum dipajang helikopter yang hancur sebagian badannya, berkarat.

Memasuki museum disambut oleh petugas yang berjaga dua orang. Di dinding bagian depan terdapat peta pulau Sumatera dan pulau lainnya serta tulisan yang berisi peringatan bagi penderita lemah jantung dan sejenisnya dilarang masuk. Deg….jantung yang tidak lemah menjadi lemah seketika…. Sambil ngeles bilang ke petugas tidak jadi masuk karena anaknya takut. Petugas bertanya anaknya sakit apa, coba dilihat dulu Bu tidak apa-apa kok. Ya sudahlah masuk juga ngelesnya kurang jago, ruang pertama berupa lorong sempit yang diberinama Space of Fear (Lorong Tsunami). Di kiri kanan dindingnya mengalir air dengan suara gemuruh, penerangan juga remang-remang, cukup mencekam. Ternyata lorong ini di design untuk mengingatkan suasana saat terjadi tsunami.

Setelah melewati lorong tsunami disambut oleh ruangan yang cukup luas Space of Memory (Ruang Kenangan) dengan dinding-dinding full cermin dan 26 monitor berisi informasi berupa foto-foto peristiwa sebelum, ketika dan pasca tsunami. Kita bisa melihat Aceh yang sebelumnya tertata rapi menjadi porak poranda diterjang tsunami, kecuali beberapa masjid yang selamat.

Setelah melalui ruang tersebut masuk ke ruang yang ketiga yaitu Chamber of Blessing (Ruang Sumur Doa), dari luar terdengar sayup-sayup lantunan murotal, sedikit lega walau murotalnya seperti menyayat hati, syahdu. Ternyata bukan suasana lega yang didapat melainkan suasana haru, karena di dinding sumur tersebut terdapat nama-nama korban tsunami, ya Allah, ditelusuri nama-nama tersebut dengan perasaan campur aduk. Dibagian atas ruang terdapat kaligari lafaz Allah dan  tembus cahaya, ya semua akan kembali cepat atau lambat. Ada perasaan tenang menyusup, manusia hanya menjalani takdirnya. Alfatihah.

 

Keluar dari sumur doa, melewati Space of Confuse yang didesign dengan lantai berkelok, teruslah berjalan karena didepan sana ada jembatan. Jembatan yang dibawahnya terdapat kolam berisi ikan koi, dengan penerangan yang cukup seolah memberikan harapan. Dibagian atas jembatan tergantung bendera berbagai negara yang ikut membantu membangun kembali Aceh. Museum Tsunami Aceh juga dilengkapi dengan ruang pamer, ruang audiovisual, ruang cinderamata dan restoran. Fungsi dari museum ini juga untuk ruang terbuka tempat sosialisasi dan tempat evakuasi jika sewaktu-waktu tsunami terjadi. Wajib kesini jika berkunjung ke Aceh.

P1020479

 

 

2 thoughts on “Tsunami Museum Aceh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s