Pantai Bandengan Jepara

Jepara, identik dengan R.A Kartini dan mebel. Waktu SD kelas 1/2 saya pernah nonton film R.A Kartini adegan yang paling saya ingat, anak wanita mengenakan baju kebaya dan kain yang sudah diwiron. Ketika pelajaran hendak dimulai masing-masing anak kainnya diperiksa dan dibetulkan letaknya. Amazing buat saya, guru baik banget. Jangan heran ya, saya salah satu manusia yang mempunyai ingatan kuat menurut psikolog yang pernah ngetes saya.

IMG_1009IMG_1016IMG_1015

Tujuan kami adalah cuci mata liat furniture, lalu ke pantai. Beneran cuci mata, karena furniture nya memang cakep-cakep banget. Beda banget dengan yang di Jakarta modelnya gak berubah dari zaman saya SMP 10 tahun lalu…haiyaaah. Jadi kesimpulan saya itu furniture banyak yang untuk ekspor karena kalau lihat di film-film furniture yang digunakan mirip, atau minimal masuk galeri sesuai dengan model, bahan dan harganya.

Alhamdulillah sadar akan kemampuan kantong jadi biar bagus kaya apa juga cuma bisa dikagumi. Keluar mantra sakti, gak akan dibawa mati. Tidak berapa lama setelah kami melihat-lihat toko-toko furniture yang bertebaran disepanjang jalan kami meneruskan perjalanan ke Pantai Bandengan. Kalau dari gmap sih jaraknya 7 km dari kota Jepara dekatlah, apalagi jalan yang dilalui cukup mulus. Pilihan yang tidak salah karena pantainya bagus, pasir putih, ada yang menyewakan ban, banana boat, tempat bilasnya pun cukup bersih.

Diantara semua yang paling enak adalah kulinernya, ada pecel rumput laut, saya yang suka mencoba hal-hal baru tertarik mencoba. Sampai diwarung ibunya bilang rumput lautnya sudah habis sejak jam 10 pagi tadi, sehingga sayur yang tersisa, bunga turi, toge, kol, dan kangkung. Atas nama sayuran hayuk aja. Eh beneran loh pecelnya enak cuma beli 5000 tapi porsinya besar. Ayah minta dibungkusin dua, beneran sampai di pinggir pantai Abang yang gak begitu suka sayuran makannya lahap. Sambil komentar “ini apa sih yang pahit-pahit” tapi tetep diabisin. Rujak ya enak aja sih kalau rujak hehehe. Terus ada penjual aneka ikan asin yang mana saya cuma beli 1/4 kg ikan asin jambal yang ternyata enak. Ah saya sering begitu beli dikit-dikit taunya enak, padahal belinya jauh di Jepara.

Tadinya Ryan sama Hisyam tidak mau berenang, maunya main HP saja, begitu liat adik berenang sudah disuruh selesai gak mau. Sampai ada pengumuman lewat speaker bahwa pantai akan ditutup. Cukup puas mereka berenang di pantai. Pulang dari pantai lanjut magrib di Demak.Belum puas juga sih di Jepara, cuma Ayah keburu booking penginapan 2 hari di Ungaran, ya terpaksa pulang. Jepara kotanya tertata dan bersih, tadinya mau mampir ke Benteng Portugis tapi lain kali saja, insyaAllah.

 

One thought on “Pantai Bandengan Jepara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s