Berserah

Ketika segala kerumitan yang menguras banyak energi telah diikhlaskan, maka bersiaplah untuk segala kebaikan.

Ada saat masalah datang bertubi-tubi dari yang sepele hingga yang bikin otak sedikit olahraga, dan masing-masing seolah penting dan mendesak. Apa yang harus dilakukan?

Pertama, pastikan bahwa bukan kamu sumber masalahnya!

Penting banget ini, terkadang sesuatu itu bukan masalah tapi karena kamunya yang suka drama, maka jadilah masalah. Bisa juga karena kita yang cari-cari masalah. Kalau iya, stop. Stop drama dan stop cari masalah.

Kedua, skala prioritas. Selesaikan berdasarkan urutannya:

1. penting dan mendesak,

2. penting tidak mendesak,

3.tidak penting mendesak dan

4.tidak penting  tidak mendesak.

Ketiga, terima, hadapi dengan gagah berani.

Keempat, cari solusi.

Kelima ikhlaskan segala upaya yang kita lakukan dan hasilnya berserah diri insyaAllah semua baik untuk kita.

Kemarin itu rumah sudah bocor, tukang yang kita mau menunda-nunda perbaikan karena kerjaan yang lain belum selesai. Tiket Saud* tiba-tiba duapuluh orang kena reschedule yang membuat tiket jadi kacau. Ditawari bisnis tapi progresnya belum terlihat. Ketika tukang sudah ada rumah kontrakan belum tersedia, ya harus pindah karena bongkar atap. Sudah waktunya, rumah masih asli bangunan developer. Sudah bertahan 11 tahun hebat banget. Yang buat rusak cuma rayap yang memakan kayu. Cepat atau lambat musti dibongkar. Kegiatan di RW lagi banyak-banyaknya, acara di komunitas dan banyak lagi yang berbarengan.

Yang prioritas ya tiket, karena urusannya berkaitan dengan orang lain. Asli menguras tenaga, membuat kepala cenat cenut. Saya cerita saja ya agar bisa diambil pelajaran, bukan bermaksud menjelekkan satu pihak tapi menyuguhkan realita, tshaah.

Begini ceritanya, kami beli tiket dengan jadwal dan waktu transit yang cakep banget via web di bulan Maret 2016. Bulan Oktober saya cek kode booking satu-satu untuk di rekap data. Tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa untuk kode booking sekian telah terjadi perubahan jam menjadi sebagai berikut. Nah yang sebagai berikutnya ini yang gak bagus. Ada jadwal teman yang harusnya Kul-Cai transit Jeddah, tiba-tiba menjadi Jed-Cai lalu Kul-Jed. Bagaimana ceritanya, start  posisi di Kuala Lumpur tiba-tiba sampai Jeddah.

Lain lagi dengan tiket pulang saya. Harusnya Cai -Cgk transit Jeddah, menjadi Cai-Jed, Jed -Cgk tapi jamnya duluan Jed-Cgk dan tiket tidak terkoneksi, bahaya banget. Posisi di Cairo gimana ceritanya yang berangkat duluan Jed-Cgk? Itu untuk pembelian tiket satu PNR. Bisa dibayangkan, biasanya kalau ada perubahan jadwal kita hanya ikut jadwal yang baru. Ini kita harus ikut jadwal baru tapi jadwalnya kacau.

Ikhtiarnya ke customer service di Jakarta dan setelah nego alot mereka bilang tidak bisa membantu harus berurusan dengan Saud* Kuala Lumpur karena tiketnya start Kul. Masih ada cara, minta tolong teman yang kerja di KLIA. Dapat jawaban Saud* Kuala Lumpur juga tidak bisa bantu malah dilempar ke Jakarta.  Masih ada lagi cara lain, kirim cuit ke twitter mereka, dimana isinya mostly tulisan Arab. Lalu coba kirim pakai bahasa Inggris. Saran mereka hubungi kantor perwakilan kami di kota terdekat (Jakarta lagi dong ya). Sampai disini waktu hampir sebulan terbuang percuma. Ok tak apalah, namanya juga usaha. Cooling down dulu, menata hati agar siap beragumen dengan customer service di Jakarta sambil mengumpulkan informasi dari teman-teman lain yang ternyata ada yang mengalami, ada juga yang tidak sadar bahwa tiket mereka di reschedule. Gimana bisa tau tidak ada pemberitahuan via e-mail, sms atau telpon. Sama sekali tidak ada informasi. Jadilah rempong rame-rame.

Setelah siap kembali mendatangi CS Saud* di Jakarta, dengan penuh keyakinan sudah membawa bukti via twitter, via teman di Kul. Kemudian hasilnya tetap nihil, sabaaar. Rencananya mau ngomong baik-baik jadi agak-agak naik nadanya. Cuma karena intinya mereka tidak bisa kasi solusi, buat apa marah? Disarankan kirim email ke bagian support, ceritakan kronoligisnya, nanti saya bantu tahajud ya Bu agar emailnya dibalas. Bayangin si CS ngomong gitu, lalu curhat kasus seperti ini sering terjadi. Saya sampai browsing kalau perusahaan ini berdiri tahun 1945 disaat Indonesia baru merdeka mereka sudah punya perusahaan penerbangan. Tapi sampai sekarang kok masih tidak jelas SOPnya. Percuma juga kalau emosi diteruskan cuma akan menambah keriput di wajah, ya pasrah saja menuruti saran mereka.

Berkirim email pun dilakukan dan mendapat auto respond bahwa masalah ini telah di eskalasikan ke bagian yang berwenang. Lalu satu purnama berlalu solusi tak jua datang. Pingin nangis, ini mau urus visa Mesir, mau menghitung biaya selama disana bagaimana?

Karena nangis bukan solusi, maka saya skip nangisnya. Berniat mengajak teman untuk kembali ke kantor perwakilan di Jakarta. Jika CS tidak bisa kasi solusi maka kamu akan ketemu managernya. Menyesuaikan jadwal saya dan teman yang tidak kompak, akhirnya kami putuskan berkirim email lagi lalu tunggu respon. Jika dalam seminggu tidak ada jawaban mari kita hadapi managernya. Asli buntu banget deh, doa sudah, minta doa yang lagi di Mekah sudah, usaha apalagi. Itu kejadian hari Jumat kirim email. Setelah saya kirim baru sadar kalau hari Jum’at dan Sabtu mereka libur, halah. Ya sudahlah mereka punya waktu seminggu kok untuk membalas email. Sebelum kami heboh di kantor perwakilan di Jakarta.

Minggu malam teman saya WA bahwa tiket dia dan rombongan kami telah diperbaiki. Alhamdulillah. Ketika saya cek ternyata tiket saya dan tiga teman saya belum berubah. Itu sudah jam 9 malam waktu Indonesia. Kirim email lagi berharap yang merespon belum pulang. Alhamdulillah dibereskan tiket yang berempat ini. Itupun dengam catatan seminggu sebelum berangkat musti cek tiket dulu. Benar saja, ada teman yang on the spot ketika cek in jadwalnya dirubah mengikuti jadwal yang baru. Jika tidak ada selisih harga tidak masalah. Jika ada selisih maka mengikuti harga yang baru. Dan kita hanya bisa pasrah menerima nasib, daripada tiket hangus, begitulah ya. Ada komentar?

Positifnya kekuatan silaturahmi itu pasti ada. Sudah dua kali bertemu CS Saud* sudah kenal,  InsyaAllah jika perlu bantuan dia siap bantu hanya lewat email. Alhamdulillah, sudah terbukti mau bantu karena aku bilang, jika sampai saya datang ketiga kali, harus siapkan payung atau gelas cantik buat saya. Eh malah dijawab, emang kerpur bu…hahahaha. Dikasi sticker saya, katanya untuk di tempel di kantor travel ibu, aamiin. Kantornya saja dirumah, insyaAllah semoga menjadi doa.

Elap keringat, jadi apakah selanjutnya akan tetap pakai maskapai ini? Masih kuat dengan dramanya?  Seperti kata Justin Beiber, never say never. Berserah saja, apa nanti yang dipilihkanNya untuk kami maka itu pasti yang terbaik, InsyaAllah. Doanya sih tetap maskapai lain yang lebih bagus ya Rabb, aamiin. Lalu saya mengirimkan energi positif agar sampai keberangkatan kami tidak mengalami masalah baik di tiket dan dimanapun aamiin.

Tulisan ini dibuat berdasarkan kronologis kejadiannya, total 3 purnama berlalu baru urusannya kelar. Semoga masalahnya disini saja, disana kami baik-baik saja. aamiin.

Kegiatan komunitas jalan, kegiatan RW jalan juga walau hanya bantu doa. Bisnis juga jadi akhirnya, alhamdulillah. Tiba-tiba tukang datang dong bilang siap memulai pekerjaan, thanks Pakde. Lalu iseng saya main ke tetangga di luar komplek, cerita bahwa saya lagi cari rumah kontrakan, hari itu juga dibantu nyari dan dapat. Padahal sudah ngincar rumah tetangga ternyata bolehnya minimal kontrak setahun. Sebelumnya suami juga sudah minta info ke satpam tapi gak dapat-dapat juga.

Well kita tidak boleh hanya mengandalkan diri sendiri, berharap kepada orang lain dan menggampangkan segala sesuatu berdasarkan prediksi kita.Tidak bisa. Semua harus disandarkan padaNya. Dia yang akan mengirimkan orang-orang yang tepat, diwaktu yang pas, dan disaat semuanya telah diikhlaskan. Buktinya sebagian besar rencana tidak berjalan muluskan. Kurang doa sih. Besok-besok doanya di garda terdepan, ikhlas dan pasrahnya di lapisan kedua, lalu usaha dan lain-lain mengikuti. Apapun yang terjadi ketika kita sudah memilih InsyaAllah itu yang terbaik, all is well.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s