Baggage Claim @Airasia Flight

Masih ingat keberangkatan ke Jeddah Januari lalu? Yes sudah 5 bulan berlalu dimana ketika berangkat ada dua drama yang terjadi dalam perjalanan menuju tanah suci. Pertama drama ketika miskomuniksi dengan suami sehingga saling tunggu menunggu di KLIA2 yang sempat menguras energi dan airmata, beneran bukan lebay. Gimana gak mengeluarkan airmata secara kalau perempuan dibawah 45 thn dan anak-anak tidak didampingi mahrom tidak akan bisa masuk Saudi, lah ini mahromnya gak tau rimbanya. Ternyata mereka gak clear imigrasi langsung transfer, sementara kami menunggu diluar karena putra mahkota mau makan kfc, dimana setibanya di kfc dia ngantuk tidak jadi makan, cobaan.

Yang kedua ketika sampai di Jeddah suasana bandara cukup sepi pukul 07:00 pagi, imigrasi lancar, ketika nunggu bagasi jeng jeng jeng jeng…. koper aku hilang satu. Agak ribet memang karena tidak mengantisipasi keadaan ini, saya yang harusnya mendampingi jamaah ke bus malah sibuk buat laporan kehilangan. Alhamdulillah Mbak dewi yang bantu handle, bantu nelpon ke supir, aman. Urusan koper wallahi..sudah ikhlas. Mungkin ada kewajiban kepada orang yang belum saya tunaikan, sudahlah ikhlaskan saja, isinya juga makanan. Memang disuruh kuliner saja disana. Merasa bersalah karena ada baju Uwa satu disitu. Sudah mengikhlaskan jadi saya tidak menelpon bagian imigrasi Jeddah, padahal mereka minta saya telpon untuk pengecekan kalau-kalau delay bagasi. Boro-boro mikirin tas, mikirin jamaah aja deh.

Tiba di cgk karena sibuk dengan titipan zamzam yang banyak itu tidak ingat bikin surat laporan kehilangan, bahkan di bandara KLIA2 harusnya saya ke bagian lost and found juga, mengecek apakah koper saya nyangkut disitu. Saya penasaran pingin tau jalur resmi pelaporan koper hilang itu seperti apa? Ketika suasana sudah tenang beberapa hari setelah tiba di Jakarta saya baru sempat mengurus ke cgk. Iya, saya spesial pergi ke bandara hanya untuk membuat laporan kehilangan demi mendapatkan ilmu baru tentang pengurusan bagasi hilang. Membuat laporan kehilangan yang baru, dan mereka berjanji akan menelusuri keberadaan koper tersebut. Saya juga mengisi formulir kehilangan bagasi via web dengan melampirkan bukti laporan saya. Kalau di webnya ada peraturan tertulis bahwa kita baru bisa minta penggantian setelah 14 hari laporan diterima. Menunggu 14 hari, jawabannya sama : “dalam investigasi”

Lalu iseng saya twit @askairasia, mereka malah minta foto kopernya agar memudahkan pencarian. Alhamdulillah keberangkatan saya sebelumnya yang menggunkan Qatar saya sempat memfoto semua bagasi saya, karena suka dengan tag baggage Umrah warna orange. Jadi foto itu saya kirim dan tetap disuruh menunggu lagi. Sampai sebulan lebih tidak ada respon dan saya WA dengan bagian bagasi AA di cgk, mereka jawab tidak ada penggantian bagasi hilang karena tidak menggunakan asuransi. Loh kok bisa, kita saja mau pakai bagasi harus bayar, giliran hilang mereka tidak mau ganti. Capek dan malas berdebat akhirnya saya kembali ke pemikiran semula. Mungkin ini cobaan pada keberangkatan saya.

Hikmahnya saya sudah tau lain kali kalau ada bagasi hilang segera buat laporan, lalu submit case via web agar mendapat respon dari AA Malaysia dan segera menghubungi bagian lost and found untuk mengecek apakah bagasi kita tertinggal entah itu di negara asal, negara transit atau negara tujuan. Syukur-syukur segera ketemu, kalau gak ketemu terima nasib deh seperti saya.

Sampai kira-kira sebulan yang lalu saya membaca postingan disalah satu group backpacker, yang menceritakan pengalaman dia mengurus claim bagasi AA yang hilang. Lama, menguras tenaga, slow respond sampai akhirnya dia mengirimkan email ke Tony Fernandes, baru setelah itu respondnya sangat cepat. Wah ada titik terang nih, patut dicoba. Saya pun mengirim e-mail ke Om Tony hari kamis, tapi saya baru mengecek e-mail setelah hari senin setelah saya menerima telpon dari bagian lost and found cgk. Ituloh, yang bilang bahwa saya tidak dapat penggantian apa-apa. Saya iseng menanyakan jumlah penggantian saya, dijawab $20 x 12 kg (berat bagasi). Saya sempat bilang bukannya dikalikan 2 lagi karena saya terbang 2 sektor, pertama cgk-kul, kedua kul-jed, mau tau jawabannya pemirsah? Dijawab :” Tidak bu hitungannya sekali saja sesuai peraturan internasional bla..bla ..bla…bla.  oh okey saya sudah tidak mendengarkan penjelasannya lebih lanjut, diotak saya cuma ada pertanyaan, kenapa kemarin bilangnya tidak ada penggantian? Padahal telah termaktub di peraturan internasional. Baiklah kalau bohong memang suka lupa😀 lesson learn.

Mereka kooperatif sekali saat itu, meminta data-data yang baru, minta kode booking, ktp dll. Karena saya menitipkan bagasi ke jamaah yang di business class saya harus membuat surat kuasa yang menyatakan bahwa koper tersebut memang milik saya dan rekening yang digunakan untuk mentransfer adalah rekening saya. Semua proses itu dilakukan dalam dua hari kerja, dan dibilang via e-mail, kompensasi akan ditransfer setelah 2-3 minggu.

Maka berbahagialah saya paling lambat 3 minggu, setelah 3 minggu saya cek transferaan masih belum masuk juga, saya telusuri dari tanggal-tanggal sebelumnya masih belum masuk juga. Saya hanya takut uangnya tanpa saya sadari terpakai. Ternyata memang tidak ada yang masuk. Kembali saya WA, dan cuma di read saja saudara-saudara. Besok paginya setelah pukul 09.00 saya WA kembali, sekali lagi hanya di read sampai sore belum ada jawaban. Saya cuit menanyakan kapan kompnsasi saya dibayarkan sambil menyertakan case number.  Amazing mereka kembali menanyakan case number, sabar-sabar Buk bentar lagi lebaran.  Lalu saya e-mail petugas yang menghandle case saya di cgk, minta SOP dan menunggu alasan-alasan yang masuk akal dari mereka kenapa kompensasinya belum ditransfer. Sementara saya sudah menerima konfirmasi tanggal 9 Juni dari kantor pusat AA di Malaysia bahwa kasus saya sudah ditangani bagian finance. Intinya tinggal bayar toh, kenapa ribet bener, transfer via ibanking gak sampai 5 menit selesai.Sekitar pukul 17.00 sore saya WA dengan kata-kata manis:”Sepertinya harus e-mail Tony Fernandes dulu ya baru di respon.” Saya sudah tidak cek lagi WA saya, setelah berbuka puasa tiba-tiba ada balasan yang meminta saya mengirim ulang data-data saya dengan alasan hilang. Waw menguji iman, intinya saya gak mau kasi data, saya cuma minta mereka cek e-mail karena semua saya kirim via e-mail bukan hanya via WA. Saya juga heran, sudah malam tapi mereka masih menjawab WA saya. Itu diluar jam kerja mereka. Hanya karena saya bawa-bawa nama Tony, cuapek dweeh. Jawabannya adalah :” Kompensasi dibayarkan setelah 1 bulan paling cepat bla-bla-bla…. wow wait. Yang kirim email ke saya memberitahukan prosesnya 2-3 minggu itu head of……. *sensor. Ya udah deh saya kesel saya bilang:” minum akua dulu mas buka puasa.” hahahaha stress.

Tidak saya baca WA selanjutnya, tidak saya cek twitter percuma cuma bikin emosi. Besok malamnya hari jumat saya baru buka WA dan disitu tertulis bahwa mereka akan push bagian finance untuk segera transfer sebelum tanggal 2 Juli. Karena sudah tenang saya cuma read aja gantian ya mas :p. Logikanya sederhana, jika mereka menjalankan SOP dengan baik maka tidak perlu acara di push atau bagaimana karena semua telah melaksanakan tugasnya sesuai SOP. Saya cek twitter terus saya twit lagi menanyakan hasil “investigasi” mereka. Lalu saya berfikir twit saya akan cc kan ke Tony, etapi tunggu dulu cek rekening dulu deh. Dan voala…sudah ditransfer, amazing bisa tuh sehari beres. Dari total 6 bulan kehilangan bagasi. Alhamdulillah, jadi saya lebaran. Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu pengurusan bagasi saya. Lebih baik lagi pelayanan kalian dikemudian hari.

 

 

4 thoughts on “Baggage Claim @Airasia Flight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s