Taif

Alhamdulillah selama di Madinah InsyaAllah semua jamaah bisa sholat di Raudhah, bu Elis yang 77 tahun, Vera yang hamil 7 bulan dibantu Muthawwifah dengan lewat jalur khusus. Insya Allah hampir semua dapat ibadah di raudhah, alhamdulillah. Sebagai TL jadi lepas beban satu. Prosesi umroh sudah pernah cerita pada umroh sebelumnya. Ada yang baru nih, berkunjung ke Taif. Taif adalah nama daerah di Mekah tempat rasulullah menybarkan agama Islam tapi ditentang oleh penduduknya. Ini cerita sudah pernah saya posting di facebook. Di ulang disini deh.

Bismillahirrahmanirrahim.
Umrah teman-teman sebelumnya ketika di Mekah mereka menyempatkan mampir ke Ta’if. Konsekuensinya adalah melewatkan dua waktu sholat di Masjidil Harram rugi sekali, menurut saya loh ya. Jauh-jauh ke Mekah mau dapat sholat ganjarannya 100.000 kali malah dilewatkan, sayang banget *idealis. Kalau cuma naik cable Car di Taman Mini sama Ancol juga ada ngapain jauh-jauh ke Taif. Saya hanya menawarkan sekilas saja pada jamaah untuk ke Taif. Sambutan mereka juga biasa-biasa saja jika ditawari sesuatu dengan biaya tambahan, mereka lebih milih belanja. Katanya umrah backpacker tapi belanjaannya … 😀 😀

Namun kamis itu berbeda dari biasanya, biasanya setiap hari Kamis jamaah bawaannya Baper aja karena Sabtu sudah mau balik ke tanah air. Biasanya…. kaya sering ajah hahahaha maksudnya pengalaman yang lalu-lalu karena kami selalu ambil jadwal dapat sholat Jum’at di Mekah dan Madinah. Tapi kamis itu lain waktunya saya curhat malah citytour karena ditukar jadwalnya. Sudah pamit juga ke jamaah untuk tidak ikut karena mau di masjid saja. Tidak berhasil akhirnya ikut juga city tour Jabal Rahmah, Mina, Jabal Tsur dan mengambil miqat di Ji’ronah. Sepanjang perjalanan saya tidur, lumayan menambah tenaga alhamdulillah. Sorenya seperti biasa saja bolak balik ke masjid dan sedikit survey hotel disekitar masjid untuk referensi umrah selanjutnya. Malam hari dapat WA ada yang ngajak ke Taif besok setelah sholat jum’at. Reaksi pertama biasa saja, karena itu hari jumat sayang dilewatkan (pencitraaan-pen). Tapi karena diajak apaboleh buat diterima saja niat baiknya (baca gratis-pen).

Allah Maha Tau isi hati hambanya yang dilema antara dua pilihan, stay di Masjid atau ke Taif. Dilalah selesai sholat (ketika sholat?) dapat haid. Memang saya selama umrah tidak pernah meminum obat penunda haid, karena menurut mentor saya, haid itu fitrahnya perempuan mengapa dilawan? Mengapa…mengapa…mengapa……?
Sebagian besar alasannya karena ke Mekah belum tentu berulang jadi sayang kalau haid. Tuh mind set nya gitu sih ke Mekah jarang, coba kalau dibalik. Kalau kali ini saya Haid berarti selanjutnya Allah akan mengundang saya lagi ke Mekah. It’s all in your mind, have faith. Ya… Allah sudah menakdirkan saya ke Taif tanpa ragu alhamdulillah, berangkat.

Perjalanan menuju cable car yang seperti di Taman Mini itu cuma memakan waktu 1-1,5 jam pastinya tidak memperhatikan jaraknya sekitar 60 KM dari Mekah. Sampai di “Taif Sama” nama lokasi cable car, kolam renang, theater dan sarana hiburan lainnya, petualangan pun dimulai. Cable Car nya beda jaaaauuuhhhh dengan yang di Taman Mini dimana disetiap tiang yang biasanya gradak gruduk, ini smooth saja. Lebih modern, lebih bersih dengan kapasitas 6-8 orang imut. Yang takut ketinggian lama-lama berani juga karena disuguhi pemandangan indah dan cerita sejarah yang mengalir dari muthawwif yang musti di cross check kebenarannya (ngaku sendiri loh dia :D). Jalan setapak yang dilalui Rasulullah yang akan berdakwah terlihat dari atas, percayalah itu terjal. Kelokan yang mirip kelok 9 hanya saja dikelilingi perbukitan batu tidak seperti di Sumbar banyak pohonnya. Semakin keatas semakin terasa dingin udaranya. Sampai di pemberhentian kami turun dan melihat bangunan yang cantik dan tertata rapi, juga tanaman sayuran yang biasanya susah ditemukan didaerah gurun. Sepintas diperjalanan melihat penjual strawberry, lalu ngebatin pingin beli.

Selanjutnya kami menuju masjid Abdullah Ibnu Abbas yang melanjutkan dakwah nabi. Sesampai di masjid saya takjub dengan arsitekturnya …wow serasa di Luar Negeri. Sayang hari itu penjaga perpustakaan sedang tidak ditempat sehingga kami tidak bisa masuk ke perpustakaannya. Ada apa diperustakaan itu? Rahasia. Lalu kami melanjutkan perjalanan dilokasi Nabi Muhammad dilempari batu dan kotoran oleh penduduk Taif ketika kekasih Allah berdakwah. Lokasinya dipagar, terlihat kumuh, ada sajadah terbentang, banyak penziarah sholat disitu, tidak dengan rombongan kami. Kami cukup berfoto dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. Teringat rangkaian cerita dari guru ngaji terdahulu yang saya tidak mungkin menceritakan kembali, takut terjadi penyimpangan sejarah kalau saya yang cerita, saya copas saja ya 😉

Bukhari meriwayatkan dari Urwah, bahwa Aisyah ra. isteri Nabi SAW bertanya kepada Nabi SAW katanya: ‘Adakah hari lain yang engkau rasakan lebih berat dari hari di perang Uhud?’ tanya Aisyah ra. ‘Ya, memang banyak perkara berat yang aku tanggung dari kaummu itu, dan yang paling berat ialah apa yang aku temui di hari Aqabah dulu itu. Aku meminta perlindungan diriku kepada putera Abdi Yalel bin Abdi Kilai, tetapi malangnya dia tidak merestui permohonanku! ‘Aku pun pergi dari situ, sedang hatiku sangat sedih, dan mukaku muram sekali, aku terus berjalan dan berjalan, dan aku tidak sadar melainkan sesudah aku sampai di Qarnis-Tsa’alib. Aku pun mengangkat kepalaku, tiba-tiba aku terlihat sekumpulan awan yang telah meneduhkanku, aku lihat lagi, maka aku lihat Malaikat jibril alaihis-salam berada di situ, dia menyeruku: ‘Hai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah mendengar apa yang dikatakan kaummu tadi, dan apa yang dijawabnya pula. Sekarang Allah telah mengutus kepadamu bersamaku Malaikat yang bertugas menjaga bukit-bukit ini, maka perintahkanlah dia apa yang engkau hendak dan jika engkau ingin dia menghimpitkan kedua-dua bukit Abu Qubais dan Ahmar ini ke atas mereka, niscaya dia akan melakukannya!‘ Dan bersamaan itu pula Malaikat penjaga bukit-bukit itu menyeru namaku, lalu memberi salam kepadaku, katanya: ‘Hai Muhammad!’ Malaikat itu lalu mengatakan kepadaku apa yang dikatakan oleh Malaikat Jibril AS tadi. ‘Berilah aku perintahmu, jika engkau hendak aku menghimpitkan kedua bukit ini pun niscaya aku akan lakukan!’ ‘Jangan… jangan! Bahkan aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah semata, tidak disekutukanNya dengan apa pun… !’, demikian jawab Nabi SAW.

MasyaAllah …
Al Ahzab : 21 Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Bagaimana dengan ahlak kita?

Macam diary kalau dilanjutkan, liat foto aja ya.

Tidak jadi beli strawberry karena sudah terlalu malam, tapi lagi-lagi Allah paling tau isi hati, di Mesir dua hari disuguhi strawberry di dalam bus, alhamdulillah. Terima kasih ya Allah untuk perjalanan kali ini. Walau disana-sini banyak kekurangan tapi jika dipasrahan semua hanya mengalir begitu saja sesuai skenarioNya, karena masalah selalu bersanding dengan solusinya.
Untuk group selanjutnya, bagaimana nih ke Taif kita?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s