Prosesi Umrah

Waktu yang dinanti tiba, prosesi Umrah. Hari terakhir di Madinah, selepas dhuha kami berkumpul di dekat pintu 13 untuk melaksanakan manasik Umrah dibimbing oleh ust. Imam. Pertanyaan-pertanyaan juga disampaikan disini agar tidak ada yang kurang baik rukun, wajib dan sunah Umrah. Rencana saya hari ini mengunjungi museum kereta api. Atas pertimbangan menjaga stamina maka niat itu kami urungkan. Saya berdua Adiq memutari masjid Nabawi. Meskipun dengan keluh kesah capek, tapi berhasil juga dia, I’m proud of you. Disekeliling Nabawi banyak museum yang sayang untuk dilewatkan. Saya salah info tidak jadi masuk museum Al Qur’an karena khusus laki-laki. Info yang menyesatkan, ternyata perempuan juga bisa masuk, next time InsyaAllah. Kepinginnya sih saya sehari escape sendiri di Nabawi apa daya tanggung jawab menunggu. Walau demikian rasa syukur tak terhingga bisa kesini lagi.

Selepas dzuhur kami bertolak ke Mekah. Mengambil moqat di Bir Ali, mengecek ihram jamaah, menyampaikan apa yang seharusnya menjadi tugas saya sebagai TL. Bismillah. Labbaikallahumma’umratan.

 

Prosesi Umrah dimulai sekitar jam sepuluh malam, alhamdulillah Tawwaf dan sholat sunah tidak ada kendala sampai kita menyadari Mbak Amel “hilang”. Kami positive thinking mungkin bareng Ummi. Tapi Ummi sudah ketemu Amel masih hilang. Cari seputar Maqam Ibrahim tidak ada, ditunggu. Sambil sebagian laki-laki mencari.Lama juga kami menunggu.

Sampai Mas Imam bilang:”Tinggal aja ya Mbak Insya Allah gak apa-apa karena dia tadi banyak tanya sama saya pas manasik.”

Saya:”Saya yakin dia tidak apa-apa karena biasa backpacker, tapi kita tunggu Mbak Dewi yang memutuskn takut dia cemas.”

Ternyata Mbak Dewi setelah berusaha mencari memutuskan untuk melanjutkan Sai. Disitu saya tiba-tiba perut bagian bawah sakiiiit sekali seperti menstruasi hari pertama, ya Allah bagaimana ini. Tadinya bisa jalan bareng-bareng akhirnya saya tidak kuat, memperlambat langkah sambil berdoa, semoga sakitnya menjadi penggugur dosa. Dan saya paling belakangan selesai Sai, alhamdulillah masih ditunggu. Mungkin dikira khusyuk banget, padahal nahan sakit hihihi. Tahalul di tempat Sai. Lalu karena sakit perut banget saya bilang ke Uwak dan Nazlah agar mabit di masjid. Mabitnya bukan berzikir ya tapi tidur *alasan sakit*. Tidur di shaf depan dekat ka’bah, rindunya tersampaikan, sambil berdoa semoga Mbak amel langsung pulang ke hotel, aamiin. Tidur sejam, kedinginan hampir flu jadi pindah tempat kedalam masjid.

Insya allah kalau tersesat tidak perlu cemas, cukup istighfar lantas terbuka sendiri jalannya, Insya Allah. Alhamdulillah, terima kasih ya Rabb, prosesi Umrah berjalan lancar, lepas sudah beban saya, tinggal melalui hari-hari membahagiakan disini. Umrah kali ini saya tidak banyak mengambil foto karena saya dan kami semua berdoa akan kembali lagi InsyaAllah. Aamiin.

 

2 thoughts on “Prosesi Umrah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s