Madinah dan City Tour

Syukurlah group saya rata-rata backpacker yang sering traveling jadi aman. Sambil saya mengurus bagasi, Mbak Dewi yang bantu koordinir jamaah menuju Bus. Terima kasih Mbak Dewi. Di bus kami sarapan nasi dengan opor ayam, alhamdulillah. Tadinya saya mau mampir sebentar di Ar Rahaili untuk beli madu dan buah-buahan yang dijual di mobil-mobil, harganya murah, belum sempat bilang, mobilnya sudah keluar menjauhi bandara. Belum rejeki kamipun melanjutkan perjalanan. Perjalanan dari Jeddah ke Madinah memakan waktu 6-8 jam, ditengah perjalanan kami mampir di rest area.

Sampai di rest area perasaan kok belum lapar, tapi turun juga, daripada rugi tidak pesan makan. Pesan Ayam bakar dan ikan goreng dimakan berempat. Kenyang ikannya enak banget masih baru, cuma digaremin aja enak. Ayah and the boys makan bertiga plus teh susu. Alhamdulillah nikmat.

Melanjutkan perjalanan menuju Madinah, kami menginap di hotel Al Anshar Al Shourfah.

Hari pertama saya tidak jadi ke raudhah karena malam jumat penuh sekali, diganti dengan besok paginya, di bimbing oleh muthawwifah mbak Yuni yang cantik. Group kami tidak memesan muthawiffah tapi travel yang menyediakan, alhamdulillah. Penting untuk yang baru pertama kali Umrah menggunakan jasa muthawwifah,  bisa mendapat penjelasan yang belum tentu kita bisa browsing di googl*. Kamipun memberi tip karena puas dengan pelayanan Mbak Yuni, kami bisa dua-tiga kali sholat mutlak tanpa gangguan berarti, alhamdulillah.

Hari kedua, ke museum Asmaul Husnah dan memperbanyak ibadah di Nabawi, karena hari itu hari Jum’at. Dimuseum ini ada guide jika kita ingin mengikuti, tapi kami hanya melihat-lihat saja dikarenakan hemat waktu menjelang magrib.

Hari ketiga city tour standar ke Masjid Quba, Kebun Kurma dan Jabal Uhud. Di Masjid quba sempat berfoto bersama, cuma salah posisi back light jadinya fotonya kurang bagus. Di Quba saya hanya menggandeng Bu Madiri karena yang lain telah berpasangan. Bagus juga jadi ada Model yang bisa difoto hihihi. Jika berkunjung ke Quba, beli buah dan kurma muda, disitu murah.  Saya membeli buah sejenis apel  dibagikan sekilo isinya banyak. Juga buah kegemaran saya sunkist 4 buah besar-besar cuma 5 riyal. Sempat mau beli kurma muda tidak jadi begitu liat kardusnya made in Equador, memang rejeki, ustad Imam yang membelikan. Kurma muda/rutab Madinah memang berbuahnya di bulan puasa. Menurut tante saya sebaiknya tidak membeli kurma ajwa yang telah dipacking dalam tempat. Walaupun harganya sangat murah hanya 20 riyal tapi kurmanya keras dan kering, bukan kualitas yang bagus.

image
Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah.

Sejatinya kami tidak lama di kebun kurma, karena saya sudah informasikan harga kurma di situ lebih mahal. Namanya melihat kurma sebanyak itu ya dibeli juga. Saya sudah berupaya untuk antri begitu melihat antrian panjang dikasir. Yang sigap cepat membeli cuma Liyus, Hajrah dan mbak Nadrah yang lainnya masih pilih-pilih. Jadi tetap menunggu mereka belanja. Waktu tadinya 20 menit jadi molor, jangan diulangi ya…koordinasi saya kurang baik, noted.

Dari kebun kurma kami menuju Uhud. Uhud adalah bukit yang mencintai kami, dan kamipun mencintainya, begitu bunyi hadist, dan Uhud juga salah satu gunung yang akan kita jumpai di surga…aamiin. Disini banyak pedagang  rempah dan obat-obat herbal. Begitu sampai saya langsung menginfokan agar teman-teman belanja disini, minyak zaitun termurah disini, juga rempah-rempah lainnya. Penjual hanya menggunakan tenda, dagangan digelar begitu saja. Penataannya kurang rapi, akan lebih indah jika pedangan dialokasikan disatu tempat agar lebih tertata. Ketika yang jamaah laki-laki berdoa di makam syuhada, yang perempuan belanja! hahaha

P1020621
Didepan makam syuhada

P1020619

P1020625
Anak dan Ibu yang kompak

P1020636P1020615

Rute standar paket tour cuma ketiga tempat ini, tapi kami mendapat bonus ke Jabal Magnet yang lokasinya diluar kota Madinah. Disitu dipraktekkan Bus kami dapat berjalan tanpa di Gas, bahkan Pak Supir berdiri hanya memegang kemudi. Mobil pribadipun dapat berjalan sendiri supirnya diluar diikuti para perekam video. Pengalaman yang luar biasa. Alhamdulillah.

image

image
Kak Idrus ditarik oleh Magnet😀

 

20160116_112614
Tanda ini bermulanya Medan Magnet

 

One thought on “Madinah dan City Tour

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s