Gua Hira

Kasuk-kusuk dari sebelum berangkat di group WA, kami sepakat akan menaiki Jabar Nur untuk melihat Gua Hira tempat Nabi menerima wahyu. Tempat yang sangat bersejarah, dan bukti nyata untuk kita tadaburi. Serunya Umrah Backpacker kita bisa kenal anggota rombongan walau hanya melalui group WA. Begitu ketemu di bandara langsung kenalan, oh ini mas anu, mbak ini. Jadi sudah terasa akrab, bahkan ketika masih ditanah air. Selesai city tour ke jabal rahman, mina dan lain-lain, kami melewati Jabal Nur dan di tunjukkan muthawif bahwa kalau jadi besok kita akan naik ke bukit itu. What…peserta yang tadinya berjumlah 11 orang satu-satu berguguran hanya menjadi 7 orang. Nyali saya sempat ciut, disamping melihat bukitnya yang cukup tinggi juga menimbang-nimbang tenaga saya yang musti ekstra gak boleh tepar banyak yang mau diurus. Tapi Abang memaksa agar saya ikut, ya demi anak saya ikut.

Pada hari H malah Abang tidak mau ikut, mau tidur saja. Perjalanan kami molor, berangkat dari hotel jam 08:30 am. Rencana sehabis dhuha langsung berangkat. Kami menyewa taksi kijang innova cukup untuk ber 7. Enaknya Mas Imam yang menawar taksi, sehingga tiap-tiap kami hanya membayar 5 riyal, pulang pergi menjadi 10 riyal. Jarak dari  Masjidil Haram ke Gua Hira sekitar 3-4km.  Sudah siang agak sedikit macet, tapi supir mengambil jalur lain sehingga kami tidak membutuhkan waktu lama. Sempat terlintas, ya Allah nabi dulu naik unta kah, atau berjalan kaki menuju gua Hira dari rumahnya?

Dari bawah kami ke atas nanjak hampir 45 drajat, dimana saya hanya memakai sandal jepit 5 riyal yang beli di Madinah. Cuma bisa berdoa jangan sampai terpeleset, selamat sampai diatas. Jiwa petualang saya yang hampir punah seketika meluap, yes, kapan lagi bisa naik bukit. Disepanjang jalan setapak yang kami naiki berupa tangga dari batu, Insya Allah aman, saya salah kostum, gamisnya agak sempit bagian bawah sehingga agak susah melangkah naik. Baiknya menggunakan gamis yang lebar agar leluasa bergerak. Jam 9 pagi sudah banyak orang disana, juga banyak monyet-monyet berkeliaran. Monyetnya berbeda dengan monyet yang di Uluwatu. Monyet disini tidak mengambil barang, relatif lebih santun, hanya menonton kita naik ke bukit, sambil menerima makanan dari pendatang. Setengah perjalanan saya mulai ragu, ada spot yang bagus untuk berfoto, ada bangku juga, sudah mulai terlihat pemandangan di bawah. Lanjut apa tidak, masih kuatkah dibawa tawaf ini kaki? Lanjut, bismillah, yang bikin kuat sebentar-bentar menghibur hati bahwa yang saya kerjakan sekarang tidak ada apa-apanya dibandingkan Ibunda Khadijah, zaman dulu mengantar makanan untuk kekasihnya. Dengan sendal seadanya, jalan setapak yang tidak ada tangganya, ah benar-benar tidak sebanding. Sampai juga di atas, dan seperti biasa orang naik gunung itu paling hepi kalau sudah sampai dipuncak. Capeknya hilang, terbayar lunas. Untuk mendapati gua, kita harus turun sedikit dari puncak. Tetapi melihat orang yang berjubel antri ingin masuk gua, maka saya urung masuk, dari jauh saja.

Gua Hira2gua hira

Dulu sebelum banyak bangunan tinggi konon Rasulullah bisa melihat Baitul Atiq dari gua Hira, kalau sekarang yang terlihat adalah clock tower dengan jam besarnya. Setidaknya tau lokasi Baitul Atiq berada. Tak henti-hentinya bersyukur diberi kesempatan napak tilas jejak rasulullah, semoga ini sebagai pembuka jalan untuk kunjungan-kunjungan selanjutnya, aamiin. Diatas ramai pengunjung, kebetulan cuaca sangat bersahabat. Kami ngemil pisang yang dibeli sebelum naik tadi, buat nambah tenaga ceritanya. Lagi asik cari spot foto, tiba-tiba saya melihat sosok seperti Kang Emil. Langsung kasi tau mbak dewi dan kamipun mendekat minta foto bareng. Ya tumben saja mau foto bareng kalau dia artis juga gak minat hahaha. Karena dia Ridwan Kamil arsitek favorite saya apa boleh buat. Dia juga lumayan ramah bersedia difoto. Selesai foto yang hanya sekali jepret oleh Aya, Mas Imam datang, kami pun pamer foto.

Dia bilang :”Loh itu Ridwan kamil, saya kira adiknya, muda banget Mbak. Tadi dia disebelah saya Mbak, tau gitu foto deh.”

Aku:”Makanya jangan ninggalin kami, gak dapat foto kan.”

Imam:”Itu mbak turun, foto ditulisan Jabal Nur, seperti ini nih.” sambil menunjukkan foto di Tabnya. “”Tulisannya itu yang penting Mbak. Barang bukti sudah ke Gua Hira,” katanya sambil senyum. Memang Kang Emil jadwal Umrahnya bersamaan dengan kami, info dari Mas Imam atas undangan mahasiswa Madinah juga.

20160120_101505

Okelah kalau begitu kami pun bersiap untuk turun mendekati gua Hira, ketemu kak Idrus yang ketika diberi tahu langsung menyusul Kang Emil, untuk foto bareng. Dapat juga fotonya Kak Idrus. Cuma memang dia agak berbeda terlihat lebih muda. Membawa kamera DSLR dan sibuk mengambil foto keluarga atau stafnya. Tapi saat itu tidak terfikir apakah dia The Real Ridwan Kamil atau KW Super nya hihihi. Foto di depan tulisan gua Hira lumayan antri karena ada yang berdoa beramai-ramai, ada juga yang sholat. Setelah berfoto kami pun bersiap turun lalu ketemu Pak Madiri yang tadinya hanya sampai di tengah perjalanan saja tidak kuat. Rupanya Pak Madiri minder melihat nenek-nenek memakai tongkat berusaha naik ke atas. Akhirnya sampai juga, memang rejekinya ingin mencari pengalaman kata beliau, maka dapatlah pengalaman itu. Hati-hati dengan doamu, insyaAllah diijabah😉

RK

Menuruni bukit ternyata lebih cepat dan lebih mudah. Perasaan saya kalau turun gunung jempol kaki suka lecet karena menahan beban, kalau ini alhamdulillah mudah. Sampai dibawah kami cari taksi untuk ke hotel, tapi karena mendekati jam sholat kami langsung turun di terowongan dibawah clock tower. Lanjut maksi di Albaik yang kata Mbak Dewi tidak sepenuh ketika sehabis zuhur. Triknya ke Albaik sebelum zuhur, noted. Beneran, kalau dikasi kesempatan lagi saya akan naik ke Gua Hira sambil bawa kamera. Yup kamera, kemarin saya hanya bawa hape dan batre low, tapi yang lain bawa hp. Jadi ikutan foto juga :p… Foto dari HP mbak Dewi dan Hajrah.

 

One thought on “Gua Hira

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s