Integritas?

Taqabbalallahu minna waminkum.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H.
Alhamdulillah, lebaran tahun ini kumpul semua di Jakarta, Bekasi. Walaupun tidak lengkap kurang adikku nun jauh disana dan Abang yang lebaran dirumah mertuanya di Ungaran. Tanpa mengurangi rasa hormat, tetap seru. Lebaran di Kaki gunung Salak dekat dengan pintu masuk menuju curug Nangka. Bukan, bukan keseruan lebaran yang ingin di bagi, tapi tentang rasa. Rasa bahagia menjadi seorang ibu, yang mungkin menurut orang lain lebay, tapi menurut saya itu anugrah.

P_20160708_074054

Jadi begini ceritanya, anakku yang pertama, yang sedang mengarungi fase ABG yang bikin orang tua pada umumnya senewen *survey secara acak dan tidak valid. Ternyata mulai menunjukkan rasa tanggung jawabnya sebagai kakak. Selama kami nginap dia dengan sigap menjaga sepupunya yang bisa dibilang “lumayan” egois. Dengan sabarnya Abang gendong, ajak main, diajarin berbagi dan lain sebagainya yang membuat saya sendiri heran loh kok bisa ya Abang seperti itu.

Sampai pada suatu sore saya mengajak anak-anak berenang, Abang dan Adik sudah siap tapi Fawas belum siap dan dia menjerit-jerit minta ikut.
Abang:” Ayo cepat ambil celana, Abang tunggu disini.”
Tunggu-punya tunggu, Fawas tidak juga muncul.
Bunda:” Jalan pelan-pelan yuk sambil nunggu Fawas.”
Abang:”Gak bisa Nda, Abang sudah janji sama dia nunggu disini, sampai matipun Abang akan nunggu disini.”

Malam sebelumnya lain lagi ceritanya, Abang sama Om Benny bakar ikan banyak, pastinya karena orangnya juga banyak 14 orang dewasa plus 3 anak. Karena merasa itu ikan banyak, jadi aku, mbak Andin, dan Mama santai-santai aja. Cuma titip pesan ke Adik, tolong bilangin tinggalin buat kami ya. Si adik bilang: “Tenang nda masih ada 3 lagi.” Agak malam kok ya lapar, udara gunung bikin lapar. Siap-siap ke meja makan ternyata ikannya tinggal separuh. Abang n Ayah lagi ngunyah, alasan mereka mubazir tidak ada yang makan. Jiaah malamnya juga bisa kok buat sahur. Alhamdulillah om Benny langsung bakar lagi yang baru dan banyak sekalian buat sahur. Lagi duduk-duduk di sofa nunggu ikan bakar yang baru, Abang mendekat.
Abang:”Bunda, Abang minta maaf ya, Abang gak tau kalau Bunda mau.”
Bunda:”Bunda gak marah kok, namanya makanan memang untuk dihabiskan. Cuma kan Bunda selalu mencontohkan kalau orangnya 4 beli makanan minimal 4, kalaupun ada yang tidak suka makanan itu kan ditanya dulu, minta izin dimakan.”
Abang:”Iya Nda..maafin ya.”
Seketika Bundanya meleleh, untuk sebagian orang minta maaf itu adalah hal yang sangat sulit, memalukan dan menurunkan gengsi. Dengan dalih hal kecil saja diributkan, bisa dibuat lagi dll dsb dst. Bukan itu pointnya,kalau salah minta maaf,titik. As simple as that.

Hari terakhir mau balik ke Jakarta mama masak kari kambing, lebihan kambing yang sudah disate, lalu dibuat kebuli dan dikari. Btw itu kambing beli yang masih hidup minta tolong dicarikan oleh penjaga villa, mereka sekalian sembelih, motong dan membersihkan jeroan apabila kita mau. Jauh lebih murah dan puas daripada makan diresto. Abang sudah dua kali makan, sambil ngomong.

Abang: “Kuahnya saja enak nda”.

Tidak berapa lama setelah Abang selesai makan Andung cerita.
Andung :”Tadi sengaja dia nyamperin Mama bilang terima kasih, karinya enak banget.” Yakin Mama pasti terharu, karena Bunda pernah merasakan ketika masak spaghetti enak dia langsung berterima kasih dan itu berkali-kali. Rasanya sangat dihargai oleh ucapan terima kasih yang sederhana. Alhamdulillah setidaknya ada tiga hal dasar kehidupan yang Abang sudah pelajari : menepati janji, meminta maaf dan berterima kasih. Sering saya sebagai orang tua ketar-ketir apakah yang saya ajarkan menempel atau hanya numpang lewat saja.

 

4 thoughts on “Integritas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s