Love my self

Beberapa waktu lalu, lagi tidak konsentrasi pegang hp tiba-tiba ada notification dari whats up. Itu bukan group karena untuk group sudah saya mute semua. Ternyata kiriman gambar dari seorang sahabat. Gambarnya itu somehow kena banget, langsung deh aku jadikan profile picture. Ini gambarnya.

 

img-20161020-wa0001

Selama ini memang saya berteman dengan siapa saja, tanpa memandang SARA, dengan adanya kesibukan masing-masing, waktu menjadi sangat berharga. Sehingga seleksi alam mau tidak mau berlaku. Saya hanya akan menyediakan waktu untuk orang-orang menerima saya apa adanya, menambah pengetahuan, mendukung usaha dan mimpi saya, percaya tindakan saya,  dan sederetan hal baik lainnya. Ketika saya sedang dititik paling bawah, sedang tidak bisa berfikir secara jernih, mereka inilah yang mendukung dengan segala pemahaman, dengan memperbolehkan saya ngaco, marah dan bahkan lucunya mereka tidak menyuruh saya sabar, ish teman macam apa kalian. Karena mereka tau saya sudah dalam posisi give up dimana sabar sudah dilakukan di awal. Tapi ada beberapa hal yang menjadi catatan saya ketika keadaan mulai membaik, bahwa kunci dalam setiap masalah adalah doa, sabar dan ikhlas. Malesin banget gak sih kita sudah muter-muter konsultasi ke psikolog, praktisi self healing, NLP, hynoteraphy dll dsb ternyata kesimpulannya cuma itu doang.

Tapi setidaknya sebagai manusia biasa saya butuh mengalau hahahaha. Dimana kondisi saat itu sepertinya semua yang dilakukan serba salah, buntu, tidak ada dukungan, ribet deh pokoknya. Namun ketika saya belajar membuka diri, belajar jujur dengan teman terdekat saya, semuanya menjadi lebih ringan, berani mengakui bahwa saya hanya manusia biasa yang penuh kekurangan. It’s okay not to be okay. Menerima keadaan dengan lapang dada, membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah dicerna. Ada catatan penting yang saya bahagia banget bisa melalui fase-fase ini. Bahwa saya tidak sendiri, ada yang peduli dan sayang sama saya bahkan ketika dunia seakan menolak masih ada yang percaya bahwa saya akan mengambil keputusan terbaik, bahwa saya bisa melakukan semua ini, ini bukan murni salah saya, seharusnya saya bisa lebih baik dari ini, saya berhak bahagia, dan mereka akan mendukung apapun keputusan yang saya ambil, asal saya bahagia. Pil pahit yang saya harus telan adalah :” Seberapa besar masalah yang saya hadapi dunia tetap berputar, satu hari 24 jam, matahari tetap terbit, semua berjalan sebagaimana adanya. I just have to accept it.” Oh iya saya juga tidak akan lupa sama orang yang ngomong begini, ingat ya kamu, iya kamu dalam radar saya. Tentu Tuhan sudah punya rencana makanya saya dipertemukan dengan orang-orang pilihan ini.

Dengan adanya masalah juga membuat saya yakin ada yang lebih berhak mengatur hidup ini yakni Pemilik alam semesta dan saya ikut aturanNya. Saya sadar atas keterbatasan saya. Tidak semua yang saya inginkan, rencanakan, cita-citakan bisa tercapai. Harus ada yang diikhlaskan, hidup dijalani saja sesuai koridor, sudah. Jelas aturan mainnya dalam agama, mana yang boleh mana yang tidak, mana yang hak, mana kewajiban, just follow the rule. Kalaupun melenceng  balik lagi ke SOP, karena urusan keyakinan sudah tidak bisa didebat itu hukum tertinggi. Muter-muter ke ahli segala macam juga ujung-ujungnya kembali berdoa, minta yang terbaik. Tapi setidaknya dari segi keilmuan semakin bertambah, tidak penasaran, ada usaha/ikhtiar, sehingga keputusan yang dihasilkan lebih matang.

Namanya manusia masih bernafas tentu ada saja masalahnya, akan tetapi memiliki teman yang bisa mensupport, sampai bisa melihat kemampuan saya yang saya sendiri tidak yakin itu anugrah sekali. Bukan lamanya berteman yang membuat ikatan pertemanan kuat, tapi saling mengerti, menerima dan mendukung. Saya tidak mau kehilangan sahabat-sahabat seperti itu, kembali lagi peolpe change, pasrahkan saja padaNya. Jika memang berjodoh bersahabat sampai tua alhamdulillah, jika tidak tentu akan dikirimkan yang lebih baik lagi, InsyaAllah. Banyak yang tidak suka sama saya, tapi itu bukan masalah saya, itu masalah mereka. Tugas saya adalah menyayangi orang-orang yang menyukai dan menerima saya. Itu saja. Love your self, before you love others. Bahagiain diri sendiri dulu baru bisa membahagiakan orang lain. Saya berjanji untuk lebih banyak merasa, mengasihi, menyayangi and live my life to the fullest.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s