Sedikit tapi Berarti

Bandung, kota ini seperti kota ketiga setelah Bekasi dan Jakarta buat kami. Dari saya kecil Orang Tua hobi banget ngajak ke Bandung. Mulai dari lewat puncak, Padalarang yang bisa 4-5 jam sampainya, lewat Subang, tetap Bandung mempunyai daya tarik sendiri. Apalagi sekarang setelah ada tol Cipularang, cuss dari Bekasi 2 jam saja sudah sampai (Ayah yang nyetir). Seringnya kalau ada tamu keluarga dari daerah yang nginap dirumah, daripada mati gaya nyari objek wisata di Jakarta, kami lebih memilih Bandung. Bagi saya kurang afdol kalau ke Bandung tidak membeli molen kartika sari, walau cuma sekotak. Iya saya biasa beli sekotak, itupun yang ukuran mini, karena yang makan saya sendiri. Anak-anak dan Ayahnya kurang suka.

Suatu hari kami membeli Kartika Sari di dekat stasiun kereta, masih pagi jadi molennya masih hangat dengan wangi harum menggoda. Saya tidak sabar membuka dan memakannya. Belum juga keluar dari parkiran, begitu memundurkan mobil dari spion terlihat tukang parkir telah siap sedia. Waduh saya masih ngunyah sambil pegang kemudi, rasanya tidak sopan kalau tidak berbagi, dengan sigap saya membungkus dua buah dengan tissue sambil menyerahkan uang parkir saya sisipkan molen yang masih hangat itu. Tanpa diduga respon petugas parkir bikin saya melow.

Him:” Ibu terima kasih banyak, sudah lama saya kerja disini baru kali ini mencoba molennya, terima kasih.”

Me: …* senyap…hampir tuh molen nyangkut di kerongkongan *lebay. “eh iya sama-sama Mas.”

Beberapa saat suasana di mobil senyap, duhai Allah hamba kurang bersyukur amat ya, molen makanan cemilan biasa sementara bagi sebagian orang molen itu makan mewah. Dan saya setelah selama ini bolak balik baru kali ini tergerak hati memberi itupun hanya 2 potong, astaghfirullah maaf.  Terus ngebayangin molen itu tidak dimakan tapi dibawa pulang untuk dimakan bersama istri dan anaknya. Ya…kurang banyak, tapi ya sudahlah rejekinya segitu, alhamdulillah mungkin dia sangat bersyukur. Setidaknya itu memberikan pelajaran buat saya lain kali belikan, tidak akan miskin juga. Saya sering ngobrol sama tukang parkir, tukang jualan dan siapa saja yang saya temui jika dalam situasi sendiri. Pernah juga sewaktu naik becak di Jogja saya bertanya restoran yang enak.

Me:”Bang restoran yang enak dimana ya?”

Abang Becak:”Disitu Bu…sambil menyebutkan nama restoran yang saya lupa.

Me:”…yang enak menu apa Bang?”

Abang Becak:”Kurang tau Bu, saya cuma mengantar saja, tapi kata orang-orang makanan disitu enak.”

Seketika saya mau menggigit lidah, kebangetan banget pertanyaannya. Rasanya pingin gantiin Abangnya gowes becak. Bang maafkan aku. Pernah juga mendengar cerita dari tukang parkir bahwa ada salah satu penjual makanan yang selalu membagikan jualanannya yang tidak habis, itu hebat. Tapi belum tentu semua ya, jadi kitalah yang harusnya lebih peka.

Lain waktu ketika saya mengambil uang di ATM masih pagi sekali sekitar jam 6, saya melihat wajah Satpam penjaga ATMnya kusut banget seperti kurang tidur, ye iyelah namanya Satpam. Beberapa detik kemudian saya bingung apakah menegur, apa langsung masuk ke ruang  ATM saja. Ternyata reflek saya ngomong.

Me:” Shift malam ya Pak?” Sambil tersenyum dan gr weits keren juga basa-basinya.

Bapak Satpam:”Iya Bu…..*membalas senyuman saya.

Seketika raut wajahnya berubah segar diselingi senyum yang tulus. Beneran  wajahnya jadi nambah dua point dengan senyuman itu. Terbukti senyum itu menular, orang yang wajahnya kusut cuma diajak ngobrol saja sudah kembali ceria. Tidak perlu mahal untuk sekedar beramah-tamah. Kita hanya perlu melakukannya, dengan niat tulus. Semoga pencitraan saya kali ini berhasil, jadi semakin banyak yang peduli dan mau berbagi, apapun bentuknya dengan orang-orang disekitar kita. aamiin.

 

2 thoughts on “Sedikit tapi Berarti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s