1000Guru

Mau nulis di blog ini belum sempat-sempat, dibuat judul dulu bair termotivasi buat nulis, tapi tetap saja kalau menulis tidak pakai hati, agak susah. Gaya banget deh, macam betol aja. Awal Maret lalu, aku diajak teman SMA ikut kegitan mengajar di daerah pedalaman, sekaligus menyumbang. Kali ini jadwalnya di Carita tapi dipelosoknya. Kegiatan 1000guru ini tag line nya travel and teaching. Selesai mengajar jalan-jalan deh. Ikut kegiatan kemarin benar-benar mengasah otak. Gimana enggak saya yang jarang mendapat rangking di sekolah tiba-tiba disuruh mengajar anak kelas dua SMP alias kelas 8. Alamak, ketika briefing saya juga tidak ikut karena ribet dengan urusan pindah rumah. Pas dikasi materi alhamdulillah tentang ekosistem mayan lah. Cuma yang bikin cemas takut di bully anak kelas 9 lagi sedang-sedangnya kan, seusia dengan anak ABG di rumah. Ngajarin ABG dirumah lengkap dengan jawaban cadangan yang harus siap siaga, kenapa, lalu, terus, kapan, dimana dan seterusnya.

Sugesti diri ajalah, aku lumayan jago kok pelajaran biologi, gak salah gurunya Bu Herfen, masih nempel kok ilmunya. Kalau di bully mungkin kualat kali dulu gak patuh sama guru, terima saja. Ternyata oh ternyata anaknya baik-baik banget, penurut, rajin. Cuma terkendala cuaca sama keadaan saja yang membuat mereka sering bolos sekolah. Pertama lokasi rumah yang jaraknya satu jam untuk ke sekolah dengan berjalan kaki. Ketika hujan, banjir maka sekolah isinya cuma 3 siswa.

IMG-20170115-WA0018

Kedua kurikulum yang sangat padat sesuai diknas ternyata tidak semerta-merta bisa diterapkan. Saya menerangkan ekosistem sementara dasarnya mereka kurang mantap, terlihat dari wajah yang kebingungan. Pelan-pelan mengingatkan pelajaran yang berkaitan dengan ekosistem, lama-lama tune ini juga alhamdulillah.

Aku sempat bilang :  “Oke, sekarang kelompokkan secara detail lingkungan Biotik dan Abiotik.”
Mereka diam saja dengan wajah bingung.

Aku: ” Maksud saya lebih spesifik ya.”

Mereka masih bingung juga. Gantian saya yang bingung mencari padanan kata dalam bahasa Indonesia. Tolong saya ya Allah.

Aku:”Maksud saya spesifik itu misal, kalian tulis pohon, saya tidak mau. Namanya pohon apa, ciri-cirinya bagiamana, daunnya seperti apa dan seterunya. Lebih detail ya, spesifik.

Hasilnya adalah ketika mereka mengamati lingkungan sekitar banyak berantemnya sesama teman. Yang satu bilang jahe, yang satu bilang kunyit dengan argumen masing-masing. Tapi saya suka, mereka yang tadinya pemalu jadi aktif berdiskusi dalam bahasa sunda campur Indonesia. Ketika hasil kerja dikumpulkan teman saya tertawa.

Abiotik : Sepeda motor tukang bubur. (untung tidak menyebut merk)

Biotik: Tukang bubur ayam.

Anak yang patuh dan cerdas bukan. Sesi yang lebih membingungkan bagi gurunya adalah sesi motivasi. Bingung mau bicara apa, yang kesannya tidak menggurui. Nyonteklah group sebelah kak Ardi sedang menerangkan tips bagaimana caranya belajar efektif, duh tak bisa ditiru karena saya jarang belajar. Improvisasi sedikitlah, memotifasi mereka dengan apa yang saya lakukan dulu, entah berhasil atau tidak, tapi lumayan kali hahaha. Intinya saya bilang kalian harus meniru orang yang berhasil dibidang yang kalian inginkan. Ingin menjadi guru belajar dari guru, apa-apa yang musti dipersiapkan, sekolahnya kemana, keahlian apa yang dapat mendukung cita-cita yang perlu dikuasai. Contoh gaya hidup orang terkenal, saya sendiri tidak suka olah raga tinju, tapi saya follow fanpage nya Mike Tyson, pasti ada hal dan kebiasaan baiknya bisa ditiru. Lalu saya terdiam melihat reaksi mereka apakah mengena, apakah masuk diakal? Alhamdulillah nyambung juga pembicaraan ketika Arif namanya mengatakan cita-citanya ingin menjadi pemain bola seperti Neymar. Kebetulan ya sesama penggemar bola, jadilah nyambung obrolannya.

Kedua musti percaya dengan diri sendiri bahwa kamu bisa meraih cita-cita tanpa peduli latar belakang kamu, ekonomi dan lain sebagainya, selama ada kemauan pasti ada jalan. Kebanyakan dari adik-adik ini pemalu sekali, jadi saya tantang untuk berbicara self talk kalau saya punya citia-cita menjadi ….. dan saya akan mencapainya.

Ketiga minta doa dari orang tua, karena doa orang tua kepada anaknya tidak ada penghalang, insyaAllah. Buka wawasan, melek informasi, banyak profesi diluar sana yang amat sangat menarik untuk ditekuni. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk mereka. Sudah itu saja yang bisa kakak guru ajarkan, karena kakak guru juga masih belajar. What? Kakak, Ibu kali. 😛

Bahagia dan bersyukur banget bisa berada bersama mereka. Mereka mengajarkan saya untuk bersyukur dan tidak mengeluh, rasanya ingin membawa anak-anakku kesini menunjukkan kalau anak kota itu sudah penuh dengan fasilitas masih saja mengeluh. Bersyukur tidak perlu jalan kaki satu jam ke sekolah, bersyukur masih punya sepatu layak pakai. Bersyukur ..bersyukur…bersyukur. Alhamdulillah.

Sampai dilokasi tengah malam, kami menginap di ruangan sekolah, dengan kamar mandi cuma satu kami antri untuk wudhu dan sholat. Hasilnya semprot parfum banyak-banyak tidak usah mandi kawan hihihi. Karena pengalaman pertama saya kurang persiapan, tidak membawa tissue basah karena saya musuhan sama tissue, perusak pohon. Jadilah saya menahan buang air kecil yang menyebabkan infeksi saluran kemih. Saya pun pamit pulang terlebih dahulu, mulai demam. Perginya seru naik kendaraan four wheel drive kerjasama dengan dcabid. Pulangnya saya naik angkot dan bus antar kota. Sementara teman-teman lain melanjutkan program jalan-jalan explore Carita, ke air terjun dan tentu saja berenang di pantai. Tidak masalah karena saya adalah backpacker, pengalaman ini membuat saya semakin mencintai negara ini. Masih banyak yang saya harus lakukan untuk kemajuan bangsa walau dilakukan dalam skala lokal. Paling tidak mempersiapkan anak-anak agar bisa menjadi manusia tangguh, beriman dan bermanfaat nantinya, aamiin.

Untuk mengetahui kegiatan 1000guru bisa follow instagramnya @1000_guru. Yuk siapa tau kamu bisa join dalam program-program selanjutnya. Tidak musti menunggu kaya kan untuk bisa berbagi dan travelling.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s