Goa Hiro

Ketika umroh kedua bersama rombongan keluarga mbak Dewi, kami memutuskan untuk city tour sendiri ke Goa Hiro. Kami melakukan pendakian dipagi hari selesai sarapan. Mengunjungi goa Hiro dipagi hari belum terlalu panas cuacanya dan bisa ketemu monyet liar. Juga sempat ketemu Ridwan Kamil KW2 hahahaha. Udah semangat-semangat ngajak foto bareng taunya dia bukan Ridwan Kamil lucunya itu Bapak, dibilang Ridwan Kamil diam saja gak pakai protes 😀

Umroh batch#3 ini kami berdelapan naik ke goa Hiro dimalam hari, malam jum’at setelah Isya. Susah sekali mencara taksi di malam jum’at. Ongkos taksi pun diketok lebih mahal 20 riyal dari tarif normalnya. Ada 3 lelaki yang beneran backpacker dan ada sepasang sumai istri, saya dan dua muthawwif. Lebih enak naik dimalam hari, karena sudah ademsekarang track-nya juga lebih bersahabat karena banyak dibuat anak tangga. Taksi kamipun supirnya beneran deh diturunin persis di kaki Jabalnya, lumayan sport jantung, tanjakan 75 drajat kali. Mas Fawaid cuma bilang, serahkan sama Allah saja, seolah tau jantung kami yang berdegup kencang. Biasanya diturunin dibawah, hanya beberapa taksi saja yang berani naik sampai diatas itu mobil udah ngepot kiri kanan ya Allah.

Memulai pendakian saya bersama Hendro dan Winda istrinya. Secara bareng fotographer setiap naik sepuluh langkah disuruh berhenti. Naik lagi sepuluh langkah berhenti. Hendro yang memang jago foto ya tidak bisa melihat spot bagus foto sampai kami tertinggal rombongan dan saya pun kehilangan semangat (baca: capek, jarang olahraga) menunggu di seper lima penanjakan. Fawaid, Aden, Ali, Ari dan Iqbal sudah sampai atas kami masih aja santai foto-foto dikaki gunung. Memang Hendro keren banget kalau moto bahkan pakai HP pun bisa keren. Sempat juga belajar dari Om Suhu pas belajar sih gampang ya kelihatannya, tapi setelah coba sendiri tanpa pendampingan, aih kacau juga euy, gak ada unsur seninya banget.

Tujuan ke Goa Hiro untuk menghayati napak tilas jejak Rasulullah Muhammad SAW ketika menerima wahyu pertama. Juga perjuangan Ibunda Khadijah dalam mendampingi dakwah suaminya. So sweet lah pokoknya biasakan untuk membaca sebelum mengunjungi suatu tempat jadi dapat feelnya. Kalau saya semakin sadar bahwa ternyata ilmu saya sangat sedikit jadi belum pantas untuk berbagi yang bukan bidangnya. Maafkan.

2017-04-19-17-21-38IMG_20170331_005136_819

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s