Tugu Kilometer 0

Belum sempat nulis tentang pantai-pantai yang cantik di Aceh. Bingung mau mulai dari mana, digambarkan dengan narasi sedetail apapun tetap saja kurang mewakili kecantikannya. Mungkin dapat terwakili oleh foto-foto dari kamera seadanya🙂

Hari kedua di Sabang tujuan tidak lain adaah tugu Nol Kilometer. Dari penginapan kami di sumur tiga sekitar 1,5 jam perjalanan mungkin saya tidak begitu memperhatikan. Sarapan sebantar di kota makan, saya makan gado-gado, yang lain pesan soto, martabak telor, lontong sayur, dan lain sebagainya. Selesai sarapan kamipun menuju tugu Nol Kilometer yang pada saat itu ternyata sedang dalam tahap renovasi. Sampai disana melihat toko souvenir, saya mampir terlebih dahulu ingat Abang yang belum dibelikan oleh-oleh. Lumayan karena datang pagi kami dapat diskon. Ada rujak Aceh yang nikmat itu tapi saya masih kenyang. Padahal selalu ada tempat untuk sepiring rujak di perut saya. Cuma kalau pergi bersama gini banyak pertimbangan, apakah hanya sebentar kesitu atau lama. Pantainya cantik banget, eh salah laut dalam, view kece abis laut lepas gitu. Ada banyak monyet berkeliaran juga banyak besi-besi berserakan karena sedang dalam pembangunan.

P1020541

Untuk berfoto ditulisan nol kilometer antri, banyak yang ingin berfoto disitu, salah tiganya turis dari Malaysia. Sementara antri saya asik menikmati pemandanga yang jarang sekali kami temui. Ada mobil beko juga. Hihihi teringat ketika hamil Adiq saya mau naik itu dimarahi sama suami saya, untung Adiq gak ngences pas sudah lahir. Ibunya ngidam tidak terpenuhi. Pas mau naik tercium bau oli yang menyengat, akhirnya urung naik cuma sekedar foto saja. kepinginnya sudah hilang, anaknya sudah mau 10 tahun baru kesampean :p. Sampai kak Dar bilang, kalau bocah-bocah yang mau foto di mobil wajar lah ini kok emaknya.

Tidak banyak yang bisa dilakukan disini selain foto-foto lalu makan rujak dan pisang goreng yang ternyata enak loh. Belum ke Sabang kalau belum berfoto di tugu Kilometer 0. Keasikan memperhatikan monyet, saya lupa berfoto, jadilah foto keluarga Bang Mus yang mejeng disini. Karena tujuan kami masih beberapa pantai lagi maka perjalanan berlanjut. Kami juga membeli pisang untuk dilempar ke monyet yang berkeliaran disepanjang jalan. Jalan yang dilalui cukup mulus, nyaman berkendara disini.

Jpeg
Monyet di tugu kilometer 0
Jpeg
Jpeg

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s