Snorkeling di Gili Petelu

Melihat draft di blog jadi merasa ada PR untuk update jalan-jalan ke Lombok kemarin, selain berbagi informasi, juga sebagai pengasah otak agar tidak cepat lupa dan sarana penyimpan foto. Jangan mengharapkan foto yang cetar di postingan ini karena kalau melihat pantai lupa sama hp, apalagi kamera ditinggal saja di hotel.

Hari ketiga.

Snorkeling dan hoping island. Berangkat dari hotel jam 7 teng. Pak Ato memang tob kalau soal on time. Selesai sarapan naik bus menuju …hhhmmm menuju pelabuhan dimana kapal-kapal nelayan ditambatkan. Tuh begini kalau sudah lama tidak menulis keburu lupa. Itulah pentingnya saya menulis blog agar memory tidak cepat hilang, kalaupun hilang bisa di recall. Setelah browsing namanya Pelabuhan Tanjung Luar.

Spot pertama Pantai Segui, pasirnya halus dan bewarna nuansa pink, berasal dari serpihan karang yang berwarna pink bercampur dengan pasir putih. Pantainya masih asli, bahkan hanya perahu kami yang ada disitu. Aku tidak punya padanan kata untuk mendeskripsikan pantai ini liat foto saja ya. Enaknya disini melamun diatas pasir sambil minum air kelapa, atau pasang hamoc, lalu nyemplung ke air. Tapi disini tidak berpenghuni, gak ada yang jual air kelapa. Setelah dipikir ulang lebih baik pantai ini tidak berpenghuni. Saya pasti nyemplung, tidak sah kalau ke pantai tapi tidak basah. Syukur sengaja tidak bawa kamera, aman. Setelah dari pantai Segui kapal kami bergerak menuju spot snorkeling  melewati beberapa gili diantaranya Gili Ular, iya disitu banyak ular, dan Gili Pasir yang akan kami singgahi pada jalur kembali ke Pelabuhan.

P_20161031_103307

Kami memulai snorkeling di pantai Tangsi. Ternyata snorkeling itu bikin nagih ya, gimana kalau diving. Pantas saja banyak orang ketagihan diving. Kalau lihat-lihat foto underwater sih sepertinya bagus, tapi ketika mengalami langsung, panik euy melihat ikan-ikan yang seliweran warna-warni. MasyaAllah cantik banget. Makanan ikan adalah roti tawar yang dimasukkan kedalam botol aqua, sudah disiapkan sama pemandu kami. Botal ditutup lalu dibolongi tutupnya.

Agar ikan-ikan mendekat sebentar-sebentar dikasi makan dengan cara meremas botol dan rotipun keluar. Gemes rasanya pingin menyentuh ikan-ikan cantik itu. Pertama mau snorkeling saya tidak kebagian pelampung. Tapi kata Jejay. “Udah mbak nyemplung aja, pasti mbak bisa lah”. Ya nyemplunglah saya bermodal alat snorkel saja. Pertama masih penyesuain bagaimana mengambil nafas dari mulut. Ketika mulai bisa, saya pun berkeliaran. Tiba-tiba terasa capek sekali dan sakit kakiku sebelah. Ternyata kakiku kram. Pelajaran pertama dalam situasi apapun adalah jangan panik. Untung Adikku dekat jadinya aku numpang pelampugn dia. Cuma karena panik kaki sakit, dan adikku tidak bisa berenang, jadilah dia susah payah narik nafas. Ternyata kalau di laut jika arah angin berbeda maka suara kita minta tolong tidak terdengar. Mendekati perahu baru ada yang menolong. Kapok? Ya enggak. Sampai diatas perahu pelampung Adik, aku yang pakai dan tugas dia adalah mengawasi yang sedang snorkeling, jika menjauhi perahu dia nunjuk-nunjuk agar ditarik medekat. Adik yang baik.

P_20161031_114504
Wajah bahagia menuju spot selanjutnya 🙂

Kesalahan saya adalah lupa melihat ke atas keasikan melihat ikan, sampai saya jauh tiba-tiba ada yang narik pelampung saya. Pas muncul kepermukaan wooow sudah jauh dari kapal. Sama pemilik perahu malah diajak ke sumur ikan, saya panik saya pikir itu pusaran air. Dia bilang tenang Mbak, amati saja itu tempat ikan-ikan sembunyi. Tidak menunggu lama benar banyak ikan keluar dari situ. Kalau tidak pakai pelampung sudah kepikiran mau menyelam, seperti terhipnotis. Aku sukaaaaaak…..

lombok1
Udang, cumi, kangkung dll tidak sempat di foto….yummy

Selesai di spot itu, kami mendarat di pantai Pink 2, makan siang yang menunya it’s all about seafood. Wew ikan kembung satu ekor besar, cumi dua jenis masakan, udang melimpah. Harusnya saya lapar, tapi karena sudah berbagi mie instan sama Angie, maka kenyang sayang sekali. Tidak usah ditanya ya rasanya ikan laut yang fresh seperti apa. Sebenarnya disitu banyak spot kece untuk berfoto. Ada tebing, ada goa peninggalan Jepang, tapi kami tidak tertarik, lebih tertarik mengambang di pantai. Snorkeling ke spot berikutnya Gili Petelu. Kali ini terumbu karangnya lebih bagus beraneka warna. Dengan jumlah ikan lebih sedikit, atau karena makanan mereka sudah habis jadi jarang yang muncul. Saya juga lebih pintar untuk sebentar-sebentar melihat ke atas permukaan. Meski sempat dua kali ditarik pelampungnya 😀 Ketagihan, next time mau ngajak anak-anak kesini deh, melihat anak Pak Irfan kesenangan jadi ingat anak-anak yang suka banget sama pantai.

IMG-20161102-WA0181

Terakhir kami mampir ke gili Pasir. Isinya pasir semua dan beberapa bintang laut yang terjebak di daratan. Gili pasir ini muncul apabila air sedang surut, kapalpun diparkir jauh dari pantai mencegah air semakin surut kapal tidak bisa berlayar. Disini diberi tanda tiang dan bendera, duh saya kalau pergi kemana-mana suka banget fotoin bendera. Jadilah kami foto-foto dan kelakuan Bapak-bapak itu macam anak-anak. Hepi banget dengan berbagai pose di Gili Pasir.

Pantai-pantai di Lombok super cantik, georgeus, pretty, beautiful….apa lagi ya, pasirnya halus sekali, bernuansa pink, lautnya gradasi 4 warna, langitnya biru, aaah kangen.

 

 

Belum pulang saja bawaannya sudah pingin balik lagi. Mudah-mudahan bisa balik lagi karena belum explore Lombok Utara, InsyaAllah. Lombok itu kecil tapi lengkap dan indah banget. Biasanya saya bepergian tidak pernah update status, tapi ketika di Lombok, alaynya kumat. Got to see it  your self. Tidak perlu ke luar negeri, bagusan di Indonesia.

#gilipetelu #pantaipink #LombokIndonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s